MATARAM, nbtkita.com-Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal mengumpulkan 10 bupati dan wali kota se-NTB, Jumat (24/7/2026). Pertemuan itu membahas sejumlah persoalan daerah.
Gubernur turut menyinggung operasi tangkap tangan yang melibatkan Bupati Lombok Barat nonaktif Lalu Ahmad Zaini bersama dua rekannya. Iqbal meminta seluruh pihak menjadikan kasus hukum itu sebagai pelajaran.
“Oo pasti dong (bahas OTT, red), itu pelajaran buat kita semua, bukan hanya kepala daerah, termasuk buat media juga,” ujarnya seusai pertemuan.
Perkuat Koordinasi Antarkepala Daerah
Iqbal mengatakan seluruh kepala daerah, kepala organisasi perangkat daerah, dan aparatur sipil negara perlu memperkuat koordinasi. Langkah itu bertujuan mencegah kasus serupa kembali terjadi di NTB.
Ia menyebut para kepala daerah rutin bertemu setiap tiga bulan untuk bertukar pikiran dan membahas persoalan pemerintahan.
“Itu kan salah satu isu yang bisa kita ambil, tetapi kami berkoordinasi baik, tiap tiga bulan sekali kumpul, tukar pikiran,” lanjutnya.
Iqbal juga menyinggung penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi yang berlangsung hingga malam hari. Menurutnya, peristiwa itu harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak.
Bahas Kekeringan dan Tata Ruang
Pertemuan 10 kepala daerah juga membahas rapat koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian ATR/BPN.
Pembahasan mencakup ancaman kekeringan dan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B). NTB kini mencatat capaian perlindungan kawasan pertanian sebesar 87,04 persen.
“Tadi kita menyiapkan ini, menyiapkan kesepakatan ini supaya satu pandangan dalam hal kebencanaan dan dalam tata ruang. Tata ruang kan saling subsidi, makanya tadi Bupati Dompu dan KLU menambahkan, sehingga tercapai 87,04 persen,” jelasnya.
Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota menyelaraskan pandangan mengenai kebencanaan serta penataan ruang. Mekanisme subsidi antarwilayah membantu NTB mencapai target perlindungan kawasan pertanian.










Komentar