Cerita Buruh Tani Ahmadi dan Harapan untuk Anaknya di Sekolah Rakyat Lombok Utara

Avatar photo

Selasa, 3 November 2026 - 19:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK UTARA, ntbkita.com-Sekolah Rakyat Lombok Utara menghadirkan harapan bagi keluarga kurang mampu yang ingin memberikan pendidikan lebih baik kepada anak-anak mereka. Ahmadi, seorang buruh tani asal Tanjung, Lombok Utara, dan Lailatul Huda, warga Mataram yang mengasuh dua adiknya setelah kehilangan orang tua, melihat program pendidikan gratis ini sebagai kesempatan untuk memperjuangkan masa depan keluarga.

Keduanya menceritakan harapan itu saat Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Lombok Utara menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (2/11/2026).

Sekolah ini menerima 595 siswa dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah NTB. Para siswa mengikuti pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA dengan sistem berasrama.

Bagi Ahmadi, kesempatan memperoleh pendidikan gratis memiliki arti penting. Sebagai buruh tani, ia harus mempertimbangkan keterbatasan penghasilan ketika memikirkan biaya pendidikan anak.

Karena itu, ia menyambut kehadiran Sekolah Rakyat yang memberikan layanan pendidikan sekaligus memenuhi kebutuhan siswa selama tinggal di asrama.

“Iya, karena di sini sangat membantu sekali, terutama bagi kita golongan yang golongan bawah. Kita sangat membutuhkan ini yang gratis ini. Itu yang kita harapkan,” kata Ahmadi.

Buruh Tani Berharap Anak Bisa Sekolah Tanpa Biaya

Ahmadi mengaku bersyukur pemerintah menyediakan pendidikan berasrama secara gratis bagi keluarga kurang mampu.

Menurutnya, biaya pendidikan menjadi salah satu persoalan yang harus keluarga dengan penghasilan terbatas hadapi. Kehadiran Sekolah Rakyat memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan tanpa membebani keuangan keluarga.

“Karena gratis itu, Pak. Karena gratis itulah makanya, cocok bagi kita yang kurang-kurang mampulah, golongan bawah kan,” ujarnya.

Ahmadi berharap anaknya dapat menyelesaikan pendidikan hingga tuntas. Ia juga menginginkan lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan mengikuti program yang sama.

Baca Juga :  Putus Rantai Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Sumbawa Gratiskan Penuh Siswa Sekolah Rakyat Berasrama

Namun, menurut Ahmadi, tidak semua keluarga yang berminat dapat mengakses Sekolah Rakyat. Ia menyebut masih ada kendala yang berkaitan dengan cakupan wilayah penerimaan.

“Banyak yang mau, tapi karena desanya yang tidak mendukung, akhirnya tidak bisa. Banyak juga, termasuk anak saya juga mau ke sini kan. Tapi desanya terlalu besar, belum dibuka,” tuturnya.

Lailatul Huda Berjuang Menyekolahkan Dua Adiknya

Harapan serupa datang dari Lailatul Huda, wali siswa asal Seganteng, Mataram. Ia mengambil tanggung jawab mengasuh dua adiknya setelah mereka kehilangan orang tua.

Lailatul ingin memastikan kedua adiknya tetap memperoleh pendidikan meskipun tidak lagi memiliki orang tua yang mendampingi mereka.

Karena itu, ia memilih Sekolah Rakyat sebagai tempat bagi kedua adiknya untuk melanjutkan pendidikan. Sistem sekolah berasrama dan fasilitas gratis menjadi pertimbangan penting baginya.

“Ya, karena di sini kan bisa ditanggung semuanya, dari sekolahnya sampai dia bisa mencapai cita-citanya,” kata Lailatul.

Selain memikirkan kebutuhan pendidikan, Lailatul juga berusaha memberikan dukungan emosional agar kedua adiknya tetap memiliki semangat belajar.

Ia menyadari tanggung jawabnya kini tidak hanya mengurus kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membantu kedua adiknya mempersiapkan masa depan.

“Karena orang tua sudah enggak ada kan mbaknya kan yang menjadi penanggung jawab, bisa untuk adik-adiklah, dimotivasi mereka,” ujarnya.

Lailatul tidak menyampaikan harapan yang rumit. Ia hanya ingin kedua adiknya menyelesaikan pendidikan dan memiliki kehidupan yang lebih baik.

