Pemkab Loteng dan BPS Perkuat Pembangunan Berbasis Data, Tiga Desa Ditetapkan Jadi Desa Cantik 2026

Avatar photo

Kamis, 23 April 2026 - 15:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Lombok Tengah | Lombok Fokus – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat sinergi pembangunan berbasis data melalui Sosialisasi dan Pencanangan Program Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Desa Mertak Tombok, Kamis (23/4/2026).

 

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H. M. Nursiah bersama Kepala BPS Provinsi NTB, Kepala BPS Lombok Tengah, Asisten I Bidang Pemerintahan, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta perwakilan Bapperida Lombok Tengah.

 

Dalam kegiatan itu, Kelurahan Praya, Desa Montong Terep, dan Desa Mertak Tombok resmi ditetapkan sebagai desa/kelurahan binaan Program Desa Cantik Tahun 2026.

 

Penetapan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat tata kelola data di tingkat desa dan kelurahan guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih akurat dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal: Kepercayaan Publik Tentukan Masa Depan Media di Era AI

 

Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah dalam sambutannya menegaskan bahwa desa memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pembangunan sekaligus sumber utama data sektoral pemerintah daerah.

 

Menurutnya, penguatan literasi statistik dan kemampuan pengelolaan data menjadi hal penting agar setiap kebijakan pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

“Pembangunan yang efektif harus didukung oleh data yang akurat dan berkualitas. Dengan data yang baik, program pemerintah akan lebih tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Nursiah.

 

Ia juga menilai program Desa Cantik menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan dan pemanfaatan data.

Baca Juga :  KLU Bangun Gedung Inspektorat dan BPBD dengan Anggaran Rp 4,7 Miliar

 

Sementara itu, dalam sosialisasi tersebut juga diungkap sejumlah tantangan yang masih dihadapi desa dalam pengelolaan data, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia hingga belum optimalnya standar pengelolaan data statistik di tingkat desa.

 

Karena itu, kolaborasi antara Pemkab Lombok Tengah dan BPS dinilai penting untuk mendorong desa dan kelurahan menjadi produsen data yang andal sekaligus mampu memanfaatkan data sebagai dasar perencanaan pembangunan.

 

Melalui Program Desa Cantik, pemerintah berharap tercipta sistem data desa yang valid, terintegrasi, dan berkelanjutan sehingga pembangunan di tingkat desa dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KUA-PPAS 2027 Disepakati, Pendapatan NTB Ditargetkan Rp 6,22 Triliun
Pemprov NTB Minta Polemik Warga Lombok di Bali Tak Jadi Sentimen Antardaerah
Karhutla NTB Capai 8.895 Hektare, Pemprov NTB Perkuat Kesiapsiagaan
Titik Panas NTB Melonjak Jadi 139, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran
BRIN dan BRIDA NTB Jajaki SWRO untuk Atasi Krisis Air di Pesisir Sekotong
NTB Kirim 465 Anggota Pramuka ke Jamnas XII 2026
Gubernur Iqbal Minta Manajemen Risiko Jadi Dasar Keputusan Pemprov NTB
Tumpukan Sampah TPS Sandubaya Menyusut Jadi 2.000–3.000 Ton

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:56 WITA

KUA-PPAS 2027 Disepakati, Pendapatan NTB Ditargetkan Rp 6,22 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:46 WITA

Pemprov NTB Minta Polemik Warga Lombok di Bali Tak Jadi Sentimen Antardaerah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Titik Panas NTB Melonjak Jadi 139, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:23 WITA

BRIN dan BRIDA NTB Jajaki SWRO untuk Atasi Krisis Air di Pesisir Sekotong

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:35 WITA

NTB Kirim 465 Anggota Pramuka ke Jamnas XII 2026

Berita Terbaru

Event Ekraf Mania

Ekonomi

Disparekraf NTB Siapkan Creative Hub dan Ekraf Satu Data

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:50 WITA