KPK Beri Pemkab Lombok Barat Waktu Sebulan Benahi Tata Kelola Usai OTT Bupati LAZ

Avatar photo

Jumat, 4 September 2026 - 10:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Lombok Barat Nurul Adha

Wabup Lombok Barat Nurul Adha

LOMBOK BARAT, ntbkita.com-Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menjadikan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap mantan Bupati Lalu Ahmad Zaini sebagai momentum untuk membenahi tata kelola pemerintahan. KPK memberi Pemkab waktu satu bulan untuk memperkuat perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program hingga pencapaian hasil.

Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha mengatakan perhatian khusus dari KPK harus menjadi bahan refleksi bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN).

“Hasil SPI dari KPK menjadi perhatian tinggi bagi kita di Lombok Barat. Pembinaan khusus telah kita terima, dan ini menjadi momentum untuk memperkuat kontrol internal di seluruh instansi,” ujar Nurul Adha usai Rakor Pemantauan dan Evaluasi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah bersama KPK di Graha Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur NTB, Kamis (3/9/2026).

Pemkab Punya Waktu Satu Bulan

Menurut Nurul, KPK meminta Pemkab Lombok Barat melakukan pembenahan menyeluruh dalam waktu satu bulan.

Baca Juga :  MTQ Kecamatan Lembar Ditutup, Pemkab Lombok Barat Minta Pembinaan Santri Diperkuat

Perbaikan mencakup alur perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, hingga pencapaian hasil atau outcome.

Selain itu, Pemkab akan memperketat verifikasi usulan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

“Evaluasi ini juga mencakup verifikasi usulan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD agar benar-benar tepat sasaran dan selaras dengan program prioritas seperti penanggulangan kemiskinan,” katanya.

Dengan langkah itu, Pemkab ingin memastikan usulan anggaran memiliki sasaran yang jelas dan sejalan dengan kebutuhan prioritas daerah.

Pengadaan Barang dan Jasa Jadi Perhatian

Nurul juga menyoroti kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), terutama pada sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

Pemkab ingin memperkuat kepatuhan itu sebagai bagian dari mitigasi risiko korupsi transaksional.

Karena itu, Nurul meminta aparat pengawas internal meningkatkan pendampingan dalam setiap proses administrasi.

“Peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) atau Inspektorat sangat vital. Inspektorat harus menjadi pengawal utama dalam menguji ketepatan sasaran bantuan maupun kesesuaian prosedur pengadaan di lapangan,” tegasnya.

Baca Juga :  Polisi Amankan RW di Labuhan Lombok, Temukan 1,68 Gram Barang Diduga Sabu

Inspektorat, menurut Nurul, harus mengambil peran lebih kuat sejak awal agar pemerintah dapat mencegah persoalan sebelum berkembang menjadi pelanggaran.

Integritas Tak Boleh Berhenti Jadi Slogan

Nurul menegaskan komitmen menjaga integritas tidak boleh berhenti pada slogan.

Pemkab harus menerjemahkan komitmen itu melalui pembenahan sistem dan penguatan pengawasan internal.

Dalam satu bulan ke depan, Pemkab Lombok Barat akan memanfaatkan evaluasi KPK untuk memperbaiki berbagai titik rawan sekaligus memperkuat kepercayaan publik.

Sementara itu, Ketua DPRD Lombok Barat Lalu Ivan Indaryadi menilai catatan KPK juga menjadi pengingat bagi unsur legislatif.

“Intinya apa yang terjadi kemarin (OTT) menjadi pelajaran bersama untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan supaya tidak terulang kembali,” katanya.

Karena itu, pembenahan pasca-OTT tidak hanya menjadi pekerjaan eksekutif.

Pemkab dan DPRD Lombok Barat sama-sama menghadapi tuntutan untuk memperketat tata kelola, mengawasi penggunaan anggaran, serta memastikan program pemerintah berjalan sesuai sasaran.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polresta Mataram Amankan 20 Orang Terduga Penyalahguna Narkoba dari Tempat Karaoke dan Indekos
Dugaan Korupsi Penyertaan Modal PT Energi Selaparang Naik ke Penyidikan
Polres Bima Kota Amankan Pria 44 Tahun, Dalami Dugaan Persetubuhan terhadap Anak
Honda Sonic Hilang Dua Tahun Lalu Muncul di Gudang Ekspedisi Mataram
Polisi Mediasi Dugaan Penganiayaan Ibu Tiri di Lingsar, Kedua Pihak Berdamai
Pemuda Terluka di Dermaga Badas, Polisi Amankan Terduga Pelaku
Polres Lombok Utara Bongkar Budi Daya Magic Mushroom, Enam Orang Jadi Tersangka
Warga Karumbu Serahkan Senpi Rakitan ke Polsek Langgudu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 11:31 WITA

Polresta Mataram Amankan 20 Orang Terduga Penyalahguna Narkoba dari Tempat Karaoke dan Indekos

Sabtu, 19 September 2026 - 09:51 WITA

Dugaan Korupsi Penyertaan Modal PT Energi Selaparang Naik ke Penyidikan

Sabtu, 19 September 2026 - 07:37 WITA

Polres Bima Kota Amankan Pria 44 Tahun, Dalami Dugaan Persetubuhan terhadap Anak

Sabtu, 19 September 2026 - 07:28 WITA

Honda Sonic Hilang Dua Tahun Lalu Muncul di Gudang Ekspedisi Mataram

Jumat, 18 September 2026 - 15:44 WITA

Polisi Mediasi Dugaan Penganiayaan Ibu Tiri di Lingsar, Kedua Pihak Berdamai

Berita Terbaru