Festival Sangiang Api 2026 Angkat Jejak Maritim dan Warisan Pulau Sangiang

Avatar photo

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Sangiang Api

Festival Sangiang Api

BIMA, ntbkita.com-Pemerintah Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, akan kembali menggelar Festival Sangiang Api 2026.

Pemdes merencanakan festival tahunan itu pada akhir Agustus 2026. Melalui kegiatan ini, pemerintah desa ingin memperkenalkan sejarah, budaya, dan potensi wisata Pulau Sangiang kepada publik nasional serta mancanegara.

Festival akan memadukan budaya, wisata, sejarah, dan edukasi. Selain itu, rangkaian kegiatan akan menampilkan kehidupan masyarakat pesisir serta warisan maritim Pulau Sangiang.

Festival Hadirkan Lomba Sampan hingga Pembuatan Kapal

Kepala Desa Sangiang Arasid H. Imran mengatakan Festival Sangiang Api 2026 akan menghadirkan berbagai atraksi khas masyarakat pesisir.

Pengunjung dapat menyaksikan lomba sampan layar tradisional, lomba dayung sampan, pertunjukan seni, dan musik tradisional.

Selain itu, festival akan menampilkan pameran tenun khas Sangiang, demonstrasi pembuatan kapal tradisional, bazar UMKM, serta festival kuliner lokal.

Panitia juga akan melibatkan pelajar, mahasiswa, pemuda, dan masyarakat dalam sejumlah kegiatan edukatif.

Arasid mengatakan seluruh rangkaian tidak hanya menyuguhkan hiburan. Festival juga akan menjadi media untuk mengenalkan identitas Pulau Sangiang dan sejarah peradaban maritimnya.

Menurutnya, Festival Sangiang Api menjadi ruang bersama untuk merawat ingatan kolektif masyarakat. Selain itu, kegiatan itu akan menghidupkan kembali warisan leluhur serta memperkuat kebanggaan warga.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Festival Sangiang Api 2026. Dukungan kami harapkan dari Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Bima, seluruh pemangku kebijakan, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, hingga masyarakat luas,” katanya.

Baca Juga :  BPPD NTB Bidik Wisatawan Yogyakarta untuk Berlibur ke Lombok-Sumbawa

Festival Ceritakan Letusan Gunung dan Perpindahan Warga

Festival juga akan membawa pengunjung menelusuri perjalanan panjang Pulau Sangiang.

Arasid mengatakan narasi festival mencakup sejarah letusan Gunung Sangiang Api, budaya maritim, perpindahan penduduk pascaerupsi, serta perkembangan Islam.

Menurutnya, letusan gunung pada masa lalu membentuk bentang alam vulkanik Pulau Sangiang. Peristiwa itu juga mengubah kehidupan masyarakat.

Sebagian warga meninggalkan kampung halaman dan berpindah ke sejumlah wilayah di Pulau Sumbawa serta daerah lain di Indonesia.

Namun, masyarakat tetap menjaga identitas budaya, adat istiadat, dan ikatan kekeluargaan setelah membangun kehidupan baru.

“Di balik peristiwa itu tersimpan kisah tentang ketangguhan masyarakat Sangiang. Mereka mampu bangkit, membangun kehidupan baru, namun tetap menjaga identitas budaya, adat istiadat, serta ikatan kekeluargaan. Sejarah inilah yang ingin kami ceritakan dan kenalkan kepada generasi muda maupun masyarakat luas melalui Festival Sangiang Api,” ungkapnya.

Jejak Pelayaran dan Perkembangan Islam Ikut Diangkat

Arasid menyebut Pulau Sangiang pernah menjadi salah satu titik persinggahan dalam jalur pelayaran Nusantara.

Menurutnya, para pelaut dan saudagar dari Jawa, Sulawesi, Maluku, Bali, Arab, serta sejumlah kawasan Asia pernah singgah di pulau itu.

