MATARAM, ntbkita.com-Pemerintah Kota Mataram terus memperluas penggunaan Tempah Dedoro Organik (TDO) untuk menangani sampah langsung dari sumber.
Hingga pembaruan data Juli 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mencatat 1.249 unit TDO telah tersebar di 50 kelurahan.
Program itu membantu masyarakat mengolah sampah organik sebelum masuk ke sistem pengangkutan. Dengan demikian, pemerintah dapat mengurangi volume sampah yang menuju tempat pemrosesan akhir (TPA).
Pemkot Mataram terus mengembangkan Tempah Dedoro sebagai salah satu program pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan.
Cakranegara Miliki 638 Unit Tempah Dedoro
Sebaran Tempah Dedoro paling banyak berada di Kecamatan Cakranegara dengan 638 unit.
Selanjutnya, Kecamatan Sandubaya memiliki 175 unit dan Ampenan mencapai 160 unit. Sementara itu, Selaparang memiliki 127 unit.
Kecamatan Mataram mencatat 54 unit, sedangkan Sekarbela memiliki 47 unit.
Selain kawasan permukiman, pemerintah memasang 48 unit pada kantor organisasi perangkat daerah maupun instansi.
Secara keseluruhan, jumlahnya mencapai 1.249 unit.
Pemerintah menempatkan sarana itu sedekat mungkin dengan sumber sampah. Karena itu, masyarakat dapat langsung menangani sampah organik di lingkungan masing-masing.
Tempah Dedoro Olah Sampah Langsung dari Sumber
DLH Kota Mataram mengembangkan Tempah Dedoro Organik sebagai sarana pengolahan sampah organik langsung dari sumbernya.
Melalui pola ini, masyarakat tidak harus mengirim seluruh sampah organik menuju TPA.
Selain mengurangi volume sampah, pengolahan dari sumber juga membantu menekan beban sistem pengangkutan.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana bersama Sekda Kota Mataram Lalu Alwan Basri dan Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi juga meninjau Tempah Dedoro di Lingkungan Marong Karang Tatah.
Pemkot menggunakan pengembangan TDO sebagai bagian dari upaya memperkuat penanganan sampah berbasis lingkungan.
Sampah Organik Bisa Menjadi Kompos
Tempah Dedoro tidak hanya mengurangi volume sampah yang keluar dari lingkungan permukiman.
Pengolahan sampah organik juga menghasilkan kompos yang dapat masyarakat manfaatkan untuk tanaman pekarangan maupun ruang terbuka hijau.
Selain itu, DLH menilai pengolahan sampah organik dapat membantu menekan emisi gas rumah kaca dari timbunan sampah.
Karena itu, perluasan Tempah Dedoro sekaligus mendorong perubahan pola pengelolaan sampah. Masyarakat tidak lagi hanya mengandalkan proses pengumpulan dan pengangkutan menuju TPA.
Dengan 1.249 unit yang telah tersebar, Pemkot Mataram terus mendorong pengolahan sampah organik mulai dari lingkungan permukiman hingga perkantoran.










Komentar