Menteri PU Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Lombok Utara

Avatar photo

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PU saat melakukan kunjungan ke NTB.

Menteri PU saat melakukan kunjungan ke NTB.

LOMBOK UTARA, ntbkita.com-Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meminta pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, bergerak lebih cepat.

Pemerintah menargetkan fasilitas pendidikan itu bisa mendukung kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027.

Dody meninjau lokasi pembangunan pada Jumat (29/5/2026). Ia datang bersama Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Cipta Karya Chandra R.P. Situmorang, Direktur Kepatuhan Intern Davis F. Hamid, serta Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) NTB Dades Prinandes.

Dody mengatakan Sekolah Rakyat Lombok Utara menjadi salah satu proyek prioritas di NTB. Menurut dia, lokasi ini memiliki kesiapan lahan lebih baik dibandingkan lokasi lain.

“Ini akan menjadi tumpuan penyelenggaraan Sekolah Rakyat di NTB. Lokasi lain masih menghadapi sejumlah tantangan terkait kesiapan lahan dan aksesibilitas. Karena itu saya meminta agar progres pembangunan di sini terus dipercepat sehingga minimal sudah dapat berfungsi dan digunakan oleh adik-adik kita pada tahun ajaran baru nanti,” kata Dody dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/6/2026).

Baca Juga :  Putri Mahkota Victoria dari Swedia Akan Kunjungi Lombok, Bawa Agenda Pembangunan Berkelanjutan

Progres Fisik Capai 45,42 Persen

Berdasarkan data per 29 Mei 2026, progres fisik Sekolah Rakyat Lombok Utara telah mencapai 45,42 persen. Dody menilai capaian itu menunjukkan peningkatan cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

“Bagus, progresnya melesat. Ini menunjukkan komitmen kuat dari penyedia jasa, dukungan TNI, serta kerja keras seluruh tim di lapangan dalam mengejar target penyelesaian,” ujarnya.

Dody juga mengapresiasi komitmen penyedia jasa lokal. Mereka tetap bekerja maksimal di tengah tuntutan percepatan proyek.

Ia menilai pembangunan Sekolah Rakyat menjadi investasi sosial yang memiliki nilai strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Plt Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Chandra R.P. Situmorang memastikan pihaknya terus mengawasi dan mendampingi proses pembangunan agar berjalan sesuai target.

Chandra mengatakan Kementerian PU bersama penyedia jasa dan seluruh pemangku kepentingan terus menjalankan berbagai langkah percepatan. Langkah itu bertujuan agar Sekolah Rakyat Lombok Utara segera memberi manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga :  MTQ Kecamatan Lembar Ditutup, Pemkab Lombok Barat Minta Pembinaan Santri Diperkuat

Ia optimistis target fungsional bangunan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027 dapat tercapai melalui sinergi seluruh pihak.

Anggaran Rp 241,97 Miliar

Sekolah Rakyat Provinsi NTB menempati lahan seluas 6,71 hektare. Total luas bangunannya mencapai 28.445,78 meter persegi.

Kompleks pendidikan terpadu ini mencakup gedung SD, SMP, dan SMA. Kawasan ini juga memiliki asrama siswa dan guru, masjid, kantin, gedung serbaguna, lapangan olahraga, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Proyek ini menelan anggaran Rp241,97 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kementerian PU bersama penyedia jasa menyiapkan sejumlah strategi untuk mempercepat penyelesaian proyek. Strategi itu meliputi penambahan alat berat, peningkatan jumlah tenaga kerja, sistem kerja dua hingga tiga shift, percepatan pengadaan material konstruksi, hingga optimalisasi metode pelaksanaan pekerjaan.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kementerian PU Guyur Rp182,6 Miliar ke Bima, Genjot Irigasi hingga Tangkal Banjir
Proyek Bypass Lembar-Kayangan Senilai Rp3,5 Triliun Masih Tuntaskan Amdal dan DED
Viral Video Oknum TNI Ngamuk Bawa Sajam di Mataram, Ternyata Idap Skizofrenia Paranoid
Tembus 5 Besar SDGs Action Awards 2026, Pemprov NTB Buktikan Kekuatan Tata Kelola Data
Gagasan Museum Desa dari NTB Tembus Konferensi Permuseuman Dunia ICOM CECA 2026
Pemprov NTB Percepat Pencairan Dana Desa Berdaya, 131 Desa Belum Lengkapi Berkas
Angka Stunting Lombok Timur Turun Jadi 18,4 Persen pada Agustus 2026
Helikopter Evakuasi Pendaki Asal Belanda yang Alami Cedera Kaki di Gunung Rinjani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:07 WITA

Kementerian PU Guyur Rp182,6 Miliar ke Bima, Genjot Irigasi hingga Tangkal Banjir

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:55 WITA

Proyek Bypass Lembar-Kayangan Senilai Rp3,5 Triliun Masih Tuntaskan Amdal dan DED

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:03 WITA

Viral Video Oknum TNI Ngamuk Bawa Sajam di Mataram, Ternyata Idap Skizofrenia Paranoid

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:05 WITA

Gagasan Museum Desa dari NTB Tembus Konferensi Permuseuman Dunia ICOM CECA 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:12 WITA

Pemprov NTB Percepat Pencairan Dana Desa Berdaya, 131 Desa Belum Lengkapi Berkas

Berita Terbaru