Pemprov NTB Perkuat Layanan Kebencanaan

Avatar photo

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda NTB Abul Chair. (humas pemprov ntb)

Sekda NTB Abul Chair. (humas pemprov ntb)

MATARAM, ntbkita.com-Pemerintah Provinsi NTB memperkuat layanan kebencanaan. Langkah ini untuk memastikan masyarakat memperoleh perlindungan lebih baik dari berbagai risiko bencana.

Pemprov NTB mendorong penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) berbasis Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) pada suburusan kebencanaan di seluruh kabupaten dan kota di NTB.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB Abul Chair menyampaikan komitmen itu saat mewakili Gubernur NTB pada pembukaan Lokakarya Standar Pelayanan Minimal Berbasis NSPK Sub Urusan Bencana Tingkat Kabupaten/Kota di Mataram, Rabu (3/6).

Program SIAP SIAGA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Pemerintah Provinsi NTB menggelar kegiatan itu.

Abul Chair menegaskan NTB memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi. Ancaman itu meliputi gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga tsunami.

Karena itu, pemerintah harus memastikan masyarakat mendapat perlindungan memadai melalui layanan kebencanaan yang terukur, sistematis, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Biro Hukum dan HAM NTB Kawal Legalitas Tambang Rakyat

“SPM kebencanaan merupakan bentuk komitmen negara untuk memastikan masyarakat mendapatkan hak perlindungan dari risiko bencana. Ini bukan sekadar soal administrasi atau laporan, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari layanan yang diberikan pemerintah,” ujarnya.

Perkuat Sistem Peringatan Dini

Abul Chair mengatakan pemerintah tidak cukup hanya mengejar kelengkapan dokumen. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat memahami risiko bencana di lingkungannya.

Sistem peringatan dini harus berfungsi. Pemerintah juga harus mampu merespons kondisi darurat secara cepat dan tepat.

“Pertanyaannya sederhana, apakah masyarakat memahami ancaman bencana di sekitarnya? Apakah sistem peringatan dini berfungsi? Apakah pemerintah mampu hadir dan memberikan perlindungan saat masyarakat membutuhkan? Itulah ukuran keberhasilan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota menjadikan lokakarya itu sebagai ruang untuk mengidentifikasi tantangan layanan kebencanaan. Forum itu juga harus melahirkan langkah konkret bagi daerah masing-masing.

Sekda menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Pemprov NTB Targetkan 30 Persen Pangan Lokal untuk Suplai Program MBG

Bangun NTB Lebih Tangguh

Menurut Abul Chair, pembangunan daerah ke depan harus memperhitungkan risiko bencana sejak tahap perencanaan. Dengan cara itu, setiap program pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan.

Program pembangunan juga harus menjamin keselamatan dan ketahanan masyarakat.

Abul Chair mengatakan NTB memiliki pengalaman panjang menghadapi berbagai bencana. Pengalaman itu menjadi modal untuk memperkuat mitigasi, kesiapsiagaan, dan layanan kebencanaan.

Ia mengingatkan, manusia tidak bisa menghindari bencana. Namun, pemerintah dan masyarakat bisa menekan dampaknya melalui perencanaan matang, kesiapsiagaan baik, serta pelayanan publik berkualitas.

“Bencana tidak bisa kita hindari, tetapi dampaknya bisa kita kurangi. Karena itu, penguatan layanan kebencanaan harus menjadi tanggung jawab bersama demi mewujudkan NTB yang semakin tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Imigrasi Bima Deportasi Anak WN Malaysia akibat Overstay Tujuh Bulan
Gedung Baru DPRD NTB Ditarget Mulai Dibangun Akhir 2026
Markas Yonif TP Disiapkan di Poto Tano, Pemkab KSB Matangkan Lahan
Wabup Sumbawa Ingatkan Pejabat Jauhi Korupsi, Anggaran Harus Transparan
Dana Rp 5 Miliar Masuk Silpa, Jalan Batu Bolong–Nuraksa Mandek
PAPPRI NTB Diharapkan Gerakkan Ekosistem Musik Daerah
Sewa Mobil Listrik Dilaporkan ke Kejati, Gubernur Iqbal Buka Suara
Rokok Ilegal Serbu Lombok Timur, 60.804 Batang Disita

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:28 WITA

Imigrasi Bima Deportasi Anak WN Malaysia akibat Overstay Tujuh Bulan

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:36 WITA

Gedung Baru DPRD NTB Ditarget Mulai Dibangun Akhir 2026

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:18 WITA

Markas Yonif TP Disiapkan di Poto Tano, Pemkab KSB Matangkan Lahan

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:23 WITA

Wabup Sumbawa Ingatkan Pejabat Jauhi Korupsi, Anggaran Harus Transparan

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:34 WITA

PAPPRI NTB Diharapkan Gerakkan Ekosistem Musik Daerah

Berita Terbaru

Daerah

Gedung Baru DPRD NTB Ditarget Mulai Dibangun Akhir 2026

Jumat, 10 Jul 2026 - 15:36 WITA