DPRD Dompu Dukung Bupati Wawancarai Tiga Besar Seleksi JPT Pratama: Sejalan dengan Meritokrasi

Avatar photo

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Dompu Kurnia Ramadhan (kiri), Bupati Bambang Firdaus (tengah), dan Ketua DPRD Dompu Muttakun

Wakil Ketua DPRD Dompu Kurnia Ramadhan (kiri), Bupati Bambang Firdaus (tengah), dan Ketua DPRD Dompu Muttakun

DOMPU, ntbkita.com-Rencana Bupati Dompu Bambang Firdaus mewawancarai langsung tiga besar peserta pada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama mendapat dukungan DPRD Dompu.

Ketua DPRD Dompu Muttakun menilai langkah itu wajar. Sebab, kepala daerah menjadi pengguna atau user pejabat yang akan memimpin perangkat daerah.

“Saya mendukung bupati sebagai user yang memanfaatkan ASN terbaik. Bukannya tidak percaya pada panitia seleksi (pansel), tetapi ini merupakan tindak lanjut dari hasil yang telah disampaikan pansel. Pak bupati ingin melihat dan berkomunikasi langsung dengan ASN yang lolos tiga besar,” kata Muttakun.

Menurut dia, kepala daerah perlu mendengar langsung gagasan para kandidat sebelum menetapkan pejabat definitif. Bupati juga perlu melihat kemampuan peserta yang sudah lolos melalui panitia seleksi.

Ia menilai wawancara menjadi ruang bagi Bupati Dompu untuk mendalami kemampuan dan performa peserta.

“Pak bupati perlu menggali dan mendengarkan langsung gagasan tiga besar. Ini kreativitas bupati untuk melakukan wawancara langsung guna melihat performance ASN,” ujarnya.

Muttakun menegaskan, rencana wawancara tidak mengabaikan kerja panitia seleksi. Langkah itu menjadi pendalaman terhadap calon pejabat yang akan dipilih.

“Ini bagus sekali. Pansel menyerahkan tiga nama, kemudian bupati ingin melakukan elaborasi lagi untuk melihat kompetensi mereka sebelum ditetapkan,” katanya.

Ia juga menyoroti sejumlah peserta dari luar lingkungan Pemerintah Kabupaten Dompu. Karena itu, kepala daerah perlu melakukan pendalaman lebih lanjut.

“Bupati tidak terlibat dalam proses seleksi. Karena itu, sangat baik jika sebagai user beliau ingin bertemu dan menggali kemampuan para peserta secara langsung,” tutur Muttakun.

Baca Juga :  Bupati Dompu Resmikan Rumah Produksi Rokok di Pekat

Dinilai Sejalan dengan Sistem Merit

Wakil Ketua DPRD Dompu Kurnia Ramadhan juga mendukung rencana itu. Menurut dia, wawancara langsung menjadi bagian dari penerapan sistem merit atau meritokrasi dalam birokrasi.

Kurnia mengatakan, meritokrasi menempatkan seseorang pada jabatan berdasarkan kemampuan, prestasi, dan kompetensinya. Bukan karena faktor kedekatan maupun latar belakang tertentu.

“Ini bagian dari meritokrasi, yaitu menempatkan seseorang pada posisi atau jabatan berdasarkan kemampuan, prestasi, dan kompetensinya. Sekaligus menolak penunjukan berdasarkan koneksi, kekayaan, atau latar belakang sosial maupun nepotisme,” kata Kurnia.

Ia menjelaskan, sistem merit memberi kesempatan sama kepada setiap aparatur sipil negara (ASN). Mereka bisa memperoleh jabatan berdasarkan kemampuan dan kinerja.

“Keadilan, yakni memberikan peluang yang setara bagi setiap orang sebagai calon pejabat untuk maju berdasarkan kerja kerasnya sendiri,” ujarnya.

Selain itu, sistem merit juga bertujuan menempatkan figur yang tepat pada jabatan strategis.

“Efisiensi dan profesionalisme, memastikan suatu pekerjaan atau posisi penting dipegang oleh orang yang tepat atau the right man in the right place,” katanya.

