Rawan Kekeringan, NTB Minta Pusat Bangun 106 Sumur Bor

Avatar photo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, ntbkita.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meminta pemerintah pusat membangun 106 sumur bor. Infrastruktur itu akan membantu masyarakat menghadapi bencana kekeringan di sejumlah wilayah NTB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Sadimin memperkirakan pembangunan satu sumur bor memerlukan biaya Rp 300 juta hingga Rp 350 juta. Total anggaran untuk 106 titik mencapai sekitar Rp 31,8 miliar.

Sadimin menyampaikan usulan itu seusai Rapat Koordinasi Kekeringan dan Integrasi Kajian Risiko Bencana ke Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah di Mataram, Jumat (24/7).

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menghadiri rapat itu.

Pemprov Akan Verifikasi 106 Titik

BPBD NTB mengacu pada data desa miskin ekstrem untuk mengusulkan 106 titik sumur bor. Namun, tim masih harus memverifikasi kebutuhan riil di lapangan.

Baca Juga :  Putri Mahkota Swedia Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Racikan 11 Rempah

Sadimin mengatakan tidak semua desa miskin ekstrem mengalami kekurangan air. Sebaliknya, sejumlah daerah di luar kategori miskin ekstrem juga menghadapi kekeringan.

“Belum tentu miskin ekstrem terus tidak ada air. Walaupun tidak miskin ekstrem, kadang-kadang tidak ada air juga,” tegas Sadimin.

Tim juga perlu memastikan ketersediaan cadangan air tanah pada setiap lokasi. Kondisi sumber air akan menentukan kelayakan pengeboran.

Kebutuhan anggaran dapat meningkat apabila lokasi memiliki cadangan air melimpah. Kondisi itu memerlukan instalasi jaringan distribusi dengan kapasitas lebih besar.

NTB Peringkat Keempat Rawan Kekeringan

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan NTB menempati peringkat keempat nasional sebagai daerah paling rawan kekeringan.

BNPB memprioritaskan pembangunan sumur bor untuk menangani ancaman itu. Solusi tersebut memberi manfaat lebih panjang dibandingkan penyaluran air melalui mobil tangki.

Baca Juga :  NTB Usulkan Rp 200 Miliar Lebih untuk Tiga Jalan dan Dua Jembatan

BNPB juga dapat menjalankan operasi modifikasi cuaca apabila awan hujan masih tersedia. Sementara mobil tangki tetap membantu daerah yang membutuhkan pasokan air darurat.

Suharyanto memastikan BNPB akan merealisasikan usulan pembangunan sumur bor. Namun, BNPB akan mengandalkan mobil tangki pada wilayah tanpa cadangan air bawah tanah.

Libatkan Masyarakat Tentukan Lokasi

BNPB akan berkoordinasi dengan masyarakat untuk menentukan titik pengeboran. Warga memiliki pengetahuan langsung mengenai kebutuhan dan kondisi air di lingkungannya.

“Untuk titik-titiknya kita akan berkoordinasi dengan masyarakat, yang paling tahu itu masyarakat terdampak. Setelah ini kita akan tindak lanjuti,” katanya.

Hasil verifikasi akan menentukan lokasi prioritas pembangunan. Pemerintah berharap sumur bor dapat memperkuat ketersediaan air dan mengurangi dampak kekeringan di NTB.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov NTB Ajukan Perubahan APBD 2026, Belanja Naik Rp 319 Miliar
232 Proposal Sayembara Riset NTB Masuk Seleksi Substansi, Fokus Pangan, Pariwisata, dan Kemiskinan
BRIDA NTB Gandeng HPPBI dan LITPAM Perkuat Riset dan Inovasi
NTB Kirim 56 Peserta ke MTQ Nasional 2026, Ikuti 8 Cabang dan 24 Golongan
MotoGP Mandalika 2026, Garuda hingga Pelita Air Tambah Kapasitas Penerbangan ke Lombok
Gubernur Iqbal Minta TAPD Sesuaikan APBD-P 2026 dengan Arahan KPK dan BPKP
Putri Mahkota Swedia Lihat Pemulihan Gempa hingga Konservasi Laut dalam Kunjungan Dua Hari di NTB
Putri Mahkota Swedia Pelajari Cara Warga Karang Bajo Menjaga Hutan dan Mata Air

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:35 WITA

Pemprov NTB Ajukan Perubahan APBD 2026, Belanja Naik Rp 319 Miliar

Jumat, 11 September 2026 - 19:56 WITA

232 Proposal Sayembara Riset NTB Masuk Seleksi Substansi, Fokus Pangan, Pariwisata, dan Kemiskinan

Jumat, 11 September 2026 - 15:52 WITA

BRIDA NTB Gandeng HPPBI dan LITPAM Perkuat Riset dan Inovasi

Rabu, 9 September 2026 - 12:25 WITA

NTB Kirim 56 Peserta ke MTQ Nasional 2026, Ikuti 8 Cabang dan 24 Golongan

Selasa, 8 September 2026 - 21:20 WITA

MotoGP Mandalika 2026, Garuda hingga Pelita Air Tambah Kapasitas Penerbangan ke Lombok

Berita Terbaru

Kolaborasi riset BRIDA NTB.

Daerah

BRIDA NTB Gandeng HPPBI dan LITPAM Perkuat Riset dan Inovasi

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:52 WITA