Pengusaha Ungkap Dugaan Transaksi Titik Dapur MBG di NTB, Mengaku Diminta Setor Rp 300 Juta

Avatar photo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi infografis. (geneated by AI Gemini)

Ilustrasi infografis. (geneated by AI Gemini)

MATARAM, ntbkita.com-Penetapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memunculkan pengakuan baru dari sejumlah pengusaha di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Mereka mengaku pernah diminta menyetor uang dalam jumlah besar untuk mendapatkan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Seorang pengusaha yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, praktik itu sudah berlangsung sejak awal pelaksanaan program. Menurut dia, calon mitra yang ingin memperoleh satu titik dapur MBG harus menyerahkan uang kepada pihak perantara. Perantara itu mengaku memiliki akses dan kedekatan dengan pejabat di lingkungan BGN pusat.

“Kalau dulu setor kalau ingin dapat titik. Sekarang sudah mahal, sekitar Rp 300 juta bahkan lebih untuk satu titik,” kata sumber itu kepada media ini.

Ia menyebut nilai setoran berbeda antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Untuk Pulau Lombok, kata dia, calon mitra harus mengeluarkan dana lebih besar.

“Kalau di Pulau Sumbawa dengan Lombok beda lagi nilainya. Lebih besar di Lombok,” ujarnya.

Ia menegaskan hampir tidak ada peluang bagi calon mitra memperoleh titik SPPG secara cuma-cuma.

“Tidak ada yang gratis kalau ingin jadi mitra SPPG,” katanya.

Dugaan Jual Beli Titik MBG

Pengakuan itu mencuat saat Kejaksaan Agung mengusut dugaan korupsi tata kelola Program MBG. Penyidik juga mendalami dugaan praktik jual beli titik SPPG yang menyeret sejumlah pihak.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Salurkan 39 Ekor Sapi Kurban

Di NTB, polisi juga menangani kasus dugaan penjualan titik dapur MBG. Seorang pengusaha mengaku tertipu Rp 950 juta.

Polres Lombok Timur sudah menaikkan penanganan perkara itu ke tahap penyidikan.

”Kasus itu sudah kami tingkatkan ke tahap sidik,” kata Kapolres Lotim AKBP I Komang Sarjana.

Sementara itu, Kepala Regional BGN NTB Eko Prasetyo enggan berkomentar lebih jauh mengenai dugaan transaksi titik dapur MBG di NTB. Ia menyerahkan penanganan persoalan itu kepada aparat penegak hukum.

“Dugaan jual beli tersebut kita serahkan kepada pihak yang berwenang,” kata Eko.

Meski begitu, ia memastikan distribusi Program Makan Bergizi Gratis bagi pelajar dan ibu hamil di NTB tetap berjalan seperti biasa. Menurut dia, proses hukum di tingkat pusat tidak memengaruhi pelayanan kepada masyarakat.

“Di wilayah NTB, MBG tetap berjalan normal,” ujarnya.

Eko mengatakan, pihaknya tetap mengoptimalkan pelaksanaan program agar hak penerima manfaat tidak terganggu.

“Terkait apa yang terjadi belakangan ini tidak menyebabkan distribusi terganggu. Kita tetap memaksimalkan dan mengoptimalkan apa yang menjadi hak anak-anak,” kata dia.

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan tiga orang sebagai tersangka perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. Mereka yakni mantan Kepala BGN Dadan Hindayana (DH), mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung (LP), dan Sony Sonjaya (SS).

Baca Juga :  Frienky Adukan Dugaan Maladministrasi ke Irwasda Polda NTB

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan, ketiga tersangka diduga melakukan intervensi terhadap proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN, termasuk dalam pengelolaan titik SPPG.

“DH bersama-sama dengan SS dan LP dalam melakukan proses pengadaan barang dan jasa di Badan Gizi Nasional secara melawan hukum melakukan intervensi kepada Pejabat Pembuat Komitmen,” kata Syarief.

Menurut dia, intervensi itu memengaruhi penyusunan kerangka acuan kerja. Akibatnya, kerangka acuan kerja tidak lagi sesuai dengan kebutuhan riil pelaksanaan program. Kondisi itu memicu pemborosan yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Dalam perkembangan penyidikan, Kejaksaan Agung juga menyoroti sejumlah paket pengadaan bernilai besar. Paket itu antara lain pengadaan 21.801 unit motor listrik senilai Rp 1,03 triliun, 32 ribu pasang sepatu, 31.994 unit tablet, serta 5.400 unit televisi berukuran 75 inci yang diduga tidak sesuai ketentuan dan mengandung unsur mark up.

Terkait dugaan jual beli titik dapur MBG, Kejaksaan Agung masih menelusuri seluruh alur transaksi dan pihak-pihak yang diduga terlibat. Penyidik juga tengah mengumpulkan dokumen dan alat bukti untuk mengungkap dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Usut Dugaan Pembakaran Tiga Santri di Lombok Tengah
Kejari Mataram Serahkan Gedung LCC ke Bank Sinarmas
Eks Kepala Desa Akar-Akar Lombok Utara Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa, Kerugian Negara Rp 551 Juta
WNA Australia Ditangkap di Lombok Utara, Selundupkan Liquid Vape Berisi Ekstrak Ganja
Kejari Bima Dalami Dugaan Korupsi Dana Pokir Rp 60 Miliar
Terduga Begal Bukit Kayangan, Lombok Timur, Ditangkap Polisi
Lima Bulan, Polisi di NTB Tangkap 232 Tersangka Kasus Kejahatan 3C
Hukuman Terdakwa Korupsi Pengelolaan Lahan LCC Zaini Arony dan Isabel Dipangkas MA

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:20 WITA

Pengusaha Ungkap Dugaan Transaksi Titik Dapur MBG di NTB, Mengaku Diminta Setor Rp 300 Juta

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:14 WITA

Polisi Usut Dugaan Pembakaran Tiga Santri di Lombok Tengah

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:27 WITA

Kejari Mataram Serahkan Gedung LCC ke Bank Sinarmas

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:02 WITA

Eks Kepala Desa Akar-Akar Lombok Utara Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa, Kerugian Negara Rp 551 Juta

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:32 WITA

WNA Australia Ditangkap di Lombok Utara, Selundupkan Liquid Vape Berisi Ekstrak Ganja

Berita Terbaru

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (humas pemprov ntb)

Daerah

Tahun Pertama Iqbal-Dinda, Utang BLUD Tuntas

Jumat, 5 Jun 2026 - 15:45 WITA

Cegah kekerasan gender dari rumah. (humas pemprov ntb)

Daerah

NTB Perkuat Gerakan Stop Kekerasan Gender

Jumat, 5 Jun 2026 - 15:19 WITA