Menurut Kurnia, pejabat eselon II memegang tanggung jawab besar dalam memimpin satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Mereka merumuskan kebijakan teknis, menyusun program kerja, serta mengelola anggaran dan sumber daya manusia.

Karena itu, wawancara langsung oleh kepala daerah dapat menjadi sarana untuk mengevaluasi kompetensi. Wawancara juga dapat mengukur kesesuaian dengan visi dan misi kepala daerah, serta memastikan loyalitas birokrasi.

“Dan wawancara ini tidak ada yang salah. Ini bagian dari tahapan penentu dalam proses open bidding maupun job fit,” tegasnya.

Baca Juga :  Wagub NTB Minta Kebijakan Fiskal Lebih Adil untuk Daerah

Bupati Ingin Gali Aspek Lain

Sebelumnya, Bupati Dompu Bambang Firdaus menegaskan panitia sudah menjalankan proses seleksi. Tahapan itu mencakup aspek akademik, teknis, disiplin ilmu, dan kompetensi birokrasi.

Namun, sebagai kepala daerah sekaligus pengguna akhir pejabat yang akan bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dompu, Bambang menilai perlu menggali aspek lain. Menurut dia, aspek itu belum sepenuhnya tergali dalam proses seleksi.

“Saya kan user-nya, saya penggunanya. Jadi harus saya tahu,” ujar Bambang, Selasa (2/6/2026).

Menurut dia, persoalan birokrasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis maupun latar belakang pendidikan.

“Persoalan birokrasi ini tidak hanya semata kepada teknis, akademisi, pendidikan dan disiplin ilmu. Ada hal-hal lain yang mendukung. Nah, mungkin itu tidak sempat oleh tim ini untuk mengetes dan menggali itu,” katanya.

Karena itu, Bambang berencana mewawancarai langsung peserta yang masuk tiga besar pada masing-masing OPD. Ia akan melakukannya sebelum menentukan pejabat definitif.

Sebanyak 75 pejabat eselon III dan administratur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dompu mengikuti seleksi terbuka. Mereka berebut 11 jabatan pimpinan tinggi pratama yang masih kosong.

Jabatan itu meliputi Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Dompu, Sekretaris DPRD, Kepala BKD dan PSDM, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda), Kepala Badan Kesbangpol, Kepala BPBD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gedung Baru DPRD NTB Mulai Dibangun 2027, Pemerintah Pusat Tanggung Biayanya
Gubernur Iqbal: Birokrasi Harus Bertumpu pada Sistem, Bukan Figur
Gubernur Iqbal Paparkan Tantangan Fiskal dan Infrastruktur NTB kepada Komisi V DPR RI
Museum NTB Terima 31.340 Pengunjung, PAD Capai 103 Persen
Gubernur Iqbal: Setiap Rupiah APBD Harus Berdampak bagi Masyarakat
Gubernur Iqbal Serahkan Radiogram, Wabup Nurul Adha Jalankan Tugas Bupati Lobar
TRC Infrastruktur NTB Tangani Kerusakan Jalan Maksimal 24 Jam setelah Laporan
NTB Usulkan Rp 200 Miliar Lebih untuk Tiga Jalan dan Dua Jembatan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:54 WITA

Gedung Baru DPRD NTB Mulai Dibangun 2027, Pemerintah Pusat Tanggung Biayanya

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:51 WITA

Gubernur Iqbal Paparkan Tantangan Fiskal dan Infrastruktur NTB kepada Komisi V DPR RI

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:14 WITA

Museum NTB Terima 31.340 Pengunjung, PAD Capai 103 Persen

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:13 WITA

Gubernur Iqbal: Setiap Rupiah APBD Harus Berdampak bagi Masyarakat

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:10 WITA

Gubernur Iqbal Serahkan Radiogram, Wabup Nurul Adha Jalankan Tugas Bupati Lobar

Berita Terbaru

Ilustrasi

Pendidikan

Revitalisasi Tahap II Sasar 19 TK dan PAUD di Lombok Timur

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:09 WITA