BIMA, ntbkita.com-Personel Sat Polairud Polres Bima Kota mengevakuasi awak kapal nelayan yang kandas di perairan Toro Mangeata-Gili Banta, Kabupaten Bima. Kapal KMN Putri Novi menabrak karang saat berlayar menuju Pelabuhan Sape, Kamis malam (18/6/2026).
Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto melalui Kasat Pol Air Iptu Sarif Rijaidinsyah menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 Wita di perairan Gili Banta-Toro Mangeata.
Personel Sat Polairud menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 21.00 Wita. Laporan itu menyebut KMN Putri Novi mengalami kecelakaan laut setelah menabrak karang dan kandas di kawasan Takat Toro Mangeata, Gili Banta.
KMN Putri Novi merupakan kapal nelayan GT 5. Kapal itu dipimpin Tison sebagai nakhoda dan membawa empat anak buah kapal (ABK).
Kapal berlayar dari Nangalili, Nusa Tenggara Timur (NTT), menuju Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima. Kapal membawa muatan ikan dan es.
Saat melintas di sekitar perairan Tanjung Toro Mangeata-Gili Banta, kapal menghadapi arus cukup kuat. Kondisi itu bersamaan dengan pasang surut air laut.
Akibatnya, kapal kehilangan kendali kemudi. Kapal kemudian terseret, menabrak karang, dan kandas di kawasan itu.
Tim Gabungan Bergerak ke Lokasi
Setelah menerima laporan, dua personel KP XXI-2008 bersama satu personel Sat Polairud Polres Bima Kota langsung menuju lokasi. Mereka bergerak bersama personel PSDKP dan nelayan Sape untuk melakukan pencarian serta evakuasi.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 23.42 Wita. Petugas langsung mengecek kondisi awak kapal dan melakukan penyelamatan.
Tim menemukan seluruh kru KMN Putri Novi dalam keadaan selamat dan sehat. Jumlah kru kapal lima orang. Sementara kapal masih berada di lokasi dalam kondisi kandas.
Seluruh Kru Tiba di PPI Sape
Pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 01.10 Wita, tim evakuasi bersama lima kru KMN Putri Novi bertolak dari lokasi kejadian menuju Pelabuhan Perikanan Pantai (PPI) Sape.
Mereka tiba di PPI Sape, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, sekitar pukul 02.35 Wita. Seluruh kru tiba dengan selamat, aman, dan lengkap.
Iptu Sarif mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi. Mulai dari personel Sat Polairud, PSDKP, hingga masyarakat nelayan yang ikut membantu penyelamatan.
“Kami bersyukur seluruh kru kapal dapat dievakuasi dengan selamat. Kejadian ini menjadi pengingat bagi para nelayan dan pengguna transportasi laut agar selalu meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan kondisi cuaca dan arus laut saat berlayar demi keselamatan bersama,” tutupnya.










Komentar