MATARAM, ntbkita.com-Museum Negeri Nusa Tenggara Barat menerima 31.340 pengunjung sepanjang Januari hingga Juni 2026. Rombongan pelajar taman kanak-kanak dan sekolah dasar mendominasi jumlah kunjungan.
Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan jumlah kunjungan tertinggi terjadi pada Mei dan Juni. Museum menerima 10.681 pengunjung pada Mei dan 10.098 orang pada Juni.
“Sekarang museum tidak lagi terdengar asing di telinga masyarakat, sehingga mereka berdatangan untuk berwisata sejarah-budaya ke museum,” ujarnya di Mataram, Selasa.
Museum mencatat kunjungan paling rendah pada Februari dan Maret. Sebanyak 2.064 orang datang pada Februari. Jumlah kunjungan pada Maret mencapai 1.132 orang.
Rombongan Sekolah Dongkrak Kunjungan
Nuralam mengatakan program wajib kunjungi museum ikut meningkatkan jumlah pengunjung. Sekolah rutin menjalankan program itu menjelang pembagian rapor dan selama libur sekolah.
“Pengunjung yang datang sebagian besar rombongan sekolah hampir dari seluruh NTB, namun paling banyak karena ketermudahan dan keterjangkauan akses adalah mereka yang berada di Pulau Lombok,” kata Nuralam.
Museum NTB juga menggelar berbagai kegiatan publik. Program itu meliputi Museum Masuk Sekolah ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal, Museum Begawe, Arkeologi Cilik, Museum Got Talent, serta pameran tematik.
Wisatawan Asing Mulai Datang Setiap Hari
Museum NTB juga melihat perubahan pola kunjungan wisatawan mancanegara. Sebelumnya, wisatawan asing lebih banyak datang melalui paket tur kota bagi penumpang kapal pesiar.
Kini, wisatawan mancanegara mulai mengunjungi museum setiap hari bersama pemandu wisata saat berlibur di Lombok. Informasi melalui berbagai platform digital ikut mendorong perubahan pola kunjungan.
Museum NTB menerima 1.622 wisatawan asing sepanjang Januari hingga Juni 2026. Kunjungan tertinggi terjadi pada Januari dengan jumlah 403 orang.
Museum Benahi Fasilitas
Pengelola Museum NTB terus membenahi sarana dan prasarana untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Pengelola menata lobi, merawat taman, dan memperbaiki fasilitas sanitasi.
Pembenahan itu mendukung visi Pemerintah Provinsi NTB untuk menjadikan Museum NTB sebagai destinasi wisata berstandar internasional.
“Kunjungan yang tinggi berdampak terhadap capaian pendapatan asli daerah (PAD). Hingga Juni 2026, target penerimaan PAD Museum NTB telah mencapai 103 persen,” pungkas Nuralam.










Komentar