BRIDA NTB Dorong Hilirisasi Riset dan Ekonomi Hijau

Avatar photo

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK BARAT, ntbkita.com–Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB H Lalu Moh Faozal memimpin monitoring dan evaluasi program Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB. Kegiatan berlangsung di Aula Rapat Utama BRIDA NTB, Selasa (7/7/2026).

Monev melibatkan jajaran fungsional dan Kelompok Kerja (Pokja) BRIDA NTB. Agenda ini digelar untuk meninjau arah kebijakan riset dan inovasi pembangunan daerah.

Hilirisasi Jadi Prioritas

Hasil evaluasi menetapkan hilirisasi hasil riset sebagai prioritas utama. Tujuannya agar inovasi daerah memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan daya saing ekonomi NTB.

Sejumlah riset strategis disiapkan untuk segera diimplementasikan. Di antaranya pengembangan kultur jaringan bibit kurma, penerapan teknologi biodigester berbasis Internet of Things (IoT) untuk pengolahan sampah organik, serta komersialisasi nira aren menjadi produk premium bernilai tinggi.

Baca Juga :  BRIDA NTB Gandeng HPPBI dan LITPAM Perkuat Riset dan Inovasi

Pertemuan itu juga menghasilkan kesepakatan penyusunan rekomendasi kebijakan atau policy brief berbasis data. Rekomendasi itu diarahkan untuk mendukung ekosistem ekonomi hijau dan perdagangan karbon yang sejalan dengan RPJMD Provinsi NTB.

Perkuat Riset Daerah

Kepala BRIDA Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi menyambut baik arahan itu. Ia menegaskan dedikasi BRIDA terhadap pembangunan daerah.

“BRIDA terus berkomitmen memperkuat riset dan inovasi daerah yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya dalam sambutan pembuka.

Baca Juga :  Realisasi Pendapatan NTB 66,53 Persen Pemprov Optimistis Target 2026 Tercapai

Sinergi dengan BRIN

BRIDA NTB akan memperkuat sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kerja sama itu mencakup pendanaan riset, pengembangan startup, serta optimalisasi Rumah Inovasi Daerah (RID).

Pemprov NTB juga akan mempercepat koordinasi lintas instansi dengan BKD dan Biro Organisasi. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kendala belum optimalnya ketersediaan Jabatan Fungsional Peneliti dan Perekayasa.

Di saat bersamaan, BRIDA NTB akan mengoptimalkan kemitraan strategis dengan perguruan tinggi dan dunia usaha. Tujuannya memperkuat ekosistem inovasi yang berkesinambungan di NTB.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SIHT Barabali Mulai Beroperasi, Produk Perdana Dikirim ke Pulau Jawa
Pemerintah Jamin Pasokan BBM Bersubsidi, Bahlil Minta Kelompok Mampu Beralih ke Nonsubsidi
Presiden Prabowo Instruksikan Persiapan E50, Pemerintah Perkuat Kemandirian Energi
Pemprov NTB Gelar Enam Program Vokasi, Sekda Minta Pelatihan Ikuti Kebutuhan Pasar
Putri Mahkota Swedia Dengarkan Kisah Petani Sajang, Irigasi 450 Meter Perpanjang Masa Tanam
Komisi IV DPR RI Dorong Budidaya Lobster Lombok Timur Naik Kelas
Inflasi NTB Capai 4,03 Persen, NTP Menguat dan Wisnus Tembus 1,41 Juta
Dukung Ketahanan Pangan, Polres Lombok Timur Serahkan Alsintan kepada Petani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 11:11 WITA

SIHT Barabali Mulai Beroperasi, Produk Perdana Dikirim ke Pulau Jawa

Jumat, 18 September 2026 - 10:09 WITA

Pemerintah Jamin Pasokan BBM Bersubsidi, Bahlil Minta Kelompok Mampu Beralih ke Nonsubsidi

Jumat, 18 September 2026 - 06:30 WITA

Presiden Prabowo Instruksikan Persiapan E50, Pemerintah Perkuat Kemandirian Energi

Kamis, 10 September 2026 - 20:30 WITA

Pemprov NTB Gelar Enam Program Vokasi, Sekda Minta Pelatihan Ikuti Kebutuhan Pasar

Minggu, 6 September 2026 - 07:54 WITA

Putri Mahkota Swedia Dengarkan Kisah Petani Sajang, Irigasi 450 Meter Perpanjang Masa Tanam

Berita Terbaru

Kerja sama peningkatan pelayanan penyakit jantung di RSUD Tripat.

Kesehatan

RSUD Tripat Tingkatkan Layanan Jantung dan Cerebrovascular

Sabtu, 19 Sep 2026 - 12:11 WITA