MATARAM, ntbkita.com-Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB Sinta M. Iqbal mendorong perluasan akses pasar bagi produk unggulan daerah. Ia menilai kolaborasi dengan sektor swasta bisa membuka ruang promosi lebih luas bagi UMKM NTB.
Komitmen itu ia tunjukkan saat menghadiri peresmian UNIQLO Neighborhood Collaboration Batch 4 di gerai UNIQLO Lombok Epicentrum Mall, Jumat (19/6/2026). Program ini membuka ruang promosi bagi kriya dan wastra lokal NTB di jaringan ritel modern berkelas internasional.
Sinta hadir didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Kepala UPTD Balai Kemasan Produk Daerah (BKP3D), dan Koordinator Pemasaran BKP3D. Mereka meninjau langsung Neighborhood Collaboration Corner yang menampilkan berbagai produk UMKM unggulan NTB.
Kolaborasi Masuki Tahun Keempat
Menurut Sinta, kerja sama yang telah memasuki tahun keempat ini membuktikan sinergi pemerintah dan dunia usaha mampu menghadirkan peluang nyata bagi UMKM. Kolaborasi itu dapat membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing dan memperluas pemasaran.
“Kami mengapresiasi konsistensi UNIQLO dalam mendukung pemberdayaan UMKM di NTB. Harapannya, kolaborasi ini menjadi pintu masuk bagi produk-produk lokal untuk dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di pasar internasional,” ujarnya.
Sinta menambahkan, Dekranasda NTB tengah mendorong pemerataan manfaat program. Salah satu langkahnya dengan memperluas partisipasi pelaku UMKM dari Pulau Sumbawa.
Menurutnya, langkah itu menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi kreatif daerah. Upaya ini juga sejalan dengan visi NTB Makmur Mendunia melalui peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal.
Produk Lokal Punya Daya Saing
Kehadiran produk NTB di ruang kolaborasi UNIQLO tidak hanya menjadi media promosi. Program ini juga menunjukkan karya para perajin daerah memiliki kualitas untuk bersaing di pasar modern.
Berbagai produk kriya memadukan nilai tradisi dengan inovasi desain. Produk itu menjadi daya tarik bagi konsumen domestik maupun mancanegara.
Salah satu pelaku UMKM yang terlibat, Abdul Jaelani Purnamasyaf, pemilik Purnama Shop, mengaku bangga produknya mendapat kesempatan tampil melalui program ini.
Ia menilai kolaborasi ini membuka peluang lebih besar untuk memperkenalkan kerajinan khas NTB. Produk itu antara lain anyaman ketak dan rotan yang dipadukan dengan material kerang serta inovasi pemanfaatan limbah plastik.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat mengenal produk NTB dan pada akhirnya tertarik berkunjung maupun menjalin kerja sama bisnis dengan para perajin lokal,” ungkapnya.
Buka Peluang Ekonomi Baru
Program Neighborhood Collaboration menjadi contoh kemitraan strategis dalam memperkuat ekosistem UMKM. Dampaknya mencakup peningkatan eksposur produk, penguatan identitas budaya lokal, hingga penciptaan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Bagi Pemprov NTB, kolaborasi seperti ini menjadi langkah penting untuk mengangkat nilai tambah produk daerah. Program ini juga memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat NTB kepada pasar yang lebih luas.
Dengan dukungan berbagai pihak, UMKM NTB diharapkan tidak hanya menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Produk lokal juga diharapkan mampu menembus pasar nasional dan global, serta membawa nama baik Lombok dan NTB sebagai pusat ekonomi kreatif yang inovatif dan berdaya saing.










Komentar