NTB Bidik Cuan dari Karbon, Mangrove Jadi Andalan

Avatar photo

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, ntbkita.com-Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan badan usaha milik daerah (BUMD) khusus untuk mengelola perdagangan karbon. Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi hijau dan mengoptimalkan potensi penyerapan emisi gas rumah kaca.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan rencana itu usai menanam bibit pohon mangrove di Labuan Alas, Sumbawa, Selasa (7/7/2026).

“Pemerintah provinsi menyiapkan BUMD yang khusus menangani carbon trading,” kata Iqbal.

Skema Masih Dibahas

Iqbal belum menjelaskan lebih jauh skema kelembagaan BUMD khusus perdagangan karbon. Ia juga belum memastikan apakah badan itu akan berada di bawah naungan NTB Capital atau berdiri sebagai entitas tersendiri.

Menurut Iqbal, pemerintah daerah masih membahas pembentukan badan khusus yang akan menangani perdagangan karbon.

Baca Juga :  Belanja 2026 Naik Rp 319 Miliar, Pemprov-DPRD NTB Sepakati KUA-PPAS Perubahan

“Skema itu sedang kami bahas dan kami persiapkan,” ucap Iqbal.

Pemprov NTB mendorong perusahaan penghasil emisi ikut berkontribusi dalam pemulihan lingkungan. Salah satunya melalui rehabilitasi ekosistem mangrove.

Iqbal menilai NTB memiliki potensi kawasan pesisir yang luas. Banyak wilayah pantai di NTB sesuai untuk pengembangan hutan mangrove.

Potensi itu dapat menjadi kontribusi nyata daerah dalam menyerap emisi karbon. Upaya itu juga mendukung target penurunan emisi nasional.

“NTB punya banyak potensi dengan pantai-pantai yang sangat sesuai untuk penanaman mangrove. Artinya, ini kontribusi NTB kepada Indonesia dengan menyerap sebanyak mungkin karbon yang ada,” pungkas Iqbal.

Pasar Karbon Jadi Peluang

Kementerian Lingkungan Hidup menekankan akselerasi pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian alam. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seimbang dengan perlindungan fungsi lingkungan hidup.

Baca Juga :  JAMNAS Widyaiswara 2026 di NTB Fokus pada AI dan Transformasi Pembelajaran ASN

Dengan cara itu, masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan.

Pasar karbon menjadi salah satu solusi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Skema itu berjalan melalui transaksi jual beli kredit karbon dan berpotensi menjadi sumber pendapatan baru.

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan, Indonesia membutuhkan pendanaan besar untuk menurunkan emisi karbon. Nilainya mencapai 286 miliar dolar AS atau setara Rp4.000 hingga Rp5.000 triliun.

Karena itu, negara tidak mungkin menanggung seluruh kebutuhan pembiayaan sendiri.

Investor yang melakukan perdagangan karbon dapat melibatkan masyarakat dalam kegiatan penanaman dan pemeliharaan mangrove. Aktivitas itu sekaligus membuka lapangan kerja ramah lingkungan.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Lobar Kerucutkan Sasaran Kemiskinan Ekstrem Jadi 4.274 Jiwa lewat Data Digital
Pemprov NTB Perkuat Kepastian Hukum untuk Bangun Kepercayaan Investor
DPRD NTB Setujui Perubahan APBD 2026, Belanja Daerah Rp6,053 Triliun
Lombok Timur Juara III Pemda Berprestasi, Kemendagri Beri Insentif Rp1 Miliar
MTQ Kecamatan Lembar Ditutup, Pemkab Lombok Barat Minta Pembinaan Santri Diperkuat
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Maskapai Ajukan 47 Penerbangan Tambahan
Lombok Tengah Uji Program Pencegahan Perundungan di 12 Sekolah
Penanganan Jalan Provinsi Tak Perlu Tunggu Perda, DPRD NTB Usulkan Kesepakatan dengan Gubernur

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:30 WITA

Pemprov NTB Perkuat Kepastian Hukum untuk Bangun Kepercayaan Investor

Sabtu, 19 September 2026 - 08:59 WITA

DPRD NTB Setujui Perubahan APBD 2026, Belanja Daerah Rp6,053 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 - 05:24 WITA

Lombok Timur Juara III Pemda Berprestasi, Kemendagri Beri Insentif Rp1 Miliar

Jumat, 18 September 2026 - 16:58 WITA

MTQ Kecamatan Lembar Ditutup, Pemkab Lombok Barat Minta Pembinaan Santri Diperkuat

Jumat, 18 September 2026 - 08:08 WITA

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Maskapai Ajukan 47 Penerbangan Tambahan

Berita Terbaru

Kerja sama peningkatan pelayanan penyakit jantung di RSUD Tripat.

Kesehatan

RSUD Tripat Tingkatkan Layanan Jantung dan Cerebrovascular

Sabtu, 19 Sep 2026 - 12:11 WITA