DOMPU, ntbkita.com-Penggeledahan Kantor Desa Tekasire, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, berakhir ricuh, Kamis (13/8/2026).
Awalnya, Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Dompu menggeledah kantor desa untuk mencari bukti dugaan korupsi pengelolaan Dana Desa Tekasire Tahun Anggaran 2024 dan 2025.
Namun, situasi berubah setelah puluhan warga mendatangi kantor desa. Ketegangan kemudian meningkat hingga sejumlah warga menerobos masuk dan merebut barang hasil penggeledahan.
Barang yang berhasil warga rebut meliputi sejumlah surat, dokumen, serta satu unit mesin printer.
Plh. Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Dompu Danny Curia Novitawan memimpin penggeledahan bersama enam jaksa penyidik. Selain itu, tiga personel Intelijen Kejari Dompu ikut memberikan pengamanan.
“Penggeledahan kami lakukan dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan Dana Desa Tekasire Tahun Anggaran 2024 dan 2025,” kata Danny.
Kepala Desa Tidak Berada di Kantor
Tim penyidik berangkat menuju Kantor Desa Tekasire sekitar pukul 09.35 Wita dengan menggunakan tiga kendaraan roda empat.
Sekitar pukul 10.15 Wita, rombongan tiba di lokasi. Namun, Kepala Desa Tekasire Muhammad Jaitun tidak berada di kantor.
Sekretaris Desa Tekasire Nurjaenab menjelaskan Muhammad Jaitun sedang menghadiri acara pelantikan anaknya di Surabaya.
Setelah itu, Danny menunjukkan surat izin Pengadilan Negeri Dompu serta surat perintah penggeledahan dan penyitaan kepada sekretaris desa.
Kemudian, sekitar pukul 10.20 Wita, tim mulai menggeledah kantor.
Penyidik membawa Surat Perintah Penggeledahan Nomor PRINT-1596/N.2.15/Fd.2/08/2026 tanggal 11 Agustus 2026.
Selain itu, tim menggunakan Surat Perintah Penyitaan Nomor PRINT-1616/N.2.15/Fd.2/08/2026 tanggal 13 Agustus 2026.
Sementara itu, tim Intelijen menjalankan pengamanan berdasarkan Surat Perintah Pengamanan Intelijen Nomor SP.TUG-61/N.2.15/Dip.4/08/2026 tanggal 12 Agustus 2026.
Selama proses berlangsung, Nurjaenab bersama sejumlah staf Desa Tekasire ikut menyaksikan penggeledahan.
Sekitar 80 Warga Mulai Berdatangan
Situasi mulai berubah sekitar pukul 10.30 Wita. Saat itu, sekitar 80 warga mulai berkumpul di halaman kantor desa.
Selanjutnya, sekitar pukul 10.45 Wita, sebagian warga memblokir jalan di depan Kantor Desa Tekasire.
Meski ketegangan mulai meningkat, tim penyidik masih melanjutkan penggeledahan. Mereka mengumpulkan surat dan dokumen yang berkaitan dengan penyidikan Dana Desa Tekasire.
Namun, sekitar pukul 10.50 Wita, sejumlah warga mulai berupaya menerobos masuk ke dalam kantor.
Karena situasi semakin memanas, beberapa perwakilan masyarakat kemudian menemui Danny sekitar pukul 10.55 Wita.
Mediasi berlangsung di ruangan Kepala Desa Tekasire.
Di sisi lain, massa yang berada di luar kantor terus menunjukkan reaksi. Saat proses mediasi berlangsung, sejumlah warga melempar batu dan kayu ke arah bangunan.
Akibatnya, beberapa kaca Kantor Desa Tekasire pecah.
Warga Menerobos Masuk saat Mediasi Berlangsung
Ketegangan kemudian meningkat sekitar pukul 11.00 Wita.
Sejumlah warga berhasil masuk ke kantor desa melalui pintu depan dan belakang.
Pada kondisi itu, tim penyidik mulai mempertimbangkan keselamatan personel serta pihak lain yang berada di lokasi.
“Karena kondisi keamanan semakin tidak kondusif, kami memutuskan menghentikan penggeledahan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terhadap personel maupun pihak lain di lokasi,” kata Danny.
Karena itu, tim akhirnya menghentikan kegiatan lebih cepat.
Sekitar pukul 11.15 Wita, penyidik mulai meninggalkan Kantor Desa Tekasire. Personel Polsek Manggelewa dan Unit Intel Koramil Manggelewa kemudian mengawal mereka keluar dari lokasi.
Namun, kericuhan belum berakhir.
Warga Rebut Dokumen dan Printer
Saat tim mengeluarkan barang hasil penggeledahan, sejumlah warga berusaha mengambil barang yang sudah penyidik kumpulkan.
Aksi tarik-menarik kemudian terjadi antara warga dan personel tim.
Selain jaksa penyidik, staf Pidsus dan staf Intelijen ikut membantu membawa barang hasil penggeledahan.
Namun, banyaknya warga yang berusaha mengambil barang membuat tim tidak mampu mempertahankan seluruh hasil penggeledahan.
Pada akhirnya, sejumlah barang jatuh ke tangan warga.
“Sejumlah surat dan dokumen hasil penggeledahan serta satu unit mesin printer yang sudah kami kumpulkan berhasil direbut dan dikuasai masyarakat,” ujar Danny.
Setelah itu, tim fokus mengevakuasi seluruh personel dari lokasi.
Sekitar pukul 11.25 Wita, seluruh anggota tim berhasil masuk ke kendaraan dan meninggalkan Kantor Desa Tekasire.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan sekitar pukul 11.45 Wita, situasi di sekitar kantor desa mulai kembali relatif kondusif.
Selanjutnya, Kejari Dompu akan melaporkan hasil penggeledahan kepada pimpinan untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut.
Penyidik juga masih melanjutkan penanganan perkara dugaan korupsi pengelolaan Dana Desa Tekasire Tahun Anggaran 2024 dan 2025.






Komentar