Gubernur Iqbal: Kepercayaan Publik Tentukan Masa Depan Media di Era AI

Avatar photo

Senin, 27 Juli 2026 - 03:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, ntbkita.com-Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr H Lalu Muhamad Iqbal menegaskan kepercayaan publik menentukan masa depan media di tengah perkembangan kecerdasan buatan dan disrupsi digital.

Menurutnya, banjir informasi membuat masyarakat semakin membutuhkan media yang akurat, kredibel, berintegritas, dan menjunjung etika jurnalistik.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB Dr H Ahsanul Khalik menyampaikan pesan Gubernur saat membuka Konferensi Wilayah III Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) NTB, Sabtu (25/7).

Konferensi yang berlangsung di Aula Lantai VI Bank NTB Syariah, Mataram, itu juga menghadirkan diskusi kelompok terpumpun atau focus group discussion.

Koordinator Wilayah AMSI Bali Nusra I Nengah Muliartha, Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Ahyar, perwakilan Kapolda NTB, perwakilan Danrem 162/Wira Bhakti, serta pimpinan organisasi pers menghadiri kegiatan itu.

Pimpinan perusahaan media, pemimpin redaksi, insan pers, dan tamu undangan juga mengikuti konferensi.

Media Harus Menjaga Kepercayaan Publik

Miq Iqbal menilai tema “Media Butuh Gizi (MBG) di Era AI dan Disrupsi Digital” menggambarkan tantangan industri media saat ini.

Baca Juga :  Putri Mahkota Swedia Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Racikan 11 Rempah

Ia mengusulkan tambahan semangat “Kolaborasi Digital, Keterbukaan, Media Pemersatu (KDKMP).”

Menurutnya, media tidak cukup hanya beradaptasi dengan AI dan perubahan digital. Media juga harus memperkuat kolaborasi, mengedepankan keterbukaan, dan menjaga peran sebagai pemersatu bangsa.

Langkah itu akan membantu media bertahan sekaligus menjaga kepercayaan publik sebagai modal utama dalam kehidupan demokrasi.

“Teknologi boleh terus berkembang, tetapi misi media tidak boleh berubah. Media harus semakin kolaboratif, semakin terbuka, dan tetap menjadi pemersatu bangsa. Dari situlah kepercayaan publik akan tumbuh,” tegas Miq Iqbal.

Ia meminta media memandang perkembangan teknologi sebagai peluang untuk memperkuat ekosistem pers. Teknologi tidak boleh memicu persaingan yang saling melemahkan.

Kolaborasi antarmedia, keterbukaan informasi, dan jurnalisme berkualitas akan memperkuat daya tahan industri sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Bisnis Sehat Menopang Jurnalisme Berkualitas

Miq Iqbal mengapresiasi AMSI yang menempatkan penguatan bisnis media sebagai salah satu fokus konferensi.

Menurutnya, perusahaan pers yang sehat menjadi fondasi bagi jurnalisme independen, profesional, dan berkualitas.

Keberlanjutan bisnis juga membantu pers menjalankan fungsi edukasi, kontrol sosial, dan penyedia informasi tepercaya di tengah derasnya arus informasi digital.

Baca Juga :  Putri Mahkota Swedia Lihat Pemulihan Gempa hingga Konservasi Laut dalam Kunjungan Dua Hari di NTB

Miq Iqbal menilai diskusi dalam konferensi itu dapat mempertemukan media, pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Kolaborasi para pihak akan membangun ekosistem pers yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan.

Ia juga mengajak insan pers menjaga akurasi, independensi, integritas, dan etika. Media harus membangun ruang informasi yang sehat untuk memperkuat demokrasi dan pembangunan daerah.

“Pemerintah yang baik dan pers yang profesional memiliki fungsi yang berbeda, tetapi tujuan yang sama, yaitu menghadirkan informasi yang benar, membangun ruang publik yang sehat, dan menjaga kepentingan masyarakat,” ujarnya.

AI Tidak Menggantikan Nilai Jurnalisme

Miq Iqbal menegaskan kecanggihan teknologi tidak akan menggantikan nilai dasar jurnalisme. AI hanya menjadi instrumen untuk membantu kerja media.

Integritas, profesionalisme, independensi, dan etika tetap menjadi fondasi utama jurnalisme.

Melalui semangat KDKMP, Miq Iqbal berharap media semakin kokoh sebagai pilar demokrasi. Media juga harus memperkuat persatuan bangsa dan menjaga kepercayaan publik dalam menghadapi perubahan zaman.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raperda Pinjol Ilegal dan Judi Online NTB Dibahas Komisi I, Diharapkan Sah 2026
Pemprov NTB Usulkan 7 Ruas Jalan dan Sejumlah Jembatan Lewat Program IJD
PUPR Mataram Siagakan Puluhan Petugas Cegah Banjir akibat Sampah Drainase
Disdag Mataram Larang Pungutan PKL di CFD Udayana, tapi Retribusi Kebersihan Tetap Berlaku
Pemkab Lombok Barat Jadwalkan Pelantikan Sekda pada 4 November, Nama Terpilih Masih Dirahasiakan
PUPR NTB Mulai Perbaiki Jalan Penujak–Montong Ajan, Sasar Ruas 6,5 Kilometer
Sebanyak 754 Hektare Kebun Mete di Dompu Masuk Program Peremajaan Kementan
BRIDA NTB dan Kementerian Hukum Siapkan Pendampingan Kekayaan Intelektual

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:40 WITA

Raperda Pinjol Ilegal dan Judi Online NTB Dibahas Komisi I, Diharapkan Sah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 13:50 WITA

Pemprov NTB Usulkan 7 Ruas Jalan dan Sejumlah Jembatan Lewat Program IJD

Senin, 2 November 2026 - 15:05 WITA

PUPR Mataram Siagakan Puluhan Petugas Cegah Banjir akibat Sampah Drainase

Senin, 2 November 2026 - 12:50 WITA

Disdag Mataram Larang Pungutan PKL di CFD Udayana, tapi Retribusi Kebersihan Tetap Berlaku

Senin, 2 November 2026 - 06:36 WITA

Pemkab Lombok Barat Jadwalkan Pelantikan Sekda pada 4 November, Nama Terpilih Masih Dirahasiakan

Berita Terbaru