BIMA, ntbkita.com-Wali Kota Bima HA Rahman mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) melahirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia menargetkan setiap OPD di lingkungan Pemerintah Kota Bima memiliki minimal dua inovasi. Target itu ia sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Ekosistem Inovasi Daerah Kota Bima di aula Maja Labo Dahu kantor Wali Kota Bima, Kamis (4/6).
Aji Man, sapaan akrab Wali Kota Bima, menegaskan inovasi harus menjadi budaya kerja aparatur. Menurut dia, inovasi tidak cukup berhenti sebagai gagasan. OPD harus mengubahnya menjadi solusi nyata untuk memperbaiki pelayanan publik.
“Setiap perangkat daerah harus memiliki minimal dua inovasi. Inovasi tidak boleh berhenti pada ide, tetapi harus diwujudkan menjadi solusi yang mempermudah pelayanan kepada masyarakat,” tegas Aji Man.
Menurut dia, inovasi juga penting untuk memperkuat daya saing daerah. Apalagi pemerintah daerah menghadapi keterbatasan fiskal.
Aji Man menilai pemerintah pusat saat ini membuka ruang kompetisi cukup besar bagi daerah. Salah satunya melalui ajang Kota Terinovatif yang berlangsung setiap tahun.
Daerah yang meraih predikat kota paling inovatif berpeluang memperoleh insentif hingga Rp 7 miliar. Pemerintah pusat juga memberi penghargaan dan insentif bagi daerah yang berhasil menekan angka kemiskinan, stunting, tingkat pengangguran terbuka, serta menjaga stabilitas inflasi.
“Peluang-peluang seperti ini harus kita manfaatkan bersama. Tambahan insentif yang diperoleh nantinya akan kembali mendukung pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
ASN Inovatif Berpeluang Dapat TPP
Aji Man juga menyiapkan skema penghargaan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang mampu melahirkan inovasi berdampak. Penghargaan itu akan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Ia membuka peluang pemberian tambahan penghasilan pegawai (TPP) bagi ASN berprestasi. ASN terinovatif tingkat Kota Bima berpeluang mendapat tambahan TPP selama tiga bulan.
Inovator yang meraih juara tingkat provinsi berpeluang mendapat tambahan TPP selama enam bulan. Sementara juara tingkat nasional berpeluang mendapat tambahan TPP selama 12 bulan.
Aji Man menilai penghargaan itu penting untuk membangun iklim kompetitif yang sehat di lingkungan birokrasi. Ia ingin aparatur lebih kreatif menghadirkan solusi pelayanan publik.
Kepala BRIDA Kota Bima Arief Roesman Efendy mengatakan, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar mengejar jumlah inovasi. Menurut dia, pemerintah harus memastikan setiap inovasi memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Perkembangan ini patut diapresiasi. Namun yang lebih penting adalah bagaimana inovasi yang lahir mampu menjawab persoalan publik dan meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.
Arief juga menyoroti keberhasilan inovasi SiCerah. Ia menilai SiCerah menjadi salah satu contoh inovasi daerah yang memberi kemudahan layanan dan mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Pemkot Bima berharap penguatan ekosistem inovasi mampu mendorong OPD bekerja lebih kreatif. Target dua inovasi tiap OPD tidak hanya mengejar penghargaan, tetapi juga mempercepat pelayanan kepada masyarakat.










Komentar