Ancaman Bom Masuk WhatsApp Guru saat MPLS di SDN Srengseng Sawah 15

Avatar photo

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

MATARAM, ntbkita.com-Ancaman bom mengganggu hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7). Pihak sekolah memulangkan seluruh murid lebih awal untuk menjaga keselamatan.

Seorang guru menerima pesan ancaman melalui WhatsApp saat upacara MPLS berlangsung. Pelaku mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik lingkungan sekolah.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi membenarkan informasi ancaman itu. Pesan masuk ke nomor WhatsApp guru kelas I dan petugas tata usaha.

“Kita dapati bahwa memang informasinya betul, bahwa ada WA yang masuk ke guru dan TU,” kata Nurma.

Baca Juga :  Prabowo Perketat Pengawasan Program MBG, Tegaskan Uang Rakyat Tak Boleh Dicuri

Polisi Evakuasi Warga Sekolah

Pihak sekolah langsung melaporkan ancaman itu kepada kepolisian. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan meminta seluruh warga sekolah meninggalkan area.

Guru mengumpulkan murid di lapangan sebelum mengarahkan mereka pulang. Aparat juga meminta tenaga pendidik keluar dari lingkungan sekolah selama pemeriksaan berlangsung.

Polisi menerima laporan sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, para murid dan guru tengah mengikuti upacara hari pertama MPLS.

“Selamat pagi dan salam sejahtera diharap bersiap-siap dengan hitungan menit tempat sekolahan SDN 15 Pagi ini akan meledak dan kami sudah menyiapkan 11 titik,” bunyi pesan ancaman itu.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Ingin Koperasi Bangkitkan Ekonomi dari Desa

Gegana Sisir Area Sekolah

Polisi mengerahkan Tim Gegana Brimob dan Densus 88 Antiteror untuk menangani ancaman. Tim Gegana menyisir ruang kelas dan seluruh sudut sekolah.

“Untuk Gegana sendiri sudah menyisir sudah lebih kurang 2 jam lebih, ya, untuk menyisir SD Negeri Srengseng Sawah 15,” kata Nurma.

Sejumlah personel Brimob berjaga di sekitar sekolah. Dua kendaraan Tim Gegana juga siaga untuk mendukung pemeriksaan.

Petugas Dinas Perhubungan serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta turut berjaga. Aparat terus menelusuri pengirim pesan dan memastikan keamanan lingkungan sekolah.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Ingin Koperasi Bangkitkan Ekonomi dari Desa
Prabowo Perketat Pengawasan Program MBG, Tegaskan Uang Rakyat Tak Boleh Dicuri
Mahasiswa UB Tak Menyangka Salat Id Bareng Presiden Prabowo di Paris
Iduladha Presiden Prabowo di Paris Berlangsung Hangat
Aturan Baru Devisa Ekspor Berlaku 1 Juni

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:10 WITA

Ancaman Bom Masuk WhatsApp Guru saat MPLS di SDN Srengseng Sawah 15

Senin, 13 Juli 2026 - 06:37 WITA

Presiden Prabowo Ingin Koperasi Bangkitkan Ekonomi dari Desa

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:48 WITA

Prabowo Perketat Pengawasan Program MBG, Tegaskan Uang Rakyat Tak Boleh Dicuri

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:05 WITA

Mahasiswa UB Tak Menyangka Salat Id Bareng Presiden Prabowo di Paris

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:55 WITA

Iduladha Presiden Prabowo di Paris Berlangsung Hangat

Berita Terbaru

Hukum

Anak Angkat Diduga Curi Elpiji hingga Mesin Pompa di Dompu

Selasa, 14 Jul 2026 - 17:38 WITA

Daerah

Pemprov NTB Pastikan Rekomendasi BPK Sudah Ditindaklanjuti

Selasa, 14 Jul 2026 - 14:17 WITA