Warga Taman Ayu Dapat Bantuan Beras dan Minyak

Avatar photo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gerakan pangan murah di Desa Taman Ayu, Lombok Barat. (humas pemprov ntb)

Gerakan pangan murah di Desa Taman Ayu, Lombok Barat. (humas pemprov ntb)

LOMBOK BARAT, ntbkita.com–Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (5/6).

Kegiatan ini menyasar wilayah kategori kemiskinan ekstrem dan masyarakat dengan akses terbatas terhadap pasar serta bahan pangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB Lalu Mirza Amir Hamzah mengatakan, GPM menjadi bentuk kepedulian pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Terutama bagi masyarakat di daerah pelosok.

“Ini bentuk kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya, termasuk di daerah-daerah pelosok. Kita harus memberikan pelayanan, terutama dalam penyediaan bahan pangan murah kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, 1.343 keluarga di Taman Ayu menerima bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI. Bantuan itu berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi Februari dan Maret.

Mirza mengatakan, GPM menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah pengendalian inflasi daerah.

Baca Juga :  Harhubnas 2026, Gubernur NTB Tekankan Konektivitas dan Keselamatan Transportasi

“GPM ini kita upayakan bersama. Jangan hanya mengandalkan Dinas Pertanian, tetapi seluruh pihak harus berkolaborasi untuk melakukan pengendalian inflasi agar harga pangan tetap terjangkau oleh masyarakat,” katanya.

GPM Sasar Desa Miskin Ekstrem

Mirza menjelaskan, Pemprov NTB akan menggelar GPM setiap bulan di berbagai wilayah yang terindikasi mengalami kenaikan harga kebutuhan pokok. Pemerintah juga melibatkan pelaku UMKM dalam kegiatan ini. Mereka menyediakan berbagai komoditas dengan harga terjangkau.

Berdasarkan hasil pemantauan dan data Badan Pusat Statistik (BPS), kelangkaan minyak goreng dan bahan bakar rumah tangga menjadi salah satu pemicu inflasi di hampir seluruh kabupaten dan kota di NTB.

“Kalau bulan ini satu titik, setiap bulan akan dilaksanakan GPM pada lokasi yang terindikasi mengalami kenaikan harga. Dari pantauan kami dan berdasarkan data BPS, bahan bakar rumah tangga dan minyak goreng menjadi penyumbang inflasi karena terjadi kelangkaan di hampir seluruh daerah di NTB,” jelasnya.

Mirza mengatakan, program GPM juga fokus pada desa berdaya yang masuk kategori miskin ekstrem. Program ini membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih murah.

Baca Juga :  Gubernur NTB Raih Penghargaan Pendukung Zakat Terbaik pada BAZNAS Awards 2026

“Sasaran GPM banyak berada di desa berdaya dan fokus pada desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem,” tambah Mirza.

Bantu Jaga Daya Beli Warga

Sementara itu, Kepala Desa Taman Ayu Muhammad Tajudin mengapresiasi pelaksanaan GPM. Ia menilai program ini mampu membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Menurut Tajudin, stabilitas harga beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lain sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Dengan GPM ini diharapkan dapat menstabilkan harga-harga bahan pokok yang saat ini terus meningkat. Ini merupakan salah satu solusi dari Pemerintah Provinsi yang perlu terus dilaksanakan untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menilai kehadiran GPM sangat membantu warga. Terutama di tengah kelangkaan sejumlah komoditas penting seperti beras dan minyak goreng.

“Harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Apalagi saat ini yang paling langka adalah minyak goreng dan beras, sehingga program ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi terus berlanjut hingga kondisi ekonomi masyarakat semakin stabil,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PUPR NTB Mulai Perbaiki Jalan Penujak–Montong Ajan, Sasar Ruas 6,5 Kilometer
Sebanyak 754 Hektare Kebun Mete di Dompu Masuk Program Peremajaan Kementan
BRIDA NTB dan Kementerian Hukum Siapkan Pendampingan Kekayaan Intelektual
Dekranasda NTB Ingin Riset Tenun Lombok Perkuat Daya Saing Perajin
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di NTB, Pemuda Berprestasi Terima Penghargaan
KPK Jadikan NTB Satu Data Referensi Pengembangan Sistem Analitik Pemberantasan Korupsi
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Santri of The Year 2026
Kementerian PU Guyur Rp182,6 Miliar ke Bima, Genjot Irigasi hingga Tangkal Banjir

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:04 WITA

PUPR NTB Mulai Perbaiki Jalan Penujak–Montong Ajan, Sasar Ruas 6,5 Kilometer

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:13 WITA

Sebanyak 754 Hektare Kebun Mete di Dompu Masuk Program Peremajaan Kementan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:08 WITA

BRIDA NTB dan Kementerian Hukum Siapkan Pendampingan Kekayaan Intelektual

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di NTB, Pemuda Berprestasi Terima Penghargaan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:49 WITA

KPK Jadikan NTB Satu Data Referensi Pengembangan Sistem Analitik Pemberantasan Korupsi

Berita Terbaru