Polisi Usut Dugaan Pembakaran Tiga Santri di Lombok Tengah

Avatar photo

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. (generated by ai gemini)

Ilustrasi. (generated by ai gemini)

LOMBOK TENGAH, ntbkita.com-Polres Lombok Tengah mengusut dugaan pembakaran terhadap tiga santri di sebuah pondok pesantren di Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang. Peristiwa itu mengakibatkan satu korban meninggal dunia.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Punguam Hutahaean mengatakan, polisi mulai menyelidiki kasus itu setelah menerima laporan dari orang tua korban.

“Informasi baru kami terima hari ini dari laporan orang tua korban,” katanya di Lombok Tengah, Rabu (3/6).

Polisi Kumpulkan Bukti

Punguam mengatakan penyidik segera menindaklanjuti laporan itu. Polisi akan meminta keterangan para pihak terkait dan mengumpulkan alat bukti di lapangan.

Baca Juga :  Polda NTB Ambil Alih Kasus Santri Terbakar, Penyidik Polres Loteng Dievaluasi

Kasus ini mencuat setelah Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi menyoroti video yang beredar di Facebook. Pemilik akun @Tiara Erna BenKinara Cahya mengunggah video itu.

Video itu memperlihatkan kondisi salah seorang korban yang mengalami luka bakar. Korban tampak meringis kesakitan. Sejumlah bagian tubuhnya memakai perban saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Korban juga mengeluhkan rasa sakit pada bagian badan dan kaki.

Tiga Santri Jadi Korban

Berdasarkan hasil penelusuran LPA, peristiwa itu terjadi pada November 2025. Kasus ini kembali menjadi perhatian publik setelah video korban beredar luas di media sosial.

Baca Juga :  Biro Hukum dan HAM NTB Sosialisasikan Perda Pencegahan Perkawinan Anak

Joko mengatakan ada tiga santri yang diduga menjadi korban. Mereka diduga mendapat siraman bahan bakar sebelum sesama santri membakar korban.

“Ada tiga korban. Dua mengalami luka bakar dan satu meninggal dunia,” ujarnya.

Menurut informasi awal yang LPA terima, dua korban mengalami luka bakar serius. Satu korban lainnya meninggal dunia akibat kejadian itu.

Polres Lombok Tengah masih menyelidiki kasus ini. Polisi berupaya mengungkap kronologi dan memastikan dugaan tindak pidana dalam perkara itu.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda NTB Bongkar Pemalsuan STNK di Mataram, Tarif Mulai Rp 750 Ribu
Polres Lombok Timur Tangkap Tiga Terduga Pelaku Curanmor, Sita Sembilan Motor
Niat Tebus Honda CRF, Pelajar di Sape Malah Kehilangan Motor
Polisi Telusuri Dugaan Tambang Tanpa Izin di Desa Seloto
Saksi Banyak Tak Hadir, Kejari Bima Genjot Kasus Dana BOS Tiga SLB
PN Mataram Kekurangan Hakim, 18 Orang Tangani 899 Perkara
Polresta Mataram Ungkap 54 Kasus Narkotika, 66 Orang Jadi Tersangka
Zulkieflimansyah Bantah Ada Utang Vendor MXGP 2023

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:26 WITA

Polda NTB Bongkar Pemalsuan STNK di Mataram, Tarif Mulai Rp 750 Ribu

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:23 WITA

Polres Lombok Timur Tangkap Tiga Terduga Pelaku Curanmor, Sita Sembilan Motor

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:33 WITA

Niat Tebus Honda CRF, Pelajar di Sape Malah Kehilangan Motor

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:28 WITA

Polisi Telusuri Dugaan Tambang Tanpa Izin di Desa Seloto

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:22 WITA

Saksi Banyak Tak Hadir, Kejari Bima Genjot Kasus Dana BOS Tiga SLB

Berita Terbaru

Daerah

Rawan Kekeringan, NTB Minta Pusat Bangun 106 Sumur Bor

Sabtu, 25 Jul 2026 - 15:19 WITA