MATARAM, ntbkita.com-Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah membantah ada utang kepada vendor dalam penyelenggaraan Motocross Grand Prix (MXGP) 2023. Ia menyampaikan bantahan seusai menjalani pemeriksaan kasus dugaan korupsi anggaran Lombok-Sumbawa Motocross Competition (LSMC) 2023 di Gedung Kejati NTB, Mataram, Rabu sore (22/7).
“Enggak ada utang-utang,” kata Zulkieflimansyah.
Sedikitnya 10 vendor tercatat terlibat dalam penyelenggaraan MXGP 2023. RSUD Provinsi NTB juga memberikan dukungan untuk pelaksanaan ajang itu.
Para vendor sebelumnya mengklaim belum menerima pelunasan pembayaran senilai Rp 4 miliar. Klaim itu berkaitan dengan pelaksanaan MXGP 2023 pada akhir Juni hingga awal Juli 2023.
Anggaran Diklaim Sesuai Perencanaan
Zulkieflimansyah menjadi inisiator MXGP 2023 saat menjabat Gubernur NTB. Ia kembali menegaskan penggunaan anggaran telah mengikuti perencanaan.
“Kalau duitnya (anggaran pelaksanaan) sesuai dengan yang direncanakan,” ujarnya.
Ia mengatakan anggaran MXGP 2023 tidak berkaitan dengan pelaksanaan LSMC 2023. Namun, gagasan menggelar LSMC lahir dari inisiatifnya sebagai kepala daerah untuk menyelenggarakan MXGP 2023.
LSMC 2023 berlangsung pada 24–26 November 2023. Menurut Zulkieflimansyah, angka Rp 24 miliar sudah muncul sejak awal perencanaan kebutuhan anggaran MXGP 2023.
“Karena hal tertentu, sehingga tidak bisa dicairkan untuk pelaksanaan MXGP 2023. Akhirnya cair setelah saya tidak menjadi gubernur, kemudian barulah dilaksanakan LSMC ini,” ucapnya.
Kejati NTB Periksa Sejumlah Pihak
Kejati NTB menangani dugaan korupsi dana sponsorship MXGP setelah menerima tindak lanjut laporan vendor yang mengklaim belum memperoleh pelunasan pembayaran.
Jaksa telah meminta klarifikasi dari para vendor. Kejati NTB juga meminta keterangan pihak penyelenggara MXGP 2023, PT Samota Enduro Gemilang.
Selain itu, jaksa memeriksa pejabat dan pegawai Bank NTB Syariah. Bank itu menjadi pihak yang menyokong dana sponsorship kegiatan MXGP.








Komentar