Kemenkum-Biro Hukum NTB Kawal Perda Berkualitas

Avatar photo

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK BARAT, ntbkita.com-Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTB bersama Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi NTB memperkuat pengawasan produk hukum daerah. Langkah ini untuk memastikan peraturan daerah (perda) dan peraturan kepala daerah (perkada) tetap harmonis, efektif, dan tidak bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi.

Penguatan itu menjadi perhatian dalam kegiatan pengawasan produk hukum daerah di Hotel Jayakarta, Lombok Barat, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini membahas pentingnya evaluasi perda dan perkada agar regulasi daerah mampu memberi kepastian hukum serta menjawab kebutuhan masyarakat.

Dorong Regulasi Berkualitas

Kepala Bagian Peraturan Perundang-undangan Biro Hukum Setda Provinsi NTB menyampaikan, pengawasan perda dan perkada menjadi bagian penting dalam membangun regulasi daerah yang berkualitas.

Produk hukum daerah juga harus mendukung tata kelola pemerintahan yang baik. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan setiap regulasi selaras dengan kebutuhan masyarakat dan aturan lebih tinggi.

Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTB Dr Hubaidi menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan Kanwil Kemenkum NTB. Sinergi itu dibutuhkan dalam pengawasan produk hukum daerah.

Baca Juga :  Kawal IGA 2026, Sekda NTB Minta Kepala OPD Pimpin Langsung Pelaporan Inovasi

Menurut Hubaidi, evaluasi terhadap perda dan perkada perlu terus berjalan. Evaluasi membantu pemerintah memastikan regulasi dapat berjalan efektif dan memberi kepastian hukum.

Cegah Tumpang Tindih Aturan

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTB I Gusti Putu Milawati menyampaikan materi mengenai peran Jabatan Fungsional Analis Hukum dan Perancang Peraturan Perundang-undangan.

Ia menyoroti sejumlah persoalan regulasi daerah. Mulai dari tumpang tindih pengaturan, disharmoni norma, hingga perda yang tidak lagi sesuai dengan perkembangan peraturan perundang-undangan.

“Analisis dan evaluasi Perda menjadi instrumen penting untuk menilai apakah suatu regulasi masih relevan, efektif, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Milawati.

Dari hasil evaluasi itu, pemerintah dapat menentukan tindak lanjut atas sebuah perda. Regulasi dapat tetap dipertahankan, diubah, atau dicabut sesuai hasil kajian.

Bahas Harmonisasi Raperda

Kegiatan ini juga membahas mekanisme pengharmonisasian rancangan perda dan rancangan perkada. Mekanisme itu mengacu pada Peraturan Menteri Hukum Nomor 40 Tahun 2025. Proses pengharmonisasian meliputi pemeriksaan administratif, analisis konsepsi, rapat pengharmonisasian, hingga penerbitan surat selesai pengharmonisasian.

Baca Juga :  Bupati Dompu Resmikan Rumah Produksi Rokok di Pekat

Akademisi Universitas Mataram Dr Risnain juga menekankan pentingnya pendekatan akademik dalam pembentukan dan evaluasi produk hukum daerah. Menurutnya, regulasi perlu berpijak pada kebutuhan masyarakat, data empiris, dan kajian akademik agar memberi manfaat nyata.

Perkuat Koordinasi Daerah

Diskusi interaktif bersama peserta menutup kegiatan ini. Sejumlah isu mengemuka dalam forum itu.

Peserta membahas kendala sumber daya manusia perancang regulasi. Mereka juga menyoroti kebutuhan pembentukan tim analisis dan evaluasi perda di daerah.

Selain itu, forum menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan Kanwil Kemenkum NTB. Koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas produk hukum daerah, sekaligus mencegah lahirnya regulasi yang tidak selaras dengan aturan lebih tinggi.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendagri Siapkan Formula Remunerasi Kepala Daerah untuk Tekan Korupsi
Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol, Gubernur Iqbal Ajak Warga Nobar di Halaman Bumi Gora
BRIDA NTB Buka Sayembara Riset untuk Peneliti Muda
Wamendagri Bima Arya Puji Kehebatan Negosiasi Gubernur NTB Lalu Iqbal dengan Pemerintah Pusat
Gubernur Se-Indonesia Berkumpul di Senggigi, Bahas UMKM dan Fiskal
Pemprov NTB Dorong GTRA Percepat Penyelesaian Konflik Agraria
Mulai 20 Juli, Jalan Dakota Mataram Uji Coba Satu Arah
Pemkot Mataram Gandeng Dunia Usaha Wujudkan Kota Layak Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:47 WITA

Kemendagri Siapkan Formula Remunerasi Kepala Daerah untuk Tekan Korupsi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 04:39 WITA

Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol, Gubernur Iqbal Ajak Warga Nobar di Halaman Bumi Gora

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:38 WITA

BRIDA NTB Buka Sayembara Riset untuk Peneliti Muda

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:22 WITA

Wamendagri Bima Arya Puji Kehebatan Negosiasi Gubernur NTB Lalu Iqbal dengan Pemerintah Pusat

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:30 WITA

Gubernur Se-Indonesia Berkumpul di Senggigi, Bahas UMKM dan Fiskal

Berita Terbaru