LOMBOK BARAT, ntbkita.com-Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat membuka kolaborasi dengan Himpunan Pendidik dan Peneliti Biologi Indonesia (HPPBI) NTB serta Lembaga Ilmu Terapan dan Pengabdian Masyarakat (LITPAM) IKN.
Kolaborasi itu akan menghubungkan riset dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pengolahan sampah, pendidikan, pengabdian masyarakat hingga hilirisasi hasil penelitian.
Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi menyampaikan arah kolaborasi itu dalam audiensi bersama HPPBI NTB dan LITPAM IKN di Lombok Barat, Jumat (11/9).
HPPBI Mulai Proyek Sampah di Sekarbela
HPPBI NTB memiliki sekitar 250 anggota dari berbagai perguruan tinggi di NTB.
Organisasi itu mulai mengembangkan proyek pengolahan sampah berbasis masyarakat di kawasan Sekarbela, Kota Mataram.
Pada tahap awal, HPPBI melibatkan sekitar 10 kepala keluarga.
BRIDA melihat proyek semacam itu sebagai ruang untuk menguji hasil penelitian langsung di tengah masyarakat.
Menurut Aryadi, peneliti perlu memulai riset dengan mengenali persoalan dan potensi berdasarkan data serta kondisi lapangan.
Setelah itu, peneliti dapat melanjutkan hasilnya melalui uji coba, pengembangan, dan penerapan hingga melahirkan inovasi yang bermanfaat.
BRIDA Ingin Riset Tak Berhenti sebagai Dokumen
BRIDA mengambil peran sebagai penghubung antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, komunitas, dunia usaha, dan pemerintah daerah.
Melalui program inkubasi dan klinik inovasi, BRIDA mendampingi peneliti serta pengembang untuk membawa hasil riset menuju produk atau model tata kelola yang dapat masyarakat gunakan.
Selain itu, BRIDA menjalankan Sayembara Riset dan Inovasi untuk mencari karya yang memiliki peluang pengembangan lebih lanjut.
Dengan pola itu, BRIDA ingin mendorong penelitian melewati tahap publikasi.
Hasil riset juga perlu menjawab kebutuhan pembangunan serta menawarkan solusi yang dapat masyarakat rasakan.
LITPAM Fokus Riset hingga Publikasi Ilmiah
Sementara itu, LITPAM IKN membawa pengalaman pada bidang penelitian, pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pendampingan publikasi ilmiah.
Lembaga itu menyediakan konsultasi penelitian pada bidang pendidikan, fisika, kimia, dan biologi.
LITPAM juga mendampingi peneliti dalam publikasi jurnal nasional maupun internasional.
Selain artikel ilmiah, peneliti dapat mengembangkan hasil penelitian dan pengabdian menjadi buku maupun produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Kolaborasi dengan BRIDA dan HPPBI kemudian membuka ruang agar hasil penelitian dapat masuk ke tahap penerapan di masyarakat.
Inovasi Perlu Uji Lapangan
BRIDA menilai peneliti perlu menguji inovasi secara langsung sebelum mengembangkannya dalam skala lebih luas.
Pengujian itu dapat membantu tim melihat manfaat, efisiensi, serta peluang pengembangan setiap inovasi.
Karena itu, BRIDA ingin mempertemukan kekuatan akademik dengan persoalan nyata yang masyarakat hadapi.
Pendekatan itu juga sejalan dengan persiapan NTB sebagai salah satu daerah model Rumah Inovasi Daerah.
Konsep Rumah Inovasi Daerah akan mempertemukan perguruan tinggi, lembaga riset, komunitas, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu ekosistem.
BRIDA Ingin Hasil Riset Beri Manfaat Terukur
Melalui kolaborasi dengan HPPBI NTB dan LITPAM IKN, BRIDA ingin menghubungkan potensi akademik dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Perguruan tinggi dan lembaga penelitian memiliki sumber daya serta hasil riset. Sementara pemerintah dan masyarakat memiliki persoalan lapangan yang membutuhkan solusi.
BRIDA ingin mempertemukan dua sisi itu.
Dengan demikian, penelitian tidak hanya menghasilkan dokumen atau publikasi. BRIDA mendorong peneliti mengembangkan hasilnya menjadi inovasi yang dapat masyarakat gunakan sekaligus memberi manfaat yang terukur bagi pembangunan NTB.










Komentar