BRIDA NTB Gandeng HPPBI dan LITPAM Perkuat Riset dan Inovasi

Avatar photo

Jumat, 11 September 2026 - 15:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolaborasi riset BRIDA NTB.

Kolaborasi riset BRIDA NTB.

LOMBOK BARAT, ntbkita.com-Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat membuka kolaborasi dengan Himpunan Pendidik dan Peneliti Biologi Indonesia (HPPBI) NTB serta Lembaga Ilmu Terapan dan Pengabdian Masyarakat (LITPAM) IKN.

Kolaborasi itu akan menghubungkan riset dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pengolahan sampah, pendidikan, pengabdian masyarakat hingga hilirisasi hasil penelitian.

Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi menyampaikan arah kolaborasi itu dalam audiensi bersama HPPBI NTB dan LITPAM IKN di Lombok Barat, Jumat (11/9).

HPPBI Mulai Proyek Sampah di Sekarbela

HPPBI NTB memiliki sekitar 250 anggota dari berbagai perguruan tinggi di NTB.

Organisasi itu mulai mengembangkan proyek pengolahan sampah berbasis masyarakat di kawasan Sekarbela, Kota Mataram.

Pada tahap awal, HPPBI melibatkan sekitar 10 kepala keluarga.

BRIDA melihat proyek semacam itu sebagai ruang untuk menguji hasil penelitian langsung di tengah masyarakat.

Menurut Aryadi, peneliti perlu memulai riset dengan mengenali persoalan dan potensi berdasarkan data serta kondisi lapangan.

Setelah itu, peneliti dapat melanjutkan hasilnya melalui uji coba, pengembangan, dan penerapan hingga melahirkan inovasi yang bermanfaat.

Baca Juga :  Pemkab Murung Raya Siapkan Budidaya Kurma Tropis, Gandeng BRIDA NTB Kaji Lahan dan Bibit Unggul

BRIDA Ingin Riset Tak Berhenti sebagai Dokumen

BRIDA mengambil peran sebagai penghubung antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, komunitas, dunia usaha, dan pemerintah daerah.

Melalui program inkubasi dan klinik inovasi, BRIDA mendampingi peneliti serta pengembang untuk membawa hasil riset menuju produk atau model tata kelola yang dapat masyarakat gunakan.

Selain itu, BRIDA menjalankan Sayembara Riset dan Inovasi untuk mencari karya yang memiliki peluang pengembangan lebih lanjut.

Dengan pola itu, BRIDA ingin mendorong penelitian melewati tahap publikasi.

Hasil riset juga perlu menjawab kebutuhan pembangunan serta menawarkan solusi yang dapat masyarakat rasakan.

LITPAM Fokus Riset hingga Publikasi Ilmiah

Sementara itu, LITPAM IKN membawa pengalaman pada bidang penelitian, pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pendampingan publikasi ilmiah.

Lembaga itu menyediakan konsultasi penelitian pada bidang pendidikan, fisika, kimia, dan biologi.

LITPAM juga mendampingi peneliti dalam publikasi jurnal nasional maupun internasional.

Selain artikel ilmiah, peneliti dapat mengembangkan hasil penelitian dan pengabdian menjadi buku maupun produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Kolaborasi dengan BRIDA dan HPPBI kemudian membuka ruang agar hasil penelitian dapat masuk ke tahap penerapan di masyarakat.

Baca Juga :  Kominda NTB Petakan Isu Daerah, dari MotoGP hingga Ancaman Kekeringan

Inovasi Perlu Uji Lapangan

BRIDA menilai peneliti perlu menguji inovasi secara langsung sebelum mengembangkannya dalam skala lebih luas.

Pengujian itu dapat membantu tim melihat manfaat, efisiensi, serta peluang pengembangan setiap inovasi.

Karena itu, BRIDA ingin mempertemukan kekuatan akademik dengan persoalan nyata yang masyarakat hadapi.

Pendekatan itu juga sejalan dengan persiapan NTB sebagai salah satu daerah model Rumah Inovasi Daerah.

Konsep Rumah Inovasi Daerah akan mempertemukan perguruan tinggi, lembaga riset, komunitas, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu ekosistem.

BRIDA Ingin Hasil Riset Beri Manfaat Terukur

Melalui kolaborasi dengan HPPBI NTB dan LITPAM IKN, BRIDA ingin menghubungkan potensi akademik dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Perguruan tinggi dan lembaga penelitian memiliki sumber daya serta hasil riset. Sementara pemerintah dan masyarakat memiliki persoalan lapangan yang membutuhkan solusi.

BRIDA ingin mempertemukan dua sisi itu.

Dengan demikian, penelitian tidak hanya menghasilkan dokumen atau publikasi. BRIDA mendorong peneliti mengembangkan hasilnya menjadi inovasi yang dapat masyarakat gunakan sekaligus memberi manfaat yang terukur bagi pembangunan NTB.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PUPR NTB Mulai Perbaiki Jalan Penujak–Montong Ajan, Sasar Ruas 6,5 Kilometer
Sebanyak 754 Hektare Kebun Mete di Dompu Masuk Program Peremajaan Kementan
BRIDA NTB dan Kementerian Hukum Siapkan Pendampingan Kekayaan Intelektual
Dekranasda NTB Ingin Riset Tenun Lombok Perkuat Daya Saing Perajin
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di NTB, Pemuda Berprestasi Terima Penghargaan
KPK Jadikan NTB Satu Data Referensi Pengembangan Sistem Analitik Pemberantasan Korupsi
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Santri of The Year 2026
Kementerian PU Guyur Rp182,6 Miliar ke Bima, Genjot Irigasi hingga Tangkal Banjir

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:04 WITA

PUPR NTB Mulai Perbaiki Jalan Penujak–Montong Ajan, Sasar Ruas 6,5 Kilometer

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:13 WITA

Sebanyak 754 Hektare Kebun Mete di Dompu Masuk Program Peremajaan Kementan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:08 WITA

BRIDA NTB dan Kementerian Hukum Siapkan Pendampingan Kekayaan Intelektual

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di NTB, Pemuda Berprestasi Terima Penghargaan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:49 WITA

KPK Jadikan NTB Satu Data Referensi Pengembangan Sistem Analitik Pemberantasan Korupsi

Berita Terbaru