MATARAM, ntbkita.com-Tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sandubaya, Kota Mataram, terus menyusut. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat sisa sampah kini sekitar 2.000–3.000 ton.
Jumlah itu turun signifikan dibandingkan kondisi pada Mei 2026. Saat itu, sekitar 10.000 ton sampah masih menumpuk di TPS Sandubaya.
Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi mengatakan penurunan volume sampah turut mengurangi dampak terhadap lingkungan sekitar.
“Alhamdulillah, tumpukan sampah di TPS Sandubaya sudah mulai berkurang dan tidak ada lagi bau menyengat yang mengganggu aktivitas warga dan pekerja di sekitarnya,” katanya, Sabtu (8/8/2026).
TPS Sandubaya Sempat Tampung Sampah dari Enam Kecamatan
Persoalan sampah di TPS Sandubaya memuncak pada pertengahan 2025. Saat itu, penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok di Kabupaten Lombok Barat membuat TPS Sandubaya menampung sampah dari enam kecamatan di Kota Mataram.
TPA Kebon Kongok tutup sementara karena pengelola memperbaiki sekaligus menambah landfill baru.
Sementara itu, Kota Mataram menghasilkan sampah sekitar 250 ton setiap hari. Kondisi itu membuat timbunan di TPS Sandubaya terus bertambah.
Sampah memenuhi area TPS dan lahan swasta yang pemerintah sewa. Bahkan, tumpukan sempat mencapai jalan masuk dan mengganggu kenyamanan serta keamanan warga maupun pekerja.
Setelah TPA Kebon Kongok kembali beroperasi, DLH meningkatkan pembuangan sampah. Pemerintah juga mengoptimalkan dua unit insinerator untuk mengurangi timbunan.
Target Juni Belum Tercapai
Pada Mei 2026, DLH masih mencatat sekitar 10.000 ton sampah di TPS Sandubaya.
Awalnya, pemerintah menargetkan seluruh tumpukan selesai pada Juni 2026. Namun, penyesuaian harga bahan bakar minyak menghambat target itu.
Armada pengangkut sampah Kota Mataram menggunakan Pertamax Dex. Setelah harga BBM mengalami penyesuaian, DLH mengurangi frekuensi pengangkutan menuju TPA Kebon Kongok.
Sebagai alternatif, DLH memaksimalkan pengolahan menggunakan dua mesin insinerator.
Meski target awal meleset, volume sampah terus berkurang hingga tersisa sekitar 2.000–3.000 ton.
DLH Ingin Sterilkan TPS Sandubaya
DLH menargetkan seluruh sisa timbunan dapat segera dituntaskan.
Namun, percepatan penanganan bergantung pada kemampuan anggaran daerah. Tambahan anggaran BBM dapat mempercepat pengangkutan menuju TPA.
Selain itu, penambahan mesin insinerator dapat meningkatkan kapasitas pengolahan sampah langsung di TPS Sandubaya.
“Sisanya sekarang sekitar 2.000-3.000 ton. InsyaAllah, jika kondisi anggaran daerah mencukupi untuk tambahan BBM atau pengadaan insinerator maka sampah di TPS Sandubaya segera kami sterilkan,” katanya.
Dengan sisa 2.000–3.000 ton, DLH kini mengejar penyelesaian timbunan yang telah berlangsung sejak penutupan sementara TPA Kebon Kongok pada 2025.










Komentar