Aktivitas perdagangan kemudian membuka ruang pertukaran budaya, pengetahuan, dan nilai keagamaan.

Selanjutnya, nilai Islam tumbuh bersama budaya lokal dan membentuk karakter masyarakat Sangiang yang religius, terbuka, serta menjunjung gotong royong.

Pemdes Sangiang juga akan memakai buku referensi dan novel karya putra-putri Sangiang sebagai bahan edukasi. Karya itu memuat berbagai narasi sejarah dan kebudayaan masyarakat pulau.

Baca Juga :  Apa Itu Sembeq Buraq? Ritual Adat yang Akan Diterapkan bagi Pendaki Gunung Rinjani

“Seluruh narasi sejarah dan budaya tersebut juga akan kami dokumentasikan melalui buku referensi dan novel karya putra-putri Sangiang yang sudah terbit. Kami berharap karya-karya tersebut menjadi media edukasi sekaligus dokumentasi sejarah yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Arasid.

Warisan Budaya Jadi Daya Tarik Festival

Festival Sangiang Api 2026 juga akan memperkenalkan tradisi pembuatan kapal kayu yang terus bertahan secara turun-temurun.

Selain itu, pengunjung dapat mengenal tenun khas Sangiang, cerita rakyat, dan kearifan lokal masyarakat pesisir.

Arasid juga menyebut Nakara Makalamu sebagai salah satu artefak perunggu yang memiliki nilai sejarah bagi Pulau Sangiang.

Melalui festival, pemerintah desa ingin membuka ruang kolaborasi bagi peneliti, budayawan, sejarawan, akademisi, dan pegiat pariwisata.

Mereka dapat mendokumentasikan, mengkaji, serta mempromosikan kekayaan sejarah dan budaya Pulau Sangiang.

Festival Sangiang Api sebelumnya masuk dalam Kalender Event Pariwisata Provinsi NTB. Selain itu, pemerintah desa pernah mengajukannya sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata.

Pemdes Sangiang berharap festival mampu mendorong kebangkitan pariwisata berbasis sejarah, budaya, dan edukasi.

“Festival Sangiang Api bukan sekadar perayaan budaya. Ini adalah panggung untuk menceritakan siapa masyarakat Sangiang kepada dunia; tentang sejarah yang kami miliki, budaya yang kami jaga, dan masa depan yang ingin kami bangun bersama. Mari kita sukseskan Festival Sangiang Api 2026,” tutup Arasid H. Imran.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Apa Itu Sembeq Buraq? Ritual Adat yang Akan Diterapkan bagi Pendaki Gunung Rinjani
Pendaki Bukit Pergasingan Wajib Bawa Turun Sampah atau Deposit Hangus
Investor Kereta Gantung Rinjani Tak Lagi Berkomunikasi dengan Pemprov NTB
Legenda Putri Mandalika Pukau Ribuan Penonton Jember Fashion Carnaval 2026
BPPD NTB Bidik Wisatawan Yogyakarta untuk Berlibur ke Lombok-Sumbawa
Wamenpar Resmikan Sade Social Space, Mandalika Tambah 38 Kamar dan Fasilitas Olahraga
Sampah Pendakian Gunung Rinjani Diurus Bareng Warga
ITDC Dorong UMKM Desa Penyangga Mandalika Naik Kelas Lewat Pemasaran Digital

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Festival Sangiang Api 2026 Angkat Jejak Maritim dan Warisan Pulau Sangiang

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:14 WITA

Apa Itu Sembeq Buraq? Ritual Adat yang Akan Diterapkan bagi Pendaki Gunung Rinjani

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:04 WITA

Pendaki Bukit Pergasingan Wajib Bawa Turun Sampah atau Deposit Hangus

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:06 WITA

Investor Kereta Gantung Rinjani Tak Lagi Berkomunikasi dengan Pemprov NTB

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:50 WITA

Legenda Putri Mandalika Pukau Ribuan Penonton Jember Fashion Carnaval 2026

Berita Terbaru