MATARAM, ntbkita.com-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram menyiagakan puluhan petugas untuk mengantisipasi banjir akibat penyumbatan drainase selama musim hujan. Petugas memantau sejumlah kawasan rawan dan langsung menangani tumpukan sampah yang menghambat aliran air.
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning mengatakan, volume sampah di saluran air mulai meningkat setelah hujan mengguyur Kota Mataram pada awal pekan lalu. Sebagian sampah terbawa aliran air dari wilayah hulu hingga menumpuk di saluran perkotaan.
“Target kami sekarang, bagaimana sampah ini tidak terjadi penumpukan dan tidak ada sumbatan-sumbatan agar airnya lancar dan saluran bisa berfungsi maksimal,” kata Lale di Mataram, Sabtu (31/10/2026).
PUPR Mataram menempatkan petugas di sejumlah lokasi yang memiliki risiko penyumbatan drainase. Beberapa kawasan yang menjadi perhatian meliputi Rembiga, Tanah Haji, dan Jalan Airlangga.
Petugas bersiaga setiap kali hujan turun untuk memantau kondisi aliran air. Apabila menemukan tumpukan sampah yang berpotensi menyumbat saluran, mereka langsung melakukan penanganan agar air tidak meluap ke jalan maupun memicu banjir.
Lale menyampaikan bahwa petugas sejauh ini masih mampu menangani persoalan penyumbatan saluran. Namun, pihaknya tetap mewaspadai kemungkinan peningkatan curah hujan yang dapat memperbesar risiko genangan.
Sampah Kembali Menumpuk di Kali Ning
Salah satu persoalan yang dihadapi PUPR Mataram ialah penumpukan sampah yang terus berulang meskipun petugas telah membersihkan saluran air.
Kondisi itu antara lain terjadi di Kali Ning. Hujan deras pada Rabu (28/10/2026) kembali membawa sampah hingga menumpuk di kawasan yang sebelumnya sudah mendapat penanganan.
Menurut Lale, sampah yang memenuhi saluran tidak hanya berasal dari wilayah hulu. Aktivitas masyarakat di kawasan perkotaan juga turut menyumbang sampah yang menghambat aliran air.
Karena itu, ia menilai upaya mencegah genangan dan banjir tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan infrastruktur drainase. Pengelolaan sampah rumah tangga dan kepedulian warga juga berperan penting.
Lale memastikan jaringan drainase Kota Mataram, termasuk di kawasan Kali Jangkuk, secara teknis masih berfungsi dengan baik. Meski demikian, sampah yang terus masuk ke saluran dapat mengganggu kelancaran aliran air ketika hujan deras.
PUPR Mataram Minta Warga Tidak Buang Sampah ke Saluran
Selain meningkatkan kesiagaan petugas, PUPR Mataram meminta masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai dan drainase.
Lale mengingatkan warga agar tidak membuang sampah rumah tangga langsung ke aliran sungai maupun saluran air di sekitar permukiman.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat diperlukan karena penanganan kebersihan lingkungan mencakup wilayah Kota Mataram yang cukup luas.
Ia menyebut panjang radius wilayah kota mencapai sekitar 61 kilometer. Dengan cakupan itu, petugas pemerintah memerlukan dukungan masyarakat untuk mengurangi penumpukan sampah dan meminimalkan ancaman banjir.
PUPR Mataram pun tetap menempatkan petugas pada titik-titik rawan selama musim hujan. Pengawasan berfokus pada kelancaran aliran air dan penanganan cepat ketika sampah mulai menyumbat saluran.










Komentar