“Semoga menjadi orang sukses,” tambahnya.

Solehah Terharu, Mirnawati Bercita-cita Jadi Apoteker

Di antara ratusan siswa yang mulai mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Lombok Utara, Solehah mengaku senang sekaligus terharu.

Baca Juga :  Pemkab Dompu Pacu Izin Lahan 8 Hektare Milik Pemprov NTB Demi Sekolah Rakyat

Siswa kelas satu SMA asal Gubuk Pande, Seganteng, Mataram, itu berasal dari keluarga dengan delapan bersaudara. Ia dan salah satu adiknya memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan di sekolah yang sama.

Bagi Solehah, pendidikan gratis memberikan peluang untuk melanjutkan sekolah tanpa harus menghadapi beban biaya pendidikan.

“Terharu,” kata Solehah ketika menceritakan perasaannya.

Sementara itu, Mirnawati, siswi asal Desa Pengkelakmas, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur, juga menyampaikan kegembiraannya.

Sebelumnya, Mirnawati menempuh pendidikan di MTs NW Pengkelamas. Ia kemudian memperoleh kesempatan masuk Sekolah Rakyat melalui usulan dari desa.

Mirnawati sudah memiliki cita-cita yang ingin ia wujudkan melalui pendidikan. Ia berharap kesempatan bersekolah secara gratis dapat membantunya melanjutkan pendidikan hingga meraih impiannya.

“Saya mau jadi apoteker,” ucapnya.

Sekolah Rakyat Menampung 595 Siswa dari Berbagai Daerah

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal membuka kegiatan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Lombok Utara pada Senin (2/11/2026).

Sekolah ini berlokasi di Dusun Amor-Amor, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Pemerintah pusat menjalankan program Sekolah Rakyat melalui Kementerian Sosial. Program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.

Melalui sistem pendidikan berasrama, pemerintah menanggung kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari siswa selama mereka menempuh pendidikan.

Selain pembelajaran akademik, program ini mencakup pengasuhan, pendampingan, dan pembinaan karakter.

Bagi Ahmadi, Lailatul, Solehah, dan Mirnawati, kesempatan mengikuti pendidikan melalui Sekolah Rakyat membawa harapan masing-masing.

Ahmadi menginginkan pendidikan yang tidak membebani keuangan keluarga. Lailatul berharap kedua adiknya mampu meraih kesuksesan, sementara Solehah dan Mirnawati mulai menjalani pendidikan untuk mengejar cita-cita mereka.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani Minta APBN Prioritaskan Pendidikan di Daerah 3T
Gubernur NTB Buka MPLS Sekolah Rakyat Lombok Utara, 595 Siswa Mulai Pendidikan Gratis
114 Siswa Lombok Barat Berangkat ke Sekolah Rakyat di Lombok Utara, Siap Jalani MPLS
Pemkab Dompu Pacu Izin Lahan 8 Hektare Milik Pemprov NTB Demi Sekolah Rakyat
Jawab Masalah 7.000 Anak Putus Sekolah, Lombok Barat Siapkan Sekolah Rakyat 8,6 Hektare
Putus Rantai Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Sumbawa Gratiskan Penuh Siswa Sekolah Rakyat Berasrama
Unram–Massey University Perluas Kerja Sama, Siapkan Riset Pangan dan Joint Master
UMMAT Wisuda 997 Lulusan, 226 Raih Cumlaude dan Total Alumni Tembus 29.011

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:37 WITA

Cerita Buruh Tani Ahmadi dan Harapan untuk Anaknya di Sekolah Rakyat Lombok Utara

Selasa, 3 November 2026 - 14:03 WITA

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani Minta APBN Prioritaskan Pendidikan di Daerah 3T

Selasa, 3 November 2026 - 09:34 WITA

Gubernur NTB Buka MPLS Sekolah Rakyat Lombok Utara, 595 Siswa Mulai Pendidikan Gratis

Senin, 2 November 2026 - 15:37 WITA

114 Siswa Lombok Barat Berangkat ke Sekolah Rakyat di Lombok Utara, Siap Jalani MPLS

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:12 WITA

Pemkab Dompu Pacu Izin Lahan 8 Hektare Milik Pemprov NTB Demi Sekolah Rakyat

Berita Terbaru