NTB-Sarawak Perluas Kerja Sama Pekerja Migran hingga Investasi

Avatar photo

Senin, 27 Juli 2026 - 04:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, ntbkita.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Sarawak, Malaysia, memperkuat kemitraan pada sejumlah sektor strategis. Kerja sama mencakup penempatan pekerja migran, ketahanan pangan, perdagangan, pendidikan vokasi, dan investasi.

Kedua pemerintah ingin membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di masing-masing wilayah.

Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan Gubernur NTB Dr H Lalu Muhamad Iqbal bersama delegasi Sarawak di Pendopo Gubernur NTB, Jumat (24/7).

Siapkan Pekerja Terampil dari Desa Prioritas

Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal itu ingin membangun paradigma baru dalam pengelolaan pekerja migran. Menurutnya, pemerintah tidak boleh memandang keberangkatan pekerja ke luar negeri hanya sebagai penempatan tenaga kerja.

Pemprov NTB ingin menjadikan penempatan pekerja migran sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi keluarga dan pengentasan kemiskinan.

“Kita ingin memastikan mereka berangkat dalam kondisi yang baik dan pulang tidak lagi miskin. Karena itu kita siapkan skema pembiayaan, tabungan, hingga investasi produktif agar hasil kerja mereka benar-benar membangun masa depan keluarga,” ujar Miq Iqbal.

Baca Juga :  Minyakita Rp 15.500 per Liter Diserbu Warga Pakuan

Pemprov NTB menawarkan sinergi dengan program pengentasan kemiskinan ekstrem. Pemerintah akan menyiapkan tenaga kerja terampil dari desa-desa prioritas.

Pelatihan dan sertifikasi akan menyesuaikan kebutuhan industri di Sarawak. Skema itu bertujuan membekali calon pekerja dengan kompetensi sesuai standar dunia kerja.

“Kita sudah memiliki data by name by address keluarga miskin ekstrem. Kita bisa menyiapkan pelatihan sesuai kebutuhan perusahaan sehingga mereka berangkat sudah memiliki kompetensi dan sertifikasi yang diakui,” katanya.

Sarawak Butuh Pekerja dari Lombok

Delegasi Sarawak menyampaikan kebutuhan tenaga kerja sektor perkebunan masih sangat besar. Mereka juga menilai pekerja asal Lombok memiliki etos kerja dan produktivitas tinggi.

“Kami masih memerlukan banyak tenaga kerja. Pekerja dari Lombok sangat produktif dan menjadi tulang punggung di banyak perkebunan kami. Karena itu kami berharap kerja sama ini dapat terus diperkuat,” ujar perwakilan SALCRA Sarawak.

Kedua pihak juga membahas perdagangan komoditas jagung, pengembangan industri pakan ternak, dan peternakan sapi. Pembahasan turut mencakup pendidikan vokasi serta kemitraan antarlembaga keuangan daerah untuk mendukung kegiatan ekonomi dan investasi.

Baca Juga :  Menteri LH dan Gubernur NTB Perkuat Gerakan Penyelamatan Lingkungan

NTB Capital Fasilitasi Investasi

Miq Iqbal turut memperkenalkan NTB Capital dalam pertemuan itu. Pemprov NTB membentuk perusahaan induk tersebut untuk memfasilitasi investasi.

Gubernur berharap NTB Capital dapat membantu investor menyelesaikan persoalan perizinan, koordinasi lintas sektor, dan aspek sosial.

“Saya mendirikan NTB Capital karena saya memahami tantangan terbesar investor adalah urusan perizinan dan persoalan sosial. Biarkan investor fokus pada bisnisnya, sementara kami membantu menyelesaikan dua persoalan tersebut,” tegas Miq Iqbal.

Pertemuan itu menjadi langkah awal untuk memperluas kemitraan NTB dan Sarawak. Kedua pihak akan menindaklanjuti pembahasan melalui kerja sama konkret dan berkelanjutan.

Pemprov NTB memandang kemitraan itu tidak hanya membuka peluang kerja. Kerja sama juga dapat memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan daya saing sumber daya manusia, memperluas perdagangan, dan menarik investasi.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karnaval Tenun Srimananti Hidupkan Warisan Budaya Pringgasela
Smelter Tembaga AMMAN Rampung, Kapasitas Olah 900 Ribu Ton Konsentrat
Pemprov NTB Genjot Revisi RTRW, Ratusan Investasi Tertahan di OSS
Gerakan Pangan Murah di Pagutan Timur, Telur Rp 45 Ribu per Rak
Pemkot Bima Salurkan 500 Bantuan Rumah Layak Huni Sepanjang 2026
Progres Sensus Ekonomi Dompu Tertinggi di NTB, Capai 76,5 Persen
Porprov NTB Bidik Dampak Ekonomi Rp 100 Miliar dari 150 Ribu Penonton
Satgas Gabungan Sita 409 Bungkus Rokok Ilegal di Gili Air

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 05:01 WITA

Karnaval Tenun Srimananti Hidupkan Warisan Budaya Pringgasela

Senin, 27 Juli 2026 - 04:21 WITA

NTB-Sarawak Perluas Kerja Sama Pekerja Migran hingga Investasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:22 WITA

Smelter Tembaga AMMAN Rampung, Kapasitas Olah 900 Ribu Ton Konsentrat

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:55 WITA

Pemprov NTB Genjot Revisi RTRW, Ratusan Investasi Tertahan di OSS

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:35 WITA

Gerakan Pangan Murah di Pagutan Timur, Telur Rp 45 Ribu per Rak

Berita Terbaru

Ekonomi

Karnaval Tenun Srimananti Hidupkan Warisan Budaya Pringgasela

Senin, 27 Jul 2026 - 05:01 WITA

Olahraga

Kota Mataram Juara Umum Porprov NTB 2026 dengan 200 Emas

Senin, 27 Jul 2026 - 04:38 WITA