MATARAM, ntbkita.com-Polresta Mataram mengamankan sembilan remaja berusia rata-rata 14-15 tahun setelah video mereka berkendara ugal-ugalan sambil memamerkan senjata tajam viral di media sosial.
Polisi masih memburu remaja lain yang ikut dalam konvoi malam hari itu. Hasil pemeriksaan sementara juga mengarah pada dugaan bahwa kelompok remaja itu melakukan aksi setelah pesta minuman beralkohol.
Kepala Satreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra mengatakan polisi bergerak setelah aksi kelompok itu menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama pengguna jalan.
“Atas dasar itu, kami melakukan penelusuran jejak mereka dan hari ini baru berhasil mengamankan sembilan orang,” kata Dharma di Mataram, Jumat malam (11/9).
Polisi Masih Buru Peserta Konvoi Lain
Polresta Mataram belum menghentikan penelusuran setelah mengamankan sembilan orang.
Tim masih mencari remaja lain yang ikut dalam aksi berkendara ugal-ugalan pada malam hari.
“Saat ini masih melakukan pengejaran terhadap yang lain,” ucapnya.
Polisi sebelumnya menelusuri jejak kelompok setelah rekaman aksi mereka beredar di media sosial.
Dalam video, kelompok remaja itu terlihat berkendara di jalan raya sambil membawa dan memamerkan senjata tajam.
Rata-rata Berusia 14 hingga 15 Tahun
Dharma mengatakan seluruh remaja yang polisi amankan masih masuk kategori anak.
Rata-rata usia mereka berkisar 14 sampai 15 tahun.
“Ada yang masih pelajar kelas dua SMP,” ujarnya.
Karena usia mereka masih anak, polisi juga harus menyesuaikan penanganan dengan ketentuan hukum yang mengatur sistem peradilan pidana anak.
Hingga kini, polisi belum menetapkan sembilan remaja itu sebagai tersangka.
Mereka masih berstatus orang yang polisi amankan selama proses pendalaman berlangsung.
Polisi Dalami Dugaan Pesta Miras sebelum Konvoi
Pemeriksaan awal juga mengungkap dugaan bahwa kelompok remaja itu melakukan konvoi setelah pesta minuman beralkohol.
Namun, penyidik masih mendalami motif dan rangkaian kejadian sebelum aksi di jalan raya.
“Itu sementara, masih kami dalami lagi motifnya,” kata Dharma.
Karena itu, polisi belum mengambil kesimpulan akhir mengenai alasan para remaja membawa senjata tajam dan berkendara ugal-ugalan.
Penyidik masih mengumpulkan bukti sekaligus meminta keterangan untuk mengetahui peran masing-masing anak.
Belum Ada yang Berstatus Tersangka
Dharma menegaskan polisi belum menetapkan tersangka dalam perkara ini.
Polresta Mataram masih memeriksa kecukupan bukti dan mendalami keterlibatan setiap orang dalam aksi yang terekam video.
“Kalau bukti cukup, kami akan memproses tegas sesuai undang-undang yang berlaku, sebagai efek jera,” ujarnya.
Selain mendalami peran sembilan remaja yang sudah berada di tangan polisi, tim masih menelusuri peserta konvoi lain.
Polresta Mataram akan menentukan langkah hukum selanjutnya setelah penyidik memperoleh gambaran lengkap mengenai aksi, barang bukti, serta peran masing-masing remaja.










Komentar