Polisi Edukasi Santri Soal Bullying dan Pernikahan Dini

Avatar photo

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LombokFokus|Lombok Barat – Upaya mencegah bullying dan pernikahan di usia dini terus digencarkan jajaran kepolisian. Kali ini, Rabu (13/5/2026), Bhabinkamtibmas Desa Penimbung Aipda Dani Hamdani mendampingi tim Sat Binmas Polresta Mataram, memberikan penyuluhan kepada para santri di Pondok Pesantren Ar-Rasyidi NW Penimbung, Kecamatan Gunungsari.

“Edukasi seperti ini penting agar para pelajar memahami dampak bullying, dan mampu membangun lingkungan belajar yang aman serta saling menghargai,” ungkap Kapolsek Gunungsari Iptu Ida Bagus Adnyana Putra saat dikonfirmasi terpisah.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 Wita. Materi yang disampaikan menyoroti dampak bullying terhadap kondisi fisik, emosional, dan prestasi akademik siswa. Para santri juga diajak memahami pentingnya menciptakan budaya sekolah dan lingkungan pesantren yang inklusif.

Baca Juga :  Pengadilan Tinggi NTB Ubah Vonis Tiga Terdakwa Korupsi Dermaga Labuhan Haji

Selain isu bullying, petugas turut menyampaikan imbauan terkait risiko pernikahan di bawah umur. Santri diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyiapkan pendidikan dan masa depan, sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.

“Pernikahan dini dapat membawa berbagai konsekuensi sosial dan pendidikan. Karena itu, generasi muda perlu fokus belajar dan merencanakan masa depan dengan matang,” kata Iptu Adnyana Putra.

Baca Juga :  Kecelakaan di Manggelewa Berujung Pembakaran Mobil

Kegiatan berlangsung interaktif. Para santri tampak antusias mengikuti penyuluhan, dan menyimak pesan-pesan kamtibmas yang disampaikan petugas.

“Kehadiran anggota di sekolah dan pondok pesantren bagian dari upaya preventif, untuk menjaga lingkungan tetap kondusif dan memberi rasa aman,” ucap Kapolsek Gunungsari.

Polsek Gunungsari terus mendorong edukasi kepada kalangan pelajar, sebagai langkah membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan bertanggung jawab. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif.(djr)

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Dugaan Korupsi Motocross Lombok-Sumbawa Naik Penyidikan, Lalu Gita Diperiksa
Kejati NTB Telusuri Sewa Mobil Listrik Pemprov Rp 14,7 Miliar
Eks Kadispar NTB Diperiksa Kejati soal Dana Sponsor MXGP
535 Gram Sabu Gagal Beredar di Bima
Uang Rp 2,8 Miliar Jadi Barang Bukti Kasus Eks Kapolres Bima Kota
Polisi Periksa Korwil BGN NTB di Kasus Dugaan Jual Beli Titik SPPG
Kejati NTB Atensi Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG
Polda NTB Periksa Mahasiswa KIP Kuliah Unbim Internasioanl, Dugaan Pungli Masuk Tahap Klarifikasi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:44 WITA

Kasus Dugaan Korupsi Motocross Lombok-Sumbawa Naik Penyidikan, Lalu Gita Diperiksa

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:09 WITA

Kejati NTB Telusuri Sewa Mobil Listrik Pemprov Rp 14,7 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:56 WITA

Eks Kadispar NTB Diperiksa Kejati soal Dana Sponsor MXGP

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:49 WITA

535 Gram Sabu Gagal Beredar di Bima

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:22 WITA

Uang Rp 2,8 Miliar Jadi Barang Bukti Kasus Eks Kapolres Bima Kota

Berita Terbaru

Ilustrasi

Hukum

Eks Kadispar NTB Diperiksa Kejati soal Dana Sponsor MXGP

Selasa, 30 Jun 2026 - 19:56 WITA

Hukum

535 Gram Sabu Gagal Beredar di Bima

Selasa, 23 Jun 2026 - 19:49 WITA