MATARAM, ntbkita.com-Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri mendorong generasi muda mengambil peran lebih besar dalam menjawab tantangan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Anak muda juga perlu hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Pesan itu ia sampaikan saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Daerah Yayasan Pemuda Prestasi dan Duta Pendidikan Indonesia di Ruang Kerja Wakil Gubernur NTB, Rabu (3/6).
Audiensi itu membahas pelaksanaan Pemilihan Putra Putri Pendidikan Indonesia Tahun 2026. Wakil gubernur menerima rombongan bersama Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB Dr. Syamsul Hadi.
Rombongan yayasan hadir bersama Direktur Putra Putri Pendidikan NTB Daud Usman.
Jelajah Pelosok Nusantara
Dalam pertemuan itu, Daud memaparkan berbagai kegiatan organisasi. Salah satunya, program Jelajah Pelosok Nusantara.
Program itu fokus pada advokasi pendidikan melalui kunjungan langsung ke sekolah-sekolah di berbagai daerah. Sasaran utamanya wilayah yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan.
“Kami menemukan masih ada sekolah yang membutuhkan perhatian bersama. Temuan-temuan di lapangan itulah yang mendorong kami untuk terus menyuarakan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Daud.
Daud juga melaporkan NTB akan mengirimkan 14 delegasi pada ajang Pemilihan Putra Putri Pendidikan Indonesia Tahun 2026. Para delegasi berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.
Wakil Gubernur NTB mengapresiasi kepedulian generasi muda itu. Mereka tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga turun langsung melihat persoalan pendidikan di lapangan.
“Saya senang karena inilah yang kita harapkan. Anak-anak muda tidak hanya berbicara tentang pendidikan, tetapi hadir, melihat persoalan yang ada, dan berupaya menjadi bagian dari solusi,” ujar Umi Dinda, sapaan akrabnya.
Perkuat Kolaborasi Pendidikan
Umi Dinda mengatakan, pendidikan masih menjadi sektor strategis yang memerlukan perhatian dan kolaborasi semua pihak.
NTB sudah mencatat berbagai capaian pembangunan. Namun, daerah masih menghadapi tantangan pemerataan kualitas pendidikan, angka putus sekolah, perlindungan perempuan dan anak, hingga pernikahan usia anak yang memiliki kaitan erat dengan kemiskinan.
Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan menjadi kunci untuk memperkuat Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Langkah itu juga penting untuk menyiapkan generasi yang mampu bersaing di masa depan.
Menurut Umi Dinda, kegiatan para duta pendidikan memberi dukungan nyata terhadap upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ia mendorong Yayasan Pemuda Prestasi dan Duta Pendidikan Indonesia terus bersinergi dengan program Pemerintah Provinsi NTB. Sinergi itu perlu menjangkau advokasi pendidikan hingga kabupaten dan kota.
Umi Dinda menilai keberanian generasi muda masuk ke isu sosial dan pendidikan menjadi modal penting untuk melahirkan pemimpin masa depan. Pemimpin itu harus memiliki visi, kepedulian, dan kemampuan menghadapi tantangan pembangunan.
Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora NTB Dr. Syamsul Hadi mengatakan, semangat para peserta menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap dunia pendidikan terus tumbuh.
Menurut Syamsul, persoalan pendidikan memang kompleks. Namun, semua pihak akan lebih mudah mencari solusi jika bergerak bersama.
Audiensi itu menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi Pemerintah Provinsi NTB dan generasi muda. Kolaborasi itu menyasar peningkatan kualitas pendidikan, pembangunan karakter, serta lahirnya agen perubahan yang mampu mendorong sumber daya manusia NTB makin unggul dan berdaya saing.










Komentar