Gubernur Iqbal Dorong Gerakan Tanam Cabai di Sekolah

Avatar photo

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

MATARAM, ntbkita.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengintensifkan gerakan budidaya cabai di lingkungan sekolah. Program ini menjalankan instruksi Gubernur NTB Dr. H. Lalu Iqbal untuk membantu mengendalikan inflasi.

Pemprov NTB mengawali gerakan itu melalui pelatihan budidaya cabai bagi 61 guru SMA, SMK, dan SLB di Pulau Lombok. SMK Pertanian Pembangunan Negeri Mataram menjadi pusat pelatihan pada Senin (13/7).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Lalu Mirza Amir Hamzah mengatakan para guru akan menjadi pendamping di sekolah. Mereka bertugas membimbing siswa dalam menanam dan merawat cabai.

“Hari ini ada 61 guru yang mengikuti pelatihan budidaya cabai. Mereka nantinya menjadi pendamping di sekolah untuk memberikan edukasi kepada para siswa mengenai teknik budidaya cabai,” ujar Mirza.

Kenalkan Agribisnis Sejak Sekolah

Mirza mengatakan cabai memberi kontribusi besar terhadap inflasi nasional dan daerah. Karena itu, pemerintah ingin mengenalkan sektor pertanian kepada siswa sejak dini.

Program itu juga membuka wawasan siswa mengenai peluang usaha di sektor agribisnis.

“Ini merupakan langkah konkret dari Pak Gubernur Iqbal agar siswa memahami cara budidaya cabai sekaligus memiliki minat menjadi entrepreneur di bidang agribisnis,” katanya.

Setelah pelatihan, para guru akan menerima bibit cabai untuk siswa baru. Setiap siswa bertanggung jawab menanam, merawat, hingga memanen cabai.

Siswa dapat menggunakan polybag atau memanfaatkan lahan sekolah.

“Bibit diberikan dalam bentuk semaian, kemudian dipindahkan ke media tanam. Anak-anak akan belajar langsung mulai dari proses penanaman sampai panen,” ujarnya.

Baca Juga :  Tak Ada Jalur Titipan, Sekolah Rakyat Lotim Hanya Terima Anak Keluarga Miskin

Potensi Keuntungan Rp 550 Juta

Mirza menilai budidaya cabai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Petani bisa memperoleh keuntungan hingga ratusan juta rupiah apabila mengelolanya secara optimal.

“Kalau budidaya dilakukan dengan baik, keuntungan per hektare dalam satu siklus bisa mencapai sekitar Rp 550 juta dengan asumsi harga acuan pemerintah sekitar Rp 33 ribu per kilogram,” jelasnya.

Ia ingin sekolah melahirkan generasi muda yang tertarik mengembangkan agribisnis. Apalagi, NTB selama ini mencatat surplus produksi cabai.

Pada 2025, NTB menghasilkan sekitar 74 ribu ton cabai. Sementara itu, konsumsi daerah mencapai sekitar 36 ribu ton.

Surplus itu menjadikan NTB sebagai salah satu daerah pemasok cabai bagi wilayah lain yang mengalami defisit.

“NTB merupakan salah satu daerah penyangga kebutuhan cabai nasional. Karena itu kami ingin melahirkan generasi muda yang memiliki jiwa agribisnis agar mampu mempertahankan bahkan meningkatkan produksi cabai di masa depan,” katanya.

Program Menyasar Pulau Sumbawa

Pemprov NTB memulai pelatihan bagi guru di Pulau Lombok. Selanjutnya, pemerintah akan memperluas program ke sekolah-sekolah di Pulau Sumbawa.

Pemerintah juga akan menyalurkan bibit cabai secara gratis untuk mendukung gerakan menanam di lingkungan pendidikan.

SMKPP Negeri Mataram menyiapkan ribuan bibit cabai untuk program itu. Sekolah menyiapkan bibit di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Timur.

Kepala SMKPP Negeri Mataram Sugiarta mengatakan SMKPP Bima akan memenuhi kebutuhan bibit untuk Pulau Sumbawa.

Baca Juga :  Pemprov NTB Siapkan Petani Muda lewat Sekolah Pertanian

“Bibit ini kami siapkan untuk dibagikan kepada seluruh sekolah, mulai dari SMP, SMA hingga SLB di Pulau Lombok. Jika ada sekolah dari Pulau Sumbawa yang membutuhkan, juga bisa mengambil sesuai lokasi yang telah ditentukan,” ujarnya.

Program akan mulai menyalurkan bibit pada pekan kedua pelaksanaan. Para guru membawa bibit ke sekolah untuk menanamnya bersama siswa selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Bangun Ketahanan Pangan dari Sekolah

Sugiarta mengatakan program itu tidak hanya mengejar hasil panen. Gerakan menanam cabai juga bertujuan membangun karakter, kepedulian terhadap ketahanan pangan, dan kecintaan siswa terhadap pertanian.

“Program ini sangat bagus karena menjadi media edukasi bagi siswa. Ketahanan pangan harus dibangun mulai dari sekolah. Anak-anak nantinya akan membawa pengetahuan itu ke rumah dan diharapkan mampu mengajak bahkan membimbing orang tua mereka untuk ikut menanam,” katanya.

Pemerintah juga akan membawa konsep pertanian masuk sekolah ke pondok pesantren dan satuan pendidikan lain. Sekolah di kawasan perkotaan dapat menerapkan pertanian perkotaan menggunakan polybag.

Sementara itu, sekolah yang memiliki lahan dapat memanfaatkannya sebagai kebun budidaya.

Program ini akan berlangsung secara berkelanjutan. Setelah panen, sekolah dapat kembali melakukan pembibitan dan penanaman.

SMKPP Negeri Mataram juga berencana membentuk forum budidaya cabai. Forum itu menjadi wadah berbagi pengalaman, memantau perkembangan tanaman, dan memperkuat kolaborasi antarsekolah.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ditlantas Polda NTB Ingatkan Pelajar Jangan Berkendara sebelum Punya SIM
ICMRI UMMAT 2026 Jadi Panggung Peneliti Muda dari 35 Perguruan Tinggi
Gubernur Iqbal Siapkan SMK NTB Go Global lewat Kemitraan Industri
Kuliah Umum FH UMMAT Bedah Hukum dan Budaya dalam Masyarakat Multikultural
Pemprov NTB Dorong Pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi
Di Era Digital, Disbud NTB Dorong Anak Kenal Budaya Sejak Dini
Kementerian PU Survei Lahan Sekolah Rakyat Dompu, Pemkab Siapkan Enam Hektare
BRIDA NTB Dorong Kampus Hasilkan Riset untuk Atasi Masalah Daerah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:33 WITA

ICMRI UMMAT 2026 Jadi Panggung Peneliti Muda dari 35 Perguruan Tinggi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:45 WITA

Gubernur Iqbal Siapkan SMK NTB Go Global lewat Kemitraan Industri

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:28 WITA

Kuliah Umum FH UMMAT Bedah Hukum dan Budaya dalam Masyarakat Multikultural

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:08 WITA

Pemprov NTB Dorong Pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:55 WITA

Di Era Digital, Disbud NTB Dorong Anak Kenal Budaya Sejak Dini

Berita Terbaru

Sudirsah Sujanto

Olahraga

Jelang PON 2028 Gubernur Iqbal Didorong Jadi Ketua KONI NTB

Sabtu, 8 Agu 2026 - 18:52 WITA