Kebakaran 1.956 Hektare TN Tambora Ancam Cagar Biosfer UNESCO dan Ekonomi Warga

Avatar photo

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BIMA, ntbkita.com-Kebakaran menghanguskan sekitar 1.956 hektare kawasan savana di Taman Nasional (TN) Tambora, Nusa Tenggara Barat. Api mengancam kelestarian Cagar Biosfer Dunia UNESCO sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada pariwisata dan jasa lingkungan.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengatakan, kebakaran hutan tidak hanya merusak ekosistem. Masyarakat sekitar kawasan juga langsung merasakan dampaknya.

“Setiap kebakaran hutan harus dipandang sebagai persoalan yang menyangkut kepentingan publik. Ketika hutan terbakar, masyarakat sekitar menjadi pihak yang pertama merasakan dampaknya, mulai dari kualitas udara, aktivitas ekonomi, hingga terganggunya fungsi lingkungan yang menopang kehidupan,” katanya dalam pernyataan tertulis di Bima.

Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Dwi menegaskan, pemerintah tidak dapat mengendalikan kebakaran hutan seorang diri. Seluruh pemangku kepentingan perlu berkolaborasi agar masyarakat menjadikan pencegahan kebakaran sebagai budaya bersama.

Baca Juga :  Gedung Baru DPRD NTB Mulai Dibangun 2027, Pemerintah Pusat Tanggung Biayanya

TN Tambora memiliki luas 71.645,64 hektare. Kawasan pelestarian alam itu menjadi habitat berbagai satwa liar yang mendapat perlindungan.

Satwa itu meliputi Kakatua Kecil Jambul Kuning, Nuri Kepala Merah, Kirik-kirik Australia, dan Rusa Timor.

TN Tambora juga menjaga keanekaragaman hayati. Kawasan itu sekaligus memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat melalui pariwisata dan pemanfaatan jasa lingkungan.

Kebakaran berpotensi mengganggu aktivitas wisata alam. Kondisi itu juga dapat memengaruhi sumber penghidupan masyarakat sekitar kawasan.

Pulihkan Ekosistem Secara Bertahap

Kepala Balai Taman Nasional Tambora Abdul Azis Bakry mengatakan, perlindungan kawasan tidak berhenti setelah tim mengendalikan api. Balai TN Tambora akan melanjutkan penanganan melalui pemulihan ekosistem secara bertahap.

Baca Juga :  Gubernur Se-Indonesia Akan Berkumpul di NTB

Upaya itu mencakup rehabilitasi area bekas kebakaran, penguatan patroli, dan peningkatan sistem deteksi dini. Balai TN Tambora juga akan melibatkan masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan.

“Taman Nasional Tambora merupakan rumah bagi berbagai jenis satwa liar sekaligus bentang alam yang memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Pemulihan kawasan akan dilakukan secara bertahap agar fungsi ekologis kawasan serta manfaatnya bagi masyarakat tetap terjaga untuk jangka panjang,” ujarnya.

Tim gabungan masih melanjutkan operasi pemadaman di kawasan TN Tambora. Operasi itu melibatkan personel Balai TN Tambora, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan berbagai unsur terkait.

Tim berupaya mencegah api meluas ke bagian lain kawasan konservasi. Mereka juga terus menjaga kawasan yang belum tersentuh kebakaran.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Gempa NTT, Gubernur Iqbal Siapkan Satgas Kebencanaan NTB
Manajemen Talenta Mulai Berlaku, Pemprov NTB Petakan Kompetensi ASN
Maulid Nabi, Pemprov NTB Ajak Warga Tahan Amarah dan Jaga Persaudaraan
KUA-PPAS 2027 Disepakati, Pendapatan NTB Ditargetkan Rp 6,22 Triliun
Pemprov NTB Minta Polemik Warga Lombok di Bali Tak Jadi Sentimen Antardaerah
Karhutla NTB Capai 8.895 Hektare, Pemprov NTB Perkuat Kesiapsiagaan
Titik Panas NTB Melonjak Jadi 139, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran
BRIN dan BRIDA NTB Jajaki SWRO untuk Atasi Krisis Air di Pesisir Sekotong

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:01 WITA

Belajar dari Gempa NTT, Gubernur Iqbal Siapkan Satgas Kebencanaan NTB

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:03 WITA

Manajemen Talenta Mulai Berlaku, Pemprov NTB Petakan Kompetensi ASN

Selasa, 25 Agustus 2026 - 05:52 WITA

Maulid Nabi, Pemprov NTB Ajak Warga Tahan Amarah dan Jaga Persaudaraan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:56 WITA

KUA-PPAS 2027 Disepakati, Pendapatan NTB Ditargetkan Rp 6,22 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:45 WITA

Karhutla NTB Capai 8.895 Hektare, Pemprov NTB Perkuat Kesiapsiagaan

Berita Terbaru

Event Ekraf Mania

Ekonomi

Disparekraf NTB Siapkan Creative Hub dan Ekraf Satu Data

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:50 WITA