MATARAM, ntbkita.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong maskapai nasional dan luar negeri membuka rute baru ke Lombok. Pemprov NTB ingin konektivitas udara mendukung pariwisata dan ekonomi lokal.
Dorongan itu menguat setelah maskapai Scoot menambah frekuensi penerbangan rute Singapura-Lombok pulang-pergi. Mulai Juni 2026, Scoot melayani rute itu 10 kali per minggu.
Kepala Dinas Perhubungan NTB Ervan Anwar mengatakan, Pemprov NTB membuka diri bagi maskapai nasional maupun luar negeri yang ingin membuka rute baru ke NTB.
“Kita selalu mendorong ya, pihak maskapai membuka rute-rute baru tidak hanya Singapura dan Malaysia,” kata Ervan di Mataram, Kamis (11/6/2026).
Ervan mengatakan, penambahan rute baru akan memperkuat pengembangan pariwisata NTB. Apalagi, NTB menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Indonesia.
“Manfaat membuka banyak rute ini tentu dapat meningkatkan konektivitas dan mendukung pariwisata serta ekonomi lokal,” ujarnya.
Australia dan Asia Tenggara Masuk Bidikan
Ervan menyebut Pemprov NTB mendorong pembukaan rute baru ke Australia dan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Rute itu melengkapi koneksi internasional yang sudah berjalan, seperti Singapura dan Malaysia.
Menurut dia, langkah Scoot bisa menjadi contoh awal bagi operator penerbangan lain untuk masuk ke Lombok.
“Jadi, kalau bisa kita menawarkan itu (Australia dan Asia Tenggara). Jadi, harapan kita beberapa operator penerbangan mengikuti langkah awal seperti yang dilakukan Scoot,” katanya.
Bizam Nilai Kepercayaan Maskapai Meningkat
General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) Aidhil Philip Julian mengatakan, penambahan frekuensi Scoot menjadi sinyal positif bagi pasar penerbangan internasional di Lombok.
Menurut Aidhil, kebijakan Scoot menunjukkan kepercayaan maskapai terhadap potensi pasar penerbangan internasional dari dan menuju Lombok.
“Penambahan frekuensi penerbangan Scoot ini merupakan kabar baik bagi masyarakat dan sektor pariwisata NTB. Selain memberikan lebih banyak alternatif jadwal perjalanan bagi pengguna jasa, peningkatan frekuensi ini juga menjadi indikator positif terhadap permintaan perjalanan internasional dari dan menuju Lombok,” ujar Aidhil.
Aidhil berharap tambahan frekuensi penerbangan internasional semakin memperkuat aksesibilitas Lombok sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia.
Menurut dia, konektivitas udara juga dapat mendukung pertumbuhan pariwisata, perdagangan, investasi, dan kegiatan ekonomi lain di NTB.
Pemprov NTB berharap semakin banyak maskapai melihat peluang pasar penerbangan internasional ke Lombok. Dengan tambahan rute baru, NTB ingin memperluas akses wisatawan dan memperkuat pergerakan ekonomi daerah.










Komentar