Investasinya Bermasalah, Pemprov NTB Buka Suara Terkait Marina Bay

Avatar photo

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Marina Bay Lombok Bukan investasi daerah. (humas pemprov ntb)

Marina Bay Lombok Bukan investasi daerah. (humas pemprov ntb)

MATARAM, ntbkita.com-Pemerintah Provinsi NTB angkat bicara soal kasus Marina Bay City Lombok. Proyek kawasan marina, vila, dan properti wisata itu menjadi sorotan setelah sejumlah investor asing, terutama dari Australia, melaporkan dugaan kerugian investasi kepada aparat penegak hukum.

Para investor mengaku sudah menyetorkan dana untuk pembelian vila dan investasi properti dalam proyek itu. Namun, sejumlah persoalan kemudian muncul. Mulai dari dugaan pembangunan tidak berjalan sesuai komitmen, status dan penguasaan lahan, pengelolaan proyek, hingga dugaan ketidakjelasan penggunaan dana investor.

Sejumlah investor lalu melaporkan persoalan itu kepada aparat penegak hukum. Saat ini, Kepolisian Daerah Bali menangani kasus itu.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB Dr. H. Ahsanul Halik mengatakan, kasus itu masuk ranah hukum. Pemprov NTB menyerahkan prosesnya kepada aparat penegak hukum.

“Karena kasus ini telah masuk ke ranah hukum dan sedang ditangani Polda Bali, Pemerintah Provinsi NTB menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada aparat penegak hukum. Kami berharap seluruh fakta yang menjadi pokok persoalan, mulai dari aspek pengelolaan proyek, hubungan para pihak, hingga berbagai hal yang dilaporkan oleh investor dapat diungkap secara objektif dan transparan sehingga memberikan kepastian hukum bagi semua pihak,” ujar Halik.

Baca Juga :  Pemprov NTB Putihkan Tunggakan PKB di Atas Lima Tahun

Halik menegaskan, perkara Marina Bay City Lombok merupakan hubungan hukum dan hubungan bisnis antara perusahaan dengan para investor. Bukan antara investor dengan Pemerintah Provinsi NTB maupun pemerintah kabupaten/kota di NTB.

“Pemprov NTB tidak menjadi pihak dalam transaksi bisnis, pemasaran proyek, penghimpunan dana investor, penjualan properti, maupun hubungan kontraktual antara perusahaan dengan para investor. Oleh karena itu, persoalan yang terjadi merupakan tanggung jawab para pihak yang terlibat dan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku,” tegasnya.

Bukan Investasi Daerah

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB H. Irnadi Kusuma menjelaskan, perusahaan terkait proyek Marina Bay City Lombok tidak tercatat sebagai investor melalui mekanisme kewenangan Pemprov NTB.

“Berdasarkan data yang kami miliki, perusahaan yang terkait dengan proyek tersebut tidak tercatat sebagai investor yang melakukan proses investasi melalui mekanisme yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi NTB. Karena itu, kasus yang saat ini berkembang tidak dapat dikategorikan sebagai investasi daerah yang berada dalam proses fasilitasi maupun pengawalan investasi oleh Pemerintah Provinsi NTB,” jelas Irnadi Kusuma.

Baca Juga :  Usaha Cilok hingga Online Shop di Lombok Tengah Masuk Sensus Ekonomi

Irnadi menambahkan, investasi melalui jalur resmi akan masuk dalam sistem pelayanan investasi. Pemerintah juga memberi fasilitasi sesuai kewenangan. Investor wajib menjalankan kewajiban administrasi dan pelaporan sesuai peraturan perundang-undangan.

Menurut Irnadi, kejelasan status administrasi investasi penting agar publik dapat membedakan persoalan perusahaan dengan iklim investasi daerah secara keseluruhan.

Pemprov NTB menegaskan tetap berkomitmen menciptakan iklim investasi sehat, transparan, dan memberi kepastian hukum bagi investor sesuai ketentuan.

“NTB tetap terbuka bagi investor dari dalam maupun luar negeri yang berinvestasi secara legal, transparan, dan bertanggung jawab. Pemerintah Provinsi NTB akan terus memberikan pelayanan dan fasilitasi terbaik bagi setiap investor yang menjalankan usahanya sesuai regulasi. Satu kasus yang melibatkan perusahaan tertentu tidak dapat dijadikan ukuran untuk menilai keseluruhan iklim investasi di Nusa Tenggara Barat yang selama ini tetap kondusif dan terus berkembang,” pungkas Halik

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRIDA NTB Dorong Hilirisasi Riset dan Ekonomi Hijau
Bale Kita Diresmikan, Rumah Baru UMKM NTB
Usaha Cilok hingga Online Shop di Lombok Tengah Masuk Sensus Ekonomi
Minyakita Rp 15.500 per Liter Diserbu Warga Pakuan
Bulog NTB Salurkan 15.390 Ton Beras Bantuan Pangan
Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR Rp 40 Miliar
Kriya dan Wastra NTB Masuk Etalase UNIQLO
Gubernur Iqbal Ingin Udang NTB Diproses dan Diekspor dari Daerah Sendiri

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:42 WITA

Bale Kita Diresmikan, Rumah Baru UMKM NTB

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:25 WITA

Usaha Cilok hingga Online Shop di Lombok Tengah Masuk Sensus Ekonomi

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:14 WITA

Minyakita Rp 15.500 per Liter Diserbu Warga Pakuan

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:08 WITA

Bulog NTB Salurkan 15.390 Ton Beras Bantuan Pangan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:48 WITA

Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR Rp 40 Miliar

Berita Terbaru

Daerah

Gedung Baru DPRD NTB Ditarget Mulai Dibangun Akhir 2026

Jumat, 10 Jul 2026 - 15:36 WITA