BRIDA NTB Buka Sayembara Riset untuk Peneliti Muda

Avatar photo

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, ntbkita.com-Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB menyiapkan Sayembara Riset dan Inovasi bagi peneliti muda pada 2026. Pemprov NTB menyediakan stimulus APBD sebesar Rp 30 juta per proposal untuk 15 inovasi terpilih.

Sayembara itu akan berfokus pada tiga program prioritas daerah. Fokusnya meliputi penanganan kemiskinan, ketahanan pangan terkait stunting, dan pengembangan pariwisata.

BRIDA membahas persiapan sayembara dalam Rapat Tim Evaluasi Riset dan Inovasi Daerah Provinsi NTB di Aula BRIDA NTB, Kamis (16/7/2026). Kepala BRIDA Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi memimpin rapat perdana itu.

Susun Tahapan Sayembara

Tim Evaluasi menjalankan tugas berdasarkan SK Gubernur. Tugasnya mempercepat kegiatan riset dan inovasi agar memberi dampak bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

Tim juga akan menilai kualitas proposal sayembara. Penilaian mencakup nilai terapan, manfaat ekonomi, dan kontribusi riset terhadap penyelesaian persoalan pembangunan NTB.

Rapat memetakan seluruh tahapan pelaksanaan sayembara. Tahapan itu mencakup penyusunan standar operasional prosedur (SOP), desain brosur, sosialisasi, dan pendaftaran daring.

Panitia kemudian akan menjalankan seleksi administrasi dan evaluasi proposal. Peserta juga harus memaparkan hasil riset sebelum mengikuti sidang dewan juri.

Baca Juga :  BRIDA NTB-Smart ID Siapkan Kolaborasi Riset Berdampak

Riset Harus Memberi Dampak Nyata

Putu Aryadi menegaskan, BRIDA terus memperkuat kebijakan riset dan inovasi terapan. Langkah itu bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia meminta seluruh penelitian yang mendapat dukungan pemerintah daerah selaras dengan RPJMD. Penelitian juga harus mengikuti peta jalan pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Provinsi NTB.

“Kita ingin setiap inovasi tidak hanya berhenti pada konsep atau laporan penelitian, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor, pendampingan di lapangan, serta penyusunan policy paper sebagai dasar penguatan NTB menuju Rumah Inovasi Daerah,” ujar Aryadi.

Aryadi mencontohkan riset BRIDA mengenai pupuk kompos berbahan kotoran sapi dan kelelawar untuk budidaya anggur lokal.

Riset itu berkembang hingga menghasilkan berbagai olahan anggur. Produknya meliputi minuman wine tanpa alkohol dan wine berbumbu rempah yang menarik minat wisatawan.

Baca Juga :  Pemkot Mataram Fokuskan Dana Transfer Rp 821 Miliar untuk Tiga Program

Menurut Aryadi, inovasi itu memberi nilai tambah bagi produk lokal. Riset itu juga mendorong budidaya anggur dan penggunaan pupuk organik.

BRIDA melibatkan perguruan tinggi dalam pengembangannya, termasuk Universitas Mataram.

Akademisi Usulkan Aturan Penggunaan AI

Praktisi, akademisi, serta perwakilan perguruan tinggi menghadiri rapat itu. Perwakilan Universitas Mataram dan Universitas Lambung Mangkurat turut menyampaikan masukan.

Perwakilan Unram meminta BRIDA menyusun panduan teknis sebelum memulai sosialisasi. BRIDA juga perlu menyiapkan mekanisme seleksi substansi.

Unram turut mengusulkan aturan penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence dalam penyusunan proposal penelitian.

Afif Amrullah dari ULM menyoroti tahapan implementasi inovasi setelah proses seleksi. Ia meminta BRIDA memperjelas kualifikasi pengusul dan klasifikasi peneliti muda.

Afif juga mengusulkan batas jumlah proposal yang dapat peserta ajukan dalam satu tahun. Setiap riset perlu menghasilkan inovasi terapan, publikasi ilmiah, dan rekomendasi kebijakan.

Tim Evaluasi akan menyempurnakan SOP sebelum menyeleksi proposal para peneliti muda. BRIDA berharap sayembara melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat NTB.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Iqbal Minta Manajemen Risiko Jadi Dasar Keputusan Pemprov NTB
Tumpukan Sampah TPS Sandubaya Menyusut Jadi 2.000–3.000 Ton
Tempah Dedoro Mataram Tembus 1.249 Unit dan Kurangi Sampah ke TPA
Puluhan Ribu Nelayan NTB Terkendala Akses BBM Subsidi
Pemprov NTB dan Pemkot Mataram Bagikan Bendera Sambut HUT Ke-81 RI
Pemprov NTB Siapkan Talent Pool untuk Pengisian Jabatan ASN
Pemprov NTB Susun Pedoman Mediasi Sengketa Pernikahan Beda Agama
Kuota Elpiji 3 Kilogram KSB Turun, Pemkab Minta Tambahan ke Pusat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Gubernur Iqbal Minta Manajemen Risiko Jadi Dasar Keputusan Pemprov NTB

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:49 WITA

Tumpukan Sampah TPS Sandubaya Menyusut Jadi 2.000–3.000 Ton

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:52 WITA

Tempah Dedoro Mataram Tembus 1.249 Unit dan Kurangi Sampah ke TPA

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:30 WITA

Puluhan Ribu Nelayan NTB Terkendala Akses BBM Subsidi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:42 WITA

Pemprov NTB dan Pemkot Mataram Bagikan Bendera Sambut HUT Ke-81 RI

Berita Terbaru

Sudirsah Sujanto

Olahraga

Jelang PON 2028 Gubernur Iqbal Didorong Jadi Ketua KONI NTB

Sabtu, 8 Agu 2026 - 18:52 WITA