Disparekraf NTB Siapkan Creative Hub dan Ekraf Satu Data

Avatar photo

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Event Ekraf Mania

Event Ekraf Mania

MATARAM, ntbkita.com-Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Nusa Tenggara Barat membuka ruang kolaborasi lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif melalui Ekraf Mania Festival 2026.

Salah satu rangkaiannya, Ngopi Ekraf atau Talk Show Inspiratif & Networking Session, mempertemukan pemerintah dengan pelaku dan komunitas kreatif di NTB.

Melalui forum itu, Disparekraf ingin memperkuat komunikasi, membangun jejaring, sekaligus memetakan berbagai persoalan yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif.

Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Disparekraf NTB, Kamis malam (13/8).

Selain menghidupkan kembali roda ekonomi kreatif, pemerintah ingin menghubungkan pengembangannya dengan konsep pariwisata berkelas yang digaungkan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri.

Kantor Disparekraf Akan Jadi Creative Hub

Mewakili kepala dinas, Sekretaris Disparekraf NTB Muhamad Erwa mengatakan komunikasi dengan pelaku ekonomi kreatif menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor itu.

Menurutnya, komunikasi yang intensif membantu pemerintah menjalankan fungsi sebagai fasilitator, akselerator, sekaligus regulator.

“Tanpa komunikasi yang baik, maka kita tidak bisa memitigasi persoalan-persoalan, masalah-masalah yang dihadapi oleh para pelaku ekraf,” Erwan mengungkapkan.

Karena itu, Disparekraf tidak ingin Ekraf Mania Festival berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Pemerintah justru ingin menjadikan lingkungan kantor Disparekraf sebagai Creative Hub yang dapat dimanfaatkan komunitas secara berkelanjutan.

Nantinya, berbagai komunitas dapat menggunakan ruang itu untuk menampilkan karya, bertemu dengan sesama pelaku, serta memperluas jejaring.

“Ke depan, berbagai komunitas ekraf akan diberikan ruang untuk menampilkan karya masing-masing. Mulai dari komunitas fotografi, film, musik, hingga pelaku usaha kreatif lainnya. Kita harapkan bukan hanya persoalan event, tapi memang setiap hari harus ada yang kita coba untuk menampilkan dan kita fasilitasi,” ujarnya.

Disparekraf Siapkan Ekraf Satu Data

Selain menyediakan ruang kreatif, Disparekraf membuka peserta Ekraf Mania Festival bagi seluruh pelaku ekonomi kreatif di NTB.

Baca Juga :  Wagub NTB Peragakan Tenun Renda Muna Pa’a dan Pringgasela di IFW 2026

Pemerintah menggunakan mekanisme pendaftaran daring agar kesempatan mengikuti kegiatan lebih terbuka.

Melalui mekanisme itu, pelaku yang selama ini belum memperoleh ruang dalam kegiatan pemerintah juga dapat ikut terlibat.

Selanjutnya, Disparekraf akan mengembangkan Ekraf Satu Data untuk memetakan kapasitas dan perkembangan pelaku ekonomi kreatif.

“Ke depan itu kita akan coba dengan Ekraf Satu Data. Dengan Ekraf Satu Data itu kita bisa memilah-milah level tingkatan dari ekraf,” jelasnya.

Melalui pemetaan itu, pemerintah dapat menentukan bentuk dukungan sesuai kebutuhan setiap pelaku.

Dengan demikian, pemerintah tidak akan menyamaratakan bentuk intervensi.

Pelaku yang baru merintis, komunitas yang sedang berkembang, maupun usaha kreatif yang telah mapan dapat memperoleh dukungan sesuai kapasitas masing-masing.

Nusa Tenggara Creative Hub Jadi Target Jangka Panjang

Dalam jangka menengah, Disparekraf juga menyiapkan pengembangan sejumlah ruang kreatif di lingkungan kantor.

Salah satunya berupa pusat studio yang dapat digunakan berbagai komunitas.

Sementara itu, untuk jangka panjang, pemerintah mendorong terbentuknya Nusa Tenggara Creative Hub.

Pusat kreativitas itu nantinya diharapkan menaungi 21 subsektor ekonomi kreatif.

Selain mempertemukan berbagai komunitas, pemerintah ingin ruang itu memperkuat karakter NTB sebagai destinasi sport tourism.

Erwan mencontohkan komunitas otomotif yang membutuhkan ruang untuk berkarya dan melakukan modifikasi kendaraan.

Menurutnya, pemerintah juga perlu memperhatikan regulasi agar kreativitas masyarakat tetap berjalan tanpa berbenturan dengan aturan hukum.

