Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter, Ini Harga BBM Pertamina di NTB

Avatar photo

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi BBM naik

Ilustrasi BBM naik

MATARAM, ntbkita.com-Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina jenis Pertamax naik mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan itu juga berlaku untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pertamina kini menjual Pertamax di NTB seharga Rp 16.250 per liter. Harga ini naik dari posisi sebelumnya Rp 12.300 per liter.

Kenaikan harga menyasar BBM nonsubsidi jenis Pertamax. Sementara beberapa jenis BBM lain di NTB masih mengacu daftar harga terbaru Pertamina.

Untuk wilayah NTB, Pertamina menetapkan harga Pertamax Turbo Rp 20.750 per liter. Dexlite Rp 23.000 per liter. Pertamina Dex Rp 24.800 per liter.

Sementara itu, harga BBM subsidi tidak berubah. Pertalite tetap Rp 10.000 per liter. Biosolar tetap Rp 6.800 per liter.

Harga Naik Mulai 10 Juni

Pertamina Patra Niaga menyatakan, penyesuaian harga menyasar produk Pertamax dan Pertamax Green. Perubahan harga mulai berlaku pada 10 Juni 2026.

Baca Juga :  Bank NTB Syariah Hadirkan ‘POJOK NTBS’ di Pasar Acc Ampenan

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubuh mengatakan, Pertamina menyesuaikan harga setelah mengevaluasi formula harga pemerintah. Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator.

Menurut Roberth, penyesuaian harga menjadi bagian dari upaya menjaga tata kelola energi. Pertamina juga menempatkan keseimbangan bisnis, kualitas layanan, dan pasokan energi sebagai pertimbangan.

Kenaikan Pertamax cukup besar. Harga Pertamax naik Rp 3.950 per liter. Dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter.

Di sejumlah wilayah, Pertamax Green 95 juga naik. Harganya bergerak dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter. Namun daftar harga Pertamina untuk wilayah NTB tidak mencantumkan Pertamax Green.

Kenaikan harga Pertamax mendapat sorotan karena menyangkut kebutuhan mobilitas masyarakat. Pertamax banyak dipakai pengguna kendaraan pribadi.

Meski begitu, pemerintah menyebut dampak inflasi dari kenaikan harga BBM nonsubsidi akan terbatas. Alasannya, Pertamax tidak menjadi bahan bakar utama angkutan umum.

Baca Juga :  Pemprov NTB Ajak UMKM Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kenaikan harga ini terjadi saat pemerintah menghadapi tekanan fiskal dan biaya subsidi energi. Pertamina tetap mempertahankan harga BBM subsidi.

Bagi pengguna kendaraan di NTB, perubahan paling terasa berada pada Pertamax. Dengan harga baru Rp 16.250 per liter, pengguna kendaraan pribadi perlu menyesuaikan biaya harian.

Berikut daftar harga BBM Pertamina di NTB mulai 10 Juni 2026:

Pertamax: Rp 16.250 per liter.

Pertamax Turbo: Rp 20.750 per liter.

Dexlite: Rp 23.000 per liter.

Pertamina Dex: Rp 24.800 per liter.

Pertalite: Rp 10.000 per liter.

Biosolar: Rp 6.800 per liter.

Pertamina meminta masyarakat mengecek informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, dan aplikasi MyPertamina.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamax Naik, Bagaimana Harga BBM Indonesia Dibanding Negara Tetangga?
Investasinya Bermasalah, Pemprov NTB Buka Suara Terkait Marina Bay
Pemprov NTB Matangkan Konversi BPR Jadi Syariah
Pemprov NTB Bidik PAD Rp 28 Miliar dari Pertambangan Rakyat
Energi dan Sumber Daya Mineral Dorong Investasi NTB Rp 18,06 Triliun
Pemprov NTB Ajak UMKM Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Banyak UMKM Sulit Akses Kredit, Pemerintah Siapkan Solusi
Bank NTB Syariah Perluas Ekosistem QRIS Cross Border di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, 34 Ojek Wisata Kini Layani Pembayaran Non Tunai

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:09 WITA

Pertamax Naik, Bagaimana Harga BBM Indonesia Dibanding Negara Tetangga?

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:21 WITA

Investasinya Bermasalah, Pemprov NTB Buka Suara Terkait Marina Bay

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:24 WITA

Pemprov NTB Matangkan Konversi BPR Jadi Syariah

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:43 WITA

Pemprov NTB Bidik PAD Rp 28 Miliar dari Pertambangan Rakyat

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:33 WITA

Energi dan Sumber Daya Mineral Dorong Investasi NTB Rp 18,06 Triliun

Berita Terbaru