Kapus Pringgarata Disorot, Diduga Tekan dan Rendahkan Nakes Paruh Waktu

Avatar photo

Minggu, 19 April 2026 - 13:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Nakes Paruh waktu di kantor DPRD Lombok Tengah. (Dok.LF)

Aksi Nakes Paruh waktu di kantor DPRD Lombok Tengah. (Dok.LF)

Lombok Tengah | Lombok fokus – Dugaan intimidasi terhadap tenaga kesehatan (nakes) paruh waktu di Puskesmas Pringgarata kian menguat. Selain tekanan untuk tidak mengikuti aksi mogok, kepala Puskesmas setempat juga diduga melontarkan kata-kata tidak etis kepada para nakes.

 

Salah seorang nakes paruh waktu yang bekerja di Puskesmas Pringgarata, yang meminta identitasnya disembunyikan, membenarkan adanya ucapan tidak pantas tersebut. Ia mengaku mendengar langsung pernyataan bernada merendahkan yang disampaikan dalam sebuah pertemuan internal.

 

“Memang benar ada kata-kata yang kurang pantas disampaikan oleh kepala Puskesmas. Kami yang mendengar merasa sangat kecewa, bahkan sedih,” ujarnya, minggu 19 April 2026.

 

Baca Juga :  Putri Mahkota Swedia Lihat Pemulihan Gempa hingga Konservasi Laut dalam Kunjungan Dua Hari di NTB

Menurutnya, pernyataan tersebut disampaikan dengan nada tinggi dan menekan, sehingga membuat suasana pertemuan menjadi tidak nyaman. Ia juga mengaku merasa tertekan, terlebih dalam situasi yang berkaitan dengan rencana aksi mogok kerja.

 

“Posisi kami ini sudah sulit, tapi malah mendapat perlakuan seperti itu. Jujur saja, kami merasa terpukul,” tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua Barisan Pejuang Kesejahteraan di Instansi Kesehatan (Bangkit) . Lombok Tengah, Sumarni, mengatakan pihaknya menerima banyak laporan serupa dari nakes paruh waktu setelah hearing dengan Komisi IV DPRD Lombok Tengah terkait polemik upah Rp200 ribu per bulan.

 

“Ada pengumpulan teman-teman nakes, lalu diberikan penekanan agar tidak melakukan mogok. Dalam pertemuan itu juga muncul kata-kata yang tidak etis dan bernada merendahkan,” ujar Sumarni.

Baca Juga :  Pemkab Lobar Kerucutkan Sasaran Kemiskinan Ekstrem Jadi 4.274 Jiwa lewat Data Digital

 

Ia mencontohkan salah satu ucapan yang diduga dilontarkan kepala Puskesmas Pringgarata, yakni “bodoh atau bongoh lah, siapa suruh tidak lulus P3k Penuh waktu. yang dinilai tidak pantas dan berpotensi sebagai bentuk intimidasi.

 

Sumarni menegaskan, pihaknya akan mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan tersebut untuk selanjutnya dilakukan mediasi serta mendorong adanya klarifikasi dari pihak Puskesmas Pringgarata.

 

Pihak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Puskesmas Pringgarata terkait dugaan tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan pernyataan resmi.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Lobar Kerucutkan Sasaran Kemiskinan Ekstrem Jadi 4.274 Jiwa lewat Data Digital
Pemprov NTB Perkuat Kepastian Hukum untuk Bangun Kepercayaan Investor
DPRD NTB Setujui Perubahan APBD 2026, Belanja Daerah Rp6,053 Triliun
Lombok Timur Juara III Pemda Berprestasi, Kemendagri Beri Insentif Rp1 Miliar
MTQ Kecamatan Lembar Ditutup, Pemkab Lombok Barat Minta Pembinaan Santri Diperkuat
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Maskapai Ajukan 47 Penerbangan Tambahan
Lombok Tengah Uji Program Pencegahan Perundungan di 12 Sekolah
Penanganan Jalan Provinsi Tak Perlu Tunggu Perda, DPRD NTB Usulkan Kesepakatan dengan Gubernur

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:30 WITA

Pemprov NTB Perkuat Kepastian Hukum untuk Bangun Kepercayaan Investor

Sabtu, 19 September 2026 - 08:59 WITA

DPRD NTB Setujui Perubahan APBD 2026, Belanja Daerah Rp6,053 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 - 05:24 WITA

Lombok Timur Juara III Pemda Berprestasi, Kemendagri Beri Insentif Rp1 Miliar

Jumat, 18 September 2026 - 16:58 WITA

MTQ Kecamatan Lembar Ditutup, Pemkab Lombok Barat Minta Pembinaan Santri Diperkuat

Jumat, 18 September 2026 - 08:08 WITA

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Maskapai Ajukan 47 Penerbangan Tambahan

Berita Terbaru

Kerja sama peningkatan pelayanan penyakit jantung di RSUD Tripat.

Kesehatan

RSUD Tripat Tingkatkan Layanan Jantung dan Cerebrovascular

Sabtu, 19 Sep 2026 - 12:11 WITA