“Jangan sampai gara-gara modifikasi, orang masuk penjara. Jadi memang itu ketakutan-ketakutan teman-teman dari pelaku ekraf,” tuturnya.

Pemerintah Buka Ruang Kritik Pelaku Ekraf

Di sisi lain, Disparekraf menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan dari komunitas.

Erwan menilai pemerintah membutuhkan masukan untuk mengetahui persoalan nyata yang dialami pelaku di lapangan.

Baca Juga :  Berpotensi Rugi Lagi, Dislutkan NTB Dorong Pihak Ketiga Kelola Pabrik Garam Bima

Karena itu, Ekraf Mania Festival menjadi salah satu langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih intensif.

“Sebagai pemerintah ini tidak mudah, kritikan itu pasti banyak. Tapi kritikan bagi pemerintah itu haruslah merupakan kritikan yang membuat rakyat itu bisa terfasilitasi dengan baik,” tandas Erwan.

Melalui komunikasi dua arah, pemerintah berharap dapat merumuskan program yang lebih sesuai dengan kebutuhan ekosistem kreatif.

Peserta Dapat Pengalaman dari Digital Creative Academy

Salah satu peserta asal Lombok Timur, Khaeril, mengaku telah mengikuti rangkaian Ekraf Mania Festival 2026 melalui kegiatan Digital Creative Academy.

Menurutnya, kegiatan itu mempertemukannya dengan sekitar 40 penggiat ekonomi kreatif dan komunitas dari berbagai latar belakang.

Peserta juga membawa pengalaman dan kemampuan yang beragam.

Khaeril mengaku memperoleh pengetahuan baru mulai dari fotografi, digital marketing, sinematografi, hingga blogger.

“Acara ini keren, dimentor orang yang kompeten dibidangnya langsung. Dalam proses belajar realistis kita praktek langsung,” ungkap pemuda yang berprofesi konten kreator itu.

Bagi Khaeril, praktik langsung menjadi salah satu bagian menarik dari pelatihan.

Selain mendapatkan materi, peserta juga dapat bertukar pengalaman dengan sesama pelaku ekonomi kreatif.

Kolaborasi Jadi Modal Pengembangan Ekraf NTB

Diskusi Ngopi Ekraf berlangsung lebih dari satu jam.

Wakil Ketua Kadin NTB Lalu Anas Amrullah memandu diskusi.

Selain Sekretaris Disparekraf NTB Muh. Erwan, forum menghadirkan Direktur Semesta Network M. Hafidullah, Ketua Gekrafs NTB Yeyen Seprian, dosen Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unram Aurelius Teluma, serta pelaku Longitara Creative Vhio Trevie.

Melalui Ekraf Mania Festival 2026, Disparekraf berharap kolaborasi pemerintah, komunitas, dan pelaku kreatif semakin terbuka.

Selanjutnya, kolaborasi itu diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif NTB agar tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sensus Ekonomi NTB Capai 94 Persen, Pemprov Perkuat Kebijakan Berbasis Data
Pemprov NTB Genjot Hilirisasi Pangan dan Pariwisata Berkualitas
DBH Diperkirakan Hanya Rp 13,3 Miliar, Pemprov NTB Ketatkan Belanja
Keringanan Pajak Dorong 4.072 Kendaraan Luar Daerah Mutasi ke NTB
Efisiensi Kendaraan Dinas Hemat Anggaran Pemkot Mataram sebesar Rp 3 Miliar
Pemprov NTB Dorong UMKM Naik Kelas lewat KUR hingga Pasar Ekspor
Pemprov NTB Siapkan Petani Muda lewat Sekolah Pertanian
Investasi NTB Tembus Rp 33,73 Triliun, UMKM Naik 22,28 Persen

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:50 WITA

Disparekraf NTB Siapkan Creative Hub dan Ekraf Satu Data

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:54 WITA

Sensus Ekonomi NTB Capai 94 Persen, Pemprov Perkuat Kebijakan Berbasis Data

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:58 WITA

Pemprov NTB Genjot Hilirisasi Pangan dan Pariwisata Berkualitas

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:39 WITA

DBH Diperkirakan Hanya Rp 13,3 Miliar, Pemprov NTB Ketatkan Belanja

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:28 WITA

Keringanan Pajak Dorong 4.072 Kendaraan Luar Daerah Mutasi ke NTB

Berita Terbaru

Event Ekraf Mania

Ekonomi

Disparekraf NTB Siapkan Creative Hub dan Ekraf Satu Data

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:50 WITA