MATARAM, ntbkita.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat kualitas inovasi daerah menjelang penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026. Pemprov NTB ingin inovasi perangkat daerah memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Pemprov NTB membahas penguatan itu melalui Rapat Koordinasi Inovasi Daerah NTB Tahun 2026. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Tambora Kantor Gubernur NTB, Kamis (11/6/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi NTB Abul Chair memimpin rapat koordinasi itu. BRIDA Provinsi NTB memfasilitasi kegiatan sebagai perangkat daerah yang mengoordinasikan penguatan ekosistem inovasi daerah.
Seluruh kepala perangkat daerah lingkup Pemprov NTB mengikuti rapat itu. Mereka mendapat arahan untuk memperkuat inovasi yang telah berjalan, melengkapi data dukung, mengukur dampak, dan meningkatkan kualitas pelaporan.
Rapat itu juga merumuskan sejumlah tindak lanjut strategis. Pemprov NTB akan mempercepat identifikasi inovasi daerah, memperkuat data dukung dan evidence, menyusun dokumentasi inovasi secara lebih komprehensif, serta memperkuat inovasi unggulan daerah.
Abul Chair menegaskan, inovasi daerah tidak boleh berhenti sebagai instrumen kompetisi atau penghargaan. Menurut dia, inovasi harus menjadi budaya kerja birokrasi.
Ia ingin setiap inovasi mampu menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.
“IGA hanyalah instrumen pengukuran. Yang paling penting adalah apakah masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari inovasi yang kita lakukan,” tegas Abul Chair.
Inovasi Harus Jawab Persoalan Masyarakat
Abul Chair menjelaskan, inovasi daerah perlu menjawab berbagai isu strategis pembangunan daerah. Mulai dari pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, penguatan sektor pariwisata, peningkatan kualitas pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, hingga kolaborasi lintas sektor.
Menurut dia, perangkat daerah tidak cukup hanya menciptakan inovasi baru. Setiap perangkat daerah juga harus mengembangkan inovasi yang telah berjalan agar manfaatnya terus meluas.
Ia meminta setiap inovasi memiliki dampak terukur, berkelanjutan, mudah direplikasi, dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Pemprov NTB juga mengevaluasi pelaksanaan inovasi daerah tahun 2025 dalam rapat itu. Evaluasi mencatat beberapa hal penting.
Jumlah inovasi yang sudah direplikasi masih terbatas. Data dukung dan dokumentasi belum optimal. Video dokumentasi dan testimoni penerima manfaat juga masih minim.
Pemprov NTB juga menilai perangkat daerah masih perlu memperkuat tahapan hilirisasi dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Sekda NTB meminta setiap perangkat daerah menunjukkan perubahan nyata melalui data sebelum dan sesudah pelaksanaan inovasi.
“Jangan membuat inovasi karena ada lombanya. Buatlah inovasi karena ada persoalan yang harus diselesaikan dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
BRIDA NTB Dampingi Perangkat Daerah
Kepala BRIDA Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi mengatakan, banyaknya inovasi yang masuk laporan tidak otomatis menentukan keberhasilan inovasi daerah. Menurut dia, kualitas implementasi, dampak, dan keberlanjutan program juga menjadi faktor penting.
Aryadi menegaskan, BRIDA NTB akan terus memperkuat peran sebagai innovation center. BRIDA mendampingi perangkat daerah mulai dari pengembangan, pengukuran, dokumentasi, hingga pelaporan inovasi daerah.
“Inovasi harus menjadi instrumen percepatan pembangunan daerah. Karena itu, setiap OPD perlu memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan memiliki dampak nyata, berbasis data, terdokumentasi dengan baik, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. BRIDA akan terus memberikan pendampingan agar kualitas inovasi NTB semakin meningkat dan mampu menjadi rujukan di tingkat nasional,” ujar Aryadi.
IKHTIAR Jadi Fokus Inovasi Unggulan
Pemprov NTB juga menyampaikan target peningkatan kualitas inovasi daerah pada 2026. Pemprov NTB menempatkan penguatan inovasi daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan NTB Makmur Mendunia.
Salah satu fokus inovasi unggulan daerah yakni program IKHTIAR Pengentasan Kemiskinan melalui Desa Berdaya.
Program IKHTIAR mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi desa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kolaborasi lintas perangkat daerah.
Untuk mendukung target itu, Sekda NTB memberi lima arahan utama kepada seluruh perangkat daerah.
Pertama, kepala OPD harus menjadi penanggung jawab utama inovasi. Kedua, setiap inovasi harus memiliki dampak terukur. Ketiga, perangkat daerah harus memperkuat dokumentasi dan evidence inovasi.
Keempat, perangkat daerah perlu mengoptimalkan peran BRIDA sebagai pusat inovasi daerah. Kelima, Pemprov NTB ingin mendorong NTB menjadi salah satu daerah rujukan inovasi nasional.
Inovasi Jadi Budaya Kerja ASN
Pemprov NTB berharap rapat koordinasi itu memperkuat budaya inovasi di seluruh perangkat daerah. Juga mendorong perangkat daerah meningkatkan kualitas tata kelola pelaporan dan menghadirkan terobosan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemprov NTB tidak ingin inovasi hanya mengejar capaian indeks dan penghargaan. Inovasi harus menjadi instrumen penting untuk mewujudkan pelayanan publik yang efektif, responsif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi, perbaikan berkelanjutan, dan tata kelola inovasi yang semakin kuat, Pemprov NTB meneguhkan komitmen menjadikan inovasi sebagai budaya kerja ASN.
Komitmen itu menjadi bagian dari dukungan Pemprov NTB terhadap terwujudnya NTB Makmur Mendunia.










Komentar