Presiden Prabowo Turunkan Harga BBM Kapal Nelayan Jadi Rp15.000 per Liter

Avatar photo

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Airlangga Hartarto

Airlangga Hartarto

MATARAM, ntbkita.com-Pemerintah menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) Rp15.000 per liter bagi pengusaha nelayan pemilik kapal berukuran 30–200 gross tonnage (GT). Presiden Prabowo Subianto mengarahkan kebijakan itu untuk meringankan biaya operasional sektor perikanan.

Pemerintah juga ingin memberikan kepastian usaha kepada pelaku perikanan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap kebijakan itu seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga mengikuti rapat di Padepokan Garuda Yaksa, Bogor, Jawa Barat, Senin (13/7).

“Hari ini rapat dengan Bapak Presiden. Salah satu agenda yang dibahas adalah terkait harga BBM khusus bagi pengusaha nelayan yang memiliki kapal berukuran 30 GT sampai dengan 200 GT,” ujar Airlangga.

Pemerintah Beri Harga Khusus

Airlangga mengatakan, pemerintah mencermati perkembangan harga BBM untuk nelayan. Nelayan pemilik kapal di bawah 30 GT memperoleh B50 seharga Rp6.800 per liter.

Baca Juga :  Gubernur NTB Lalu Iqbal Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Kunci Pemerataan Kesejahteraan

Sementara itu, harga BBM nonsubsidi sempat melonjak menjadi Rp21.300 per liter. Pemerintah kemudian menyepakati harga khusus Rp15.000 per liter bagi pengusaha nelayan pemilik kapal 30–200 GT.

Pemerintah menghitung rata-rata biaya produksi solar dalam negeri sebesar Rp18.600 per liter.

“Karena pengusaha nelayan ini perlu diberikan harga khusus, tadi dibahas bahwa harga yang disepakati adalah Rp15.000 per liter. Kemudian, harga BBM nonsubsidi berdasarkan rata-rata biaya produksi solar di dalam negeri dipatok di angka Rp18.600,” jelasnya.

Subsidi Tidak Gunakan APBN

Kementerian ESDM akan segera menerbitkan regulasi untuk menjalankan kebijakan itu. BPDP akan membiayai subsidi sekitar Rp3.600 per liter.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Ingin Pendidikan Negeri Gratis dari SD hingga Universitas

Skema pembiayaan itu tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Bahlil mengatakan, harga khusus dapat membantu nelayan menekan biaya operasional. Pemerintah juga ingin memberikan kepastian bagi pelaku usaha sektor perikanan.

Siapkan Kuota 400 Ribu Ton

Pemerintah menyiapkan kuota BBM khusus sebanyak 400 ribu ton untuk enam bulan ke depan.

Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Koordinasi itu akan menentukan titik distribusi BBM agar penyalurannya tepat sasaran.

“Ini nanti agar tidak disalahgunakan, titik-titik distribusinya akan dikoordinasikan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan. Supaya niat baik pemerintah untuk membantu nelayan tidak disalahgunakan. Ini yang akan kita jaga agar implementasinya berjalan dengan baik, dan tentu saja semuanya atas arahan dan perintah Bapak Presiden,” pungkas Bahlil. (*)

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Lombok Barat Latih UMKM Kelola Keuangan dan Pasarkan Produk dengan AI
Pemprov NTB Minta Tata Niaga Tembakau Dibenahi, Petani Butuh Kepastian Harga
214 Gerai Koperasi Merah Putih di NTB Rampung, 119 Unit Mulai Beroperasi
Gubernur NTB Lalu Iqbal Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Kunci Pemerataan Kesejahteraan
Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA NTB Olah Limbah Jagung dan Pewarna Alam Tenun
Aktivitas Ekonomi Menggeliat, Penerimaan Pajak NTB Tembus Rp2,18 Triliun
Manjakan Investor, Pemkab Lombok Tengah Siapkan 4 Poin Kemudahan Ini
Buka Akses Modal UMKM dan Petani, Pemkab Lombok Tengah Dorong Penguatan Inklusi Keuangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:45 WITA

Pemkab Lombok Barat Latih UMKM Kelola Keuangan dan Pasarkan Produk dengan AI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:33 WITA

Pemprov NTB Minta Tata Niaga Tembakau Dibenahi, Petani Butuh Kepastian Harga

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:07 WITA

214 Gerai Koperasi Merah Putih di NTB Rampung, 119 Unit Mulai Beroperasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:50 WITA

Gubernur NTB Lalu Iqbal Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Kunci Pemerataan Kesejahteraan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:54 WITA

Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA NTB Olah Limbah Jagung dan Pewarna Alam Tenun

Berita Terbaru