MATARAM, ntbkita.com-Sektor energi dan sumber daya mineral masih menjadi motor utama investasi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sepanjang triwulan I 2026, sektor ini menyumbang Rp 12,92 triliun dari total realisasi investasi NTB.
Secara keseluruhan, realisasi investasi NTB pada Januari hingga Maret 2026 mencapai Rp 18,06 triliun. Capaian itu setara 26,3 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp 68,64 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Irnadi Kusuma mengatakan, capaian itu menunjukkan NTB tetap menjadi tujuan investasi. Terutama untuk sektor unggulan yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
“Capaian tersebut menunjukkan NTB masih menjadi daerah yang menarik bagi investor, terutama pada sektor-sektor unggulan yang memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar dia dalam pernyataan di Mataram, Selasa.
Selain energi dan sumber daya mineral, sektor industri turut memberi kontribusi besar. Nilai investasinya mencapai Rp 1,67 triliun.
Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menyusul dengan realisasi Rp 202 miliar.
“Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menempati posisi ketiga dengan realisasi mencapai Rp 202 miliar,” papar dia.
Pemprov NTB menilai situasi geopolitik global belum banyak mengubah minat investasi di sektor strategis daerah. Namun, calon investor di bidang pertambangan mengalami perlambatan akibat dinamika global.
Irnadi mengatakan, pemerintah daerah terus menyiapkan langkah untuk menjaga investasi tetap berjalan. Salah satunya lewat penguatan investasi berbasis hilirisasi dan industri pengolahan.
“Kami terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan investasi, salah satunya dengan memperkuat investasi berbasis hilirisasi dan industri pengolahan,” kata dia.
Minat investor juga mulai terlihat pada pengelolaan hasil perikanan di kawasan Samota. Kawasan ini mencakup Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora.
Pemprov NTB juga mendorong industri pengolahan lain. Fokusnya pada produk akhir bernilai tambah. Pemerintah berharap pengembangan industri ini memberi dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat setempat.
“Kami optimistis target investasi tahun ini sebesar Rp 68,64 triliun dapat tercapai melalui kolaborasi berbagai pihak dan optimalisasi potensi daerah,” pungkas dia.










Komentar