Minyakita Rp 15.500 per Liter Diserbu Warga Pakuan

Avatar photo

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gerakan pangan murah di Desa Pakuan, Lombok Barat. (humas pemprov ntb)

Gerakan pangan murah di Desa Pakuan, Lombok Barat. (humas pemprov ntb)

LOMBOK BARAT, ntbkita.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan berlangsung di Halaman Hutan Nuraksa Kumbi, Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (20/6/2026).

Program ini membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau. Pemprov NTB juga ingin mendekatkan akses pangan murah bagi warga di wilayah pelosok.

Mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) Irine Silviani, SP., MM., mengatakan, GPM kali ini masuk rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB menginisiasi kegiatan itu.

Irine menjelaskan, pemerintah memilih Desa Pakuan karena lokasinya berada di ujung wilayah Lombok Barat. Warga setempat membutuhkan akses lebih dekat untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.

“Kami ingin mendekatkan layanan kepada masyarakat. Lokasi ini cukup jauh dari pusat distribusi, sehingga kehadiran GPM diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar,” ujarnya.

Minyakita Jadi Incaran Warga

Warga mulai memadati lokasi sejak pagi. Minyak goreng Minyakita menjadi salah satu komoditas paling diminati.

Baca Juga :  Transformasi Posyandu NTB Dimulai, Enam Layanan Dasar Jadi Fokus

Panitia menjual Minyakita Rp 15.500 per liter. Harga itu lebih rendah dari harga pasar yang berkisar Rp 17.000 hingga Rp 17.500 per liter.

Selain minyak goreng, warga juga bisa membeli beras dengan harga terjangkau. Pemerintah menggandeng Perum Bulog dan mitra strategis lain untuk menyediakan kebutuhan pokok.

Kegiatan ini turut menghadirkan pelaku UMKM lokal dan kelompok binaan Dinas Kehutanan. Mereka memasarkan berbagai produk pangan hasil bumi.

Irine memastikan Pemprov NTB akan melanjutkan program GPM secara berkelanjutan. Sepanjang Juni 2026, pemerintah sudah menggelar kegiatan serupa dua kali.

Pada Juli mendatang, Pemprov NTB kembali menyasar program desa berdaya. Program itu menjadi salah satu unggulan di bawah kepemimpinan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri.

Ajak Warga Bijak Kelola Konsumsi

Irine juga mengajak masyarakat lebih bijak mengelola konsumsi pangan. Ajakan itu penting di tengah tantangan perubahan iklim global.

“Mari kita hentikan pemborosan pangan dan berbelanja sesuai kebutuhan. Dengan begitu, ketahanan pangan keluarga dapat tetap terjaga,” katanya.

Pada kesempatan itu, Irine memastikan ketersediaan pangan strategis di NTB masih aman. Khusus beras, stok mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama 10 hingga 11 bulan ke depan.

Baca Juga :  Sengketa Lahan SMPN 2 Gunungsari Berpotensi Jadi Kasus Korupsi, Diduga Libatkan Developer Besar

Menurutnya, pemerintah terus menyiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi kekeringan ekstrem. Fenomena El Nino berpotensi memberi dampak pada sektor pertanian.

“Kami terus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Berdasarkan proyeksi yang ada, stok beras NTB masih aman untuk 10 hingga 11 bulan ke depan,” jelasnya.

Warga Merasa Terbantu

Salah seorang warga Kumbi, Nuhun Santriwati, mengaku senang dengan kehadiran pasar murah. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat.

“Senang sekali, jarang ada kegiatan seperti ini di sini,” ujarnya.

Nuhun langsung membeli minyak goreng dua liter seharga Rp 31.000. Ia juga berencana membeli beras karena harganya lebih murah dibandingkan pasar.

“Kalau di pasar harganya lebih mahal, di sini jauh lebih murah,” katanya.

Sebagai ibu rumah tangga, Nuhun berharap pemerintah rutin menggelar program serupa. Menurutnya, pasar murah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Semoga pasar murah seperti ini sering diadakan di desa kami, supaya masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efisiensi Kendaraan Dinas Hemat Anggaran Pemkot Mataram sebesar Rp 3 Miliar
Pemprov NTB Dorong UMKM Naik Kelas lewat KUR hingga Pasar Ekspor
Pemprov NTB Siapkan Petani Muda lewat Sekolah Pertanian
Investasi NTB Tembus Rp 33,73 Triliun, UMKM Naik 22,28 Persen
Kejari Lombok Tengah Pulihkan Rp 2,16 Miliar Tunggakan Pajak Daerah
Ekonomi NTB Melaju 7,41 Persen di Tengah Normalisasi Tambang, Jadi yang Tertinggi Kedua Nasional
BBM Subsidi Langka Bikin Aktivitas Nelayan NTB Lumpuh
Berpotensi Rugi Lagi, Dislutkan NTB Dorong Pihak Ketiga Kelola Pabrik Garam Bima

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:41 WITA

Efisiensi Kendaraan Dinas Hemat Anggaran Pemkot Mataram sebesar Rp 3 Miliar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:32 WITA

Pemprov NTB Dorong UMKM Naik Kelas lewat KUR hingga Pasar Ekspor

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:36 WITA

Pemprov NTB Siapkan Petani Muda lewat Sekolah Pertanian

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:23 WITA

Investasi NTB Tembus Rp 33,73 Triliun, UMKM Naik 22,28 Persen

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:58 WITA

Kejari Lombok Tengah Pulihkan Rp 2,16 Miliar Tunggakan Pajak Daerah

Berita Terbaru

Sudirsah Sujanto

Olahraga

Jelang PON 2028 Gubernur Iqbal Didorong Jadi Ketua KONI NTB

Sabtu, 8 Agu 2026 - 18:52 WITA