Pemprov NTB Siapkan Petani Muda lewat Sekolah Pertanian

Avatar photo

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petani muda

Ilustrasi petani muda

MATARAM, ntbkita.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendorong regenerasi petani dengan menarik lebih banyak generasi muda masuk ke sektor pertanian.

Salah satu strategi yang pemerintah tempuh ialah memperkuat pendidikan vokasi pertanian. Pemprov ingin menyiapkan tenaga muda yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan kemampuan mengembangkan agribisnis.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan NTB Lalu Mirza mengatakan sekolah perlu mendekatkan pendidikan pertanian dengan dunia usaha dan praktik lapangan.

Karena itu, siswa membutuhkan pengalaman melalui magang, pelatihan, dan kerja sama dengan pelaku usaha.

“Supaya mulai dari SDM kita siapkan. Ada kerja sama, magang, pelatihan dan sebagainya. Ketika tamat, anak-anak ini sudah punya modal untuk mencari pekerjaan,” kata Mirza.

Lulusan Tak Harus Berorientasi Jadi PNS

Mirza mengatakan lulusan sekolah pertanian tidak harus menjadikan pegawai negeri sipil sebagai satu-satunya pilihan.

Menurutnya, sekolah perlu membekali siswa dengan kemampuan yang memungkinkan mereka menciptakan pekerjaan melalui sektor agribisnis.

“Pikiran orang kalau sekolah orientasinya pasti PNS. Itu boleh, tetapi harus punya modal lain. Kalau kita fokuskan ke agribisnis, tamat sekolah mereka punya ilmu, bukan hanya teori, tetapi praktik,” ujarnya.

Baca Juga :  BBM Subsidi Langka Bikin Aktivitas Nelayan NTB Lumpuh

Melalui pola itu, lulusan memiliki bekal untuk mencari pekerjaan maupun mengembangkan usaha sendiri.

Selain keterampilan teknis, pendidikan pertanian juga dapat memperkenalkan siswa pada peluang bisnis berbagai komoditas daerah.

Petani Muda Dibutuhkan untuk Regenerasi

Mirza menilai regenerasi petani menjadi kebutuhan mendesak karena mayoritas petani saat ini berusia relatif tua.

Karena itu, Pemprov NTB ingin mendorong generasi muda menggantikan petani senior sekaligus membawa sektor pertanian menuju pola yang lebih modern.

“Petani milenial ini kita dorong untuk menggantikan yang sudah tua. Pertanian sekarang sudah mengarah ke modernisasi, jadi harus bertransformasi,” katanya.

Menurut Mirza, modernisasi pertanian berkaitan erat dengan peningkatan kualitas pendidikan.

Pemprov pun membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

Selain pendidikan, kerja sama dapat menyasar penelitian dan pengembangan komoditas pertanian NTB.

“Kalau tidak masuk melalui lembaga pendidikan, susah. Makanya lembaga-lembaga pendidikan dan penelitian kami tarik ke sini,” ujarnya.

Pendaftar SMK PP Tidak Pernah di Bawah 100 Siswa

Di tengah kekhawatiran mengenai rendahnya minat generasi muda menjadi petani, Mirza melihat indikator lain dari sekolah pertanian.

Baca Juga :  Revitalisasi Pasar Kuta Hubungkan Pedagang dengan Industri Pariwisata Mandalika

Ia menyebut jumlah pendaftar di SMK PP Negeri Mataram setiap tahun tidak pernah berada di bawah 100 siswa.

“Kalau melihat tren siswa yang mendaftar di SMK PP, itu tidak pernah di bawah 100 setiap tahun. Artinya, minat masyarakat terhadap sekolah pertanian masih tinggi,” katanya.

Pemprov NTB juga tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah universitas. Kerja sama itu bertujuan membuka akses pendidikan lanjutan bagi lulusan SMK PP.

Dengan jalur pendidikan yang lebih jelas, pemerintah ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian.

Potensi Pertanian Jadi Modal Tarik Generasi Muda

Mirza menilai sektor pertanian NTB masih menawarkan peluang besar bagi generasi muda.

Berbagai komoditas daerah memiliki prospek yang baik dan berkelanjutan. Kondisi itu juga mulai menarik perhatian lembaga pendidikan dari luar NTB untuk mengembangkan pendidikan dan penelitian pertanian.

Karena itu, Pemprov ingin menghubungkan potensi pertanian dengan pendidikan, penelitian, keterampilan praktis, dan agribisnis.

Melalui strategi itu, pemerintah berharap semakin banyak generasi muda melihat pertanian sebagai bidang yang menawarkan peluang kerja sekaligus usaha.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putri Mahkota Swedia Dengarkan Kisah Petani Sajang, Irigasi 450 Meter Perpanjang Masa Tanam
Komisi IV DPR RI Dorong Budidaya Lobster Lombok Timur Naik Kelas
Inflasi NTB Capai 4,03 Persen, NTP Menguat dan Wisnus Tembus 1,41 Juta
Dukung Ketahanan Pangan, Polres Lombok Timur Serahkan Alsintan kepada Petani
55 Desa NTB Terima Rp 16,5 Miliar dari Program Desa Berdaya
Ekonomi NTB Tumbuh 10,42 Persen, Ekonom Unram Ingatkan Manfaatnya Harus Sampai ke Warga
Disparekraf NTB Siapkan Creative Hub dan Ekraf Satu Data
Sensus Ekonomi NTB Capai 94 Persen, Pemprov Perkuat Kebijakan Berbasis Data

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 07:54 WITA

Putri Mahkota Swedia Dengarkan Kisah Petani Sajang, Irigasi 450 Meter Perpanjang Masa Tanam

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WITA

Komisi IV DPR RI Dorong Budidaya Lobster Lombok Timur Naik Kelas

Rabu, 2 September 2026 - 08:09 WITA

Inflasi NTB Capai 4,03 Persen, NTP Menguat dan Wisnus Tembus 1,41 Juta

Selasa, 1 September 2026 - 16:48 WITA

Dukung Ketahanan Pangan, Polres Lombok Timur Serahkan Alsintan kepada Petani

Selasa, 1 September 2026 - 08:44 WITA

55 Desa NTB Terima Rp 16,5 Miliar dari Program Desa Berdaya

Berita Terbaru