MATARAM, ntbkita.com-Puluhan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Soromandi Mataram (HIMSI Mataram) kembali mendatangi Kantor Gubernur NTB, Rabu (3/6). Mereka mendesak Pemerintah Provinsi NTB segera memperbaiki ruas jalan Bajo-Sampungu di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima.
Mahasiswa menyebut kerusakan jalan itu sudah berlangsung lebih dari 30 tahun. Kondisi itu mengganggu aktivitas masyarakat, terutama distribusi hasil pertanian dari wilayah Soromandi.
Koordinator Umum HIMSI Mataram Furkan YK mengatakan, Soromandi menjadi salah satu sentra produksi pertanian yang membutuhkan dukungan infrastruktur memadai.
“Bulan kemarin terjadi dua kecelakaan truk pengangkut jagung. Kami tidak ingin kecelakaan yang sama terus berulang karena jalan rusak,” kata Furkan.
Usulkan Rp 48 Miliar
Staf Ahli Gubernur NTB Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Sosial Kemasyarakatan Setda NTB Yusron Hadi menerima aspirasi mahasiswa. Ia hadir bersama Kepala Dinas PUPRPKP NTB Lalu Kusuma Wijaya dan Kabid Bina Marga PUPRPKP NTB Rizali Amin.
Yusron mengapresiasi langkah mahasiswa yang ikut mengawal pembangunan daerah. Ia memastikan pemerintah sudah menerima aspirasi terkait kerusakan ruas jalan sepanjang 18 kilometer itu.
Kepala Dinas PUPRPKP NTB Lalu Kusuma Wijaya mengatakan, pemerintah berkomitmen memenuhi seluruh persyaratan agar perbaikan jalan Bajo-Sampungu bisa terealisasi.
Menurut Lalu Kusuma, proses itu membutuhkan waktu dan kesabaran. Namun, pemerintah tetap berupaya memperjuangkan kebutuhan infrastruktur wilayah Soromandi.
Kabid Bina Marga PUPRPKP NTB Rizali Amin mengatakan, ruas Bajo-Sampungu masuk salah satu prioritas lewat skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
PUPRPKP NTB mengusulkan anggaran Rp 48 miliar untuk menangani ruas jalan Bajo-Sampungu secara menyeluruh.
“Kebetulan di Bajo-Sampungu kita mengusulkan Rp 48 miliar. Jadi mohon kesabarannya,” kata Rizali.
Kawal ke Pemerintah Pusat
Rizali menjelaskan, pemerintah mengusulkan skema Inpres Jalan Daerah karena kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi NTB masih terbatas.
Ruas Bajo-Sampungu juga masuk tiga besar prioritas yang akan Pemprov NTB ajukan ke pemerintah pusat.
“Angka per paketnya di bawah Rp 50 miliar. Kita akan kawal bersama,” tegasnya.
Rizali menambahkan, pemerintah memilih skema itu agar penanganan jalan tidak hanya tambal sulam. Pemerintah ingin memperbaiki ruas Bajo-Sampungu secara total.
“Kami mengusulkan karena ingin perbaikan total jalan Bajo-Sampungu,” pungkasnya.










Komentar