Pertamax Naik, Bagaimana Harga BBM Indonesia Dibanding Negara Tetangga?

Avatar photo

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pengisian BBM. (generated by AI)

Ilustrasi pengisian BBM. (generated by AI)

MATARAM, ntbkita.com-Harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax naik mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan ini membuat harga Pertamax menembus Rp 16.000-an per liter.

Pertamina kini menjual Pertamax seharga Rp 16.250 per liter untuk wilayah Jabodetabek. Sebelumnya, harga Pertamax berada di angka Rp 12.300 per liter.

Dengan harga baru itu, Pertamax naik Rp 3.950 per liter. Pertamax Green juga ikut naik. Harga BBM RON 95 campuran etanol 5 persen itu bergerak dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan, Pertamina menyesuaikan harga BBM nonsubsidi dengan regulasi yang berlaku. Langkah itu juga menjadi bagian dari tata kelola energi.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar Roberth dalam keterangan tertulisnya.

Ia mengatakan, Pertamina tetap berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator sebelum memutuskan harga jual.

“Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” sambungnya.

Harga BBM Pertamina di Pulau Jawa per 10 Juni 2026 mencatat Pertalite Rp 10.000 per liter. Pertamax Rp 16.250 per liter. Pertamax Green Rp 17.000 per liter.

Kemudian, Pertamax Turbo Rp 20.750 per liter. Biosolar Rp 6.800 per liter. Dexlite Rp 23.000 per liter. Pertamina Dex Rp 24.800 per liter.

Harga Pertamax Dekati BBM Malaysia

Jika dibandingkan dengan Malaysia, harga Pertamax di Indonesia kini mendekati harga bensin RON 95 nonsubsidi di negeri jiran.

Baca Juga :  Bank NTB Syariah Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Lombok Tengah

Malaysia menetapkan harga bensin RON 95 subsidi 1,99 ringgit atau sekitar Rp 8.796 per liter. Sementara bensin RON 95 nonsubsidi mencapai 3,72 ringgit atau sekitar Rp 16.444 per liter.

Harga bensin RON 97 di Malaysia mencapai 4,35 ringgit atau sekitar Rp 19.229 per liter. Diesel mencapai 4,67 ringgit atau sekitar Rp 20.643 per liter. Diesel di Malaysia Timur berada di angka 2,15 ringgit atau sekitar Rp 9.504 per liter. Kurs yang dipakai yakni 1 ringgit setara Rp 4.420.

Harga BBM di Thailand

Di Thailand, harga BBM lebih tinggi dari Indonesia. SPBU PTT mencatat Gasohol 95 mencapai 43,1 baht atau sekitar Rp 23.529 per liter.

Harga Gasohol E20 mencapai 38,1 baht atau sekitar Rp 20.799 per liter. Kemudian Gasohol E85 berada di angka 34,04 baht atau sekitar Rp 18.583 per liter.

Gasohol 91 mencapai 42,73 baht atau sekitar Rp 23.327 per liter. Gasohol 95 Premium mencapai 50,99 baht atau sekitar Rp 27.836 per liter. Benzin 95 mencapai 52,69 baht atau sekitar Rp 28.765 per liter.

Untuk diesel, Thailand mencatat Diesel B7 senilai 41,3 baht atau sekitar Rp 22.546 per liter. Diesel B7 Premium mencapai 57,25 baht atau sekitar Rp 31.254 per liter. Kurs yang dipakai yakni 1 baht setara Rp 545.

Harga BBM di Filipina, Vietnam, dan Singapura

Filipina juga mencatat harga BBM lebih tinggi. Di SPBU Shell Filipina, bensin tanpa timbal RON 91 mencapai 90,36 peso atau sekitar Rp 26.430 per liter.

Baca Juga :  Bank NTB Syariah Hadirkan ‘POJOK NTBS’ di Pasar Acc Ampenan

Bensin RON 95 mencapai 96,87 peso atau sekitar Rp 28.335 per liter. Bensin RON 97 mencapai 105,35 peso atau sekitar Rp 30.815 per liter.

Untuk diesel, harga standar mencapai 91,34 peso atau sekitar Rp 26.717 per liter. Diesel premium mencapai 100,83 peso atau sekitar Rp 29.493 per liter. Kurs yang dipakai yakni 1 peso setara Rp 292.

Vietnam justru mencatat harga bensin lebih rendah dari Pertamax. Bensin E5 RON 92 mencapai 21.780 dong atau sekitar Rp 14.873 per liter. Bensin E10 RON 95 mencapai 22.330 dong atau sekitar Rp 15.248 per liter.

Harga diesel standar di Vietnam mencapai 26.860 dong atau sekitar Rp 18.342 per liter. Diesel premium mencapai 28.120 dong atau sekitar Rp 19.202 per liter. Kurs yang dipakai yakni 1 dong setara Rp 0,68.

Singapura menjadi negara tetangga dengan harga BBM paling tinggi dalam daftar ini. Caltex Singapura mencatat bensin reguler RON 92 mencapai 3,43 dolar Singapura atau sekitar Rp 47.897 per liter.

Bensin RON 95 mencapai 3,46 dolar Singapura atau sekitar Rp 48.316 per liter. Bensin RON 98 mencapai 4,16 dolar Singapura atau sekitar Rp 58.091 per liter.

Diesel di Singapura mencapai 4,37 dolar Singapura atau sekitar Rp 61.024 per liter. Kurs yang dipakai yakni 1 dolar Singapura setara Rp 13.964.

Dari perbandingan itu, harga Pertamax di Indonesia kini lebih mahal dari bensin E5 RON 92 Vietnam. Namun, harga Pertamax masih berada di bawah harga BBM nonsubsidi Thailand, Filipina, dan Singapura.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter, Ini Harga BBM Pertamina di NTB
Investasinya Bermasalah, Pemprov NTB Buka Suara Terkait Marina Bay
Pemprov NTB Matangkan Konversi BPR Jadi Syariah
Pemprov NTB Bidik PAD Rp 28 Miliar dari Pertambangan Rakyat
Energi dan Sumber Daya Mineral Dorong Investasi NTB Rp 18,06 Triliun
Pemprov NTB Ajak UMKM Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Banyak UMKM Sulit Akses Kredit, Pemerintah Siapkan Solusi
Bank NTB Syariah Perluas Ekosistem QRIS Cross Border di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, 34 Ojek Wisata Kini Layani Pembayaran Non Tunai

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:09 WITA

Pertamax Naik, Bagaimana Harga BBM Indonesia Dibanding Negara Tetangga?

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:21 WITA

Investasinya Bermasalah, Pemprov NTB Buka Suara Terkait Marina Bay

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:24 WITA

Pemprov NTB Matangkan Konversi BPR Jadi Syariah

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:43 WITA

Pemprov NTB Bidik PAD Rp 28 Miliar dari Pertambangan Rakyat

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:33 WITA

Energi dan Sumber Daya Mineral Dorong Investasi NTB Rp 18,06 Triliun

Berita Terbaru