Sekda NTB Abul Chair: Jangan Korbankan Alam atas Nama Pembangunan

Avatar photo

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan Hari Lingkungan Hidup oleh Pemprov NTB. (humas pemprov ntb)

Peringatan Hari Lingkungan Hidup oleh Pemprov NTB. (humas pemprov ntb)

LOMBOK BARAT, ntbkita.com-Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Abul Chair mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan pembangunan sebagai alasan merusak lingkungan. Ia menegaskan, pembangunan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam.

Pesan itu ia sampaikan saat memimpin Apel Siaga Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan berlangsung di Lapangan Hutan Nuraksa Kumbi, Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (20/6/2026).

Apel siaga itu mengusung tema “Now for Climate” atau “Sekarang untuk Iklim”. Abul Chair menegaskan, krisis lingkungan menuntut tindakan nyata saat ini, bukan di masa mendatang.

“Sekarang, bukan nanti atau besok. Lingkungan tidak memberi kesempatan kepada kita untuk terlambat. Ketika kita terlambat menyelamatkan lingkungan, dampaknya bisa menjadi kerusakan yang tidak dapat diperbaiki kembali,” tegasnya.

Sindir Kebiasaan Buang Sampah ke Sungai

Sekda NTB juga menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam mengelola sampah. Ia menyindir kebiasaan warga membuang sampah ke sungai dan berharap sampah terbawa arus hingga ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

“Sering kali sampah kita titipkan di sungai dan berharap bisa sampai sendiri ke TPA. Cara berpikir seperti ini justru menjadi bagian dari penyebab kerusakan lingkungan,” ujarnya.

Abul Chair juga mengkritik praktik eksploitasi lingkungan yang kerap memakai narasi pembangunan. Menurutnya, pembangunan tidak boleh mengorbankan kelestarian alam.

Baca Juga :  Pemkot Mataram Matangkan Perwal untuk Tiga Perda Baru

“Jangan sampai kerusakan lingkungan dibenarkan atas nama pembangunan. Menebang pohon tanpa upaya pemulihan dan menggantinya dengan beton bukanlah pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.

Dorong Transportasi Ramah Lingkungan

Sebelum apel siaga, Sekda NTB membuka pameran kendaraan listrik. Pameran itu menjadi bagian dari kampanye penggunaan transportasi ramah lingkungan.

Menurut Abul Chair, transisi menuju kendaraan listrik menjadi salah satu langkah nyata untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, komunitas lingkungan, masyarakat adat, dan warga NTB terus menjaga kelestarian alam. Upaya itu penting demi generasi mendatang.

“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menjaga bumi ini. Semangat menjaga lingkungan harus terus kita rawat demi masa depan NTB yang lebih baik,” pungkasnya.

DLHK NTB Paparkan Berbagai Aksi Nyata

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB H. Didik Mahmud Gunawan Hadi, ST., M.Si., melaporkan sejumlah kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Menurut Didik, peringatan tahun ini tidak hanya bersifat seremonial. DLHK NTB mengisinya dengan berbagai aksi nyata yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian besar yakni Pasar Pangan Murah. Kegiatan itu berlangsung pada 5 Juni di kawasan TPA Regional Kebon Kongok dan Desa Taman Ayu.

Baca Juga :  Pemprov bersama KONI NTB Matangkan PORPROV XII Tahun 2026

Program hasil kolaborasi DLHK dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB itu bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

DLHK NTB juga menggelar aksi bersih-bersih massal di sepanjang jalur Bypass BIL pada 6 Juni. Kegiatan itu melibatkan sekitar 1.200 peserta dan berhasil mengumpulkan 4,3 ton sampah.

Rangkaian kegiatan lainnya meliputi telekonferensi bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. DLHK NTB juga menyalurkan kompensasi dampak lingkungan bagi delapan desa di sekitar TPA Regional.

Pada puncak acara di Hutan Nuraksa Kumbi, DLHK NTB turut menghadirkan pameran produk UMKM berbasis lingkungan.

Didik juga mengungkapkan rencana kunjungan Menteri Lingkungan Hidup ke NTB pada 5–6 Juli mendatang. Agenda kunjungan itu meliputi penanaman pohon dan peninjauan pengelolaan sampah di Gili Trawangan.

Penanaman 200 bibit pohon di kawasan Hutan Nuraksa Kumbi menjadi penutup rangkaian kegiatan. Aksi itu menjadi bagian dari gerakan penghijauan nasional.

“Harapan kami, seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan hidup demi keberlanjutan generasi masa depan,” ujar Didik.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calon PMI Lotim Didorong Lebih Mandiri Urus Proses Migrasi
Rumah Reyot di Sumbawa Barat Kini Lebih Layak Dihuni
Administasi Anak di Sumbawa Barat Diperkuat Lewat Program Jawara
Skor Keuangan NTB Naik, Miq Iqbal Fokus Benahi Sistem
Sat Polairud Evakuasi Lima Kru KMN Putri Novi di Gili Banta
WNA Australia Pemilik Penginapan di Dompu Dideportasi, Diduga Salahi Izin Tinggal
MTQ XXXI di Praya Teguhkan Langkah NTB Menuju Serambi Al-Qur’an
Pemprov NTB Dorong Maskapai Buka Rute Baru ke Australia dan Asia Tenggara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:30 WITA

Sekda NTB Abul Chair: Jangan Korbankan Alam atas Nama Pembangunan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:19 WITA

Calon PMI Lotim Didorong Lebih Mandiri Urus Proses Migrasi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:13 WITA

Rumah Reyot di Sumbawa Barat Kini Lebih Layak Dihuni

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:05 WITA

Administasi Anak di Sumbawa Barat Diperkuat Lewat Program Jawara

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:53 WITA

Skor Keuangan NTB Naik, Miq Iqbal Fokus Benahi Sistem

Berita Terbaru

Hukum

535 Gram Sabu Gagal Beredar di Bima

Selasa, 23 Jun 2026 - 19:49 WITA

Kemenangan Jepang atas Tunisia di Piala Dunia 2026.

Olahraga

Jepang Mengamuk, Tunisia Dibantai di Laga Bersejarah Piala Dunia

Minggu, 21 Jun 2026 - 14:19 WITA

Ilustrasi

Pariwisata

Sampah Pendakian Gunung Rinjani Diurus Bareng Warga

Minggu, 21 Jun 2026 - 11:17 WITA