PUPR Mataram Siagakan Puluhan Petugas Cegah Banjir akibat Sampah Drainase

Avatar photo

Senin, 2 November 2026 - 15:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, ntbkita.com-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram menyiagakan puluhan petugas untuk mengantisipasi banjir akibat penyumbatan drainase selama musim hujan. Petugas memantau sejumlah kawasan rawan dan langsung menangani tumpukan sampah yang menghambat aliran air.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning mengatakan, volume sampah di saluran air mulai meningkat setelah hujan mengguyur Kota Mataram pada awal pekan lalu. Sebagian sampah terbawa aliran air dari wilayah hulu hingga menumpuk di saluran perkotaan.

“Target kami sekarang, bagaimana sampah ini tidak terjadi penumpukan dan tidak ada sumbatan-sumbatan agar airnya lancar dan saluran bisa berfungsi maksimal,” kata Lale di Mataram, Sabtu (31/10/2026).

PUPR Mataram menempatkan petugas di sejumlah lokasi yang memiliki risiko penyumbatan drainase. Beberapa kawasan yang menjadi perhatian meliputi Rembiga, Tanah Haji, dan Jalan Airlangga.

Petugas bersiaga setiap kali hujan turun untuk memantau kondisi aliran air. Apabila menemukan tumpukan sampah yang berpotensi menyumbat saluran, mereka langsung melakukan penanganan agar air tidak meluap ke jalan maupun memicu banjir.

Baca Juga :  Tembus 5 Besar SDGs Action Awards 2026, Pemprov NTB Buktikan Kekuatan Tata Kelola Data

Lale menyampaikan bahwa petugas sejauh ini masih mampu menangani persoalan penyumbatan saluran. Namun, pihaknya tetap mewaspadai kemungkinan peningkatan curah hujan yang dapat memperbesar risiko genangan.

Sampah Kembali Menumpuk di Kali Ning

Salah satu persoalan yang dihadapi PUPR Mataram ialah penumpukan sampah yang terus berulang meskipun petugas telah membersihkan saluran air.

Kondisi itu antara lain terjadi di Kali Ning. Hujan deras pada Rabu (28/10/2026) kembali membawa sampah hingga menumpuk di kawasan yang sebelumnya sudah mendapat penanganan.

Menurut Lale, sampah yang memenuhi saluran tidak hanya berasal dari wilayah hulu. Aktivitas masyarakat di kawasan perkotaan juga turut menyumbang sampah yang menghambat aliran air.

Karena itu, ia menilai upaya mencegah genangan dan banjir tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan infrastruktur drainase. Pengelolaan sampah rumah tangga dan kepedulian warga juga berperan penting.

Lale memastikan jaringan drainase Kota Mataram, termasuk di kawasan Kali Jangkuk, secara teknis masih berfungsi dengan baik. Meski demikian, sampah yang terus masuk ke saluran dapat mengganggu kelancaran aliran air ketika hujan deras.

Baca Juga :  Bagaimana Pergub NTB Dibuat? Ini Tahapan yang Harus Dilalui di Biro Hukum dan HAM Pemprov NTB

PUPR Mataram Minta Warga Tidak Buang Sampah ke Saluran

Selain meningkatkan kesiagaan petugas, PUPR Mataram meminta masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai dan drainase.

Lale mengingatkan warga agar tidak membuang sampah rumah tangga langsung ke aliran sungai maupun saluran air di sekitar permukiman.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat diperlukan karena penanganan kebersihan lingkungan mencakup wilayah Kota Mataram yang cukup luas.

Ia menyebut panjang radius wilayah kota mencapai sekitar 61 kilometer. Dengan cakupan itu, petugas pemerintah memerlukan dukungan masyarakat untuk mengurangi penumpukan sampah dan meminimalkan ancaman banjir.

PUPR Mataram pun tetap menempatkan petugas pada titik-titik rawan selama musim hujan. Pengawasan berfokus pada kelancaran aliran air dan penanganan cepat ketika sampah mulai menyumbat saluran.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdag Mataram Larang Pungutan PKL di CFD Udayana, tapi Retribusi Kebersihan Tetap Berlaku
Pemkab Lombok Barat Jadwalkan Pelantikan Sekda pada 4 November, Nama Terpilih Masih Dirahasiakan
PUPR NTB Mulai Perbaiki Jalan Penujak–Montong Ajan, Sasar Ruas 6,5 Kilometer
Sebanyak 754 Hektare Kebun Mete di Dompu Masuk Program Peremajaan Kementan
BRIDA NTB dan Kementerian Hukum Siapkan Pendampingan Kekayaan Intelektual
Dekranasda NTB Ingin Riset Tenun Lombok Perkuat Daya Saing Perajin
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di NTB, Pemuda Berprestasi Terima Penghargaan
KPK Jadikan NTB Satu Data Referensi Pengembangan Sistem Analitik Pemberantasan Korupsi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:05 WITA

PUPR Mataram Siagakan Puluhan Petugas Cegah Banjir akibat Sampah Drainase

Senin, 2 November 2026 - 12:50 WITA

Disdag Mataram Larang Pungutan PKL di CFD Udayana, tapi Retribusi Kebersihan Tetap Berlaku

Senin, 2 November 2026 - 06:36 WITA

Pemkab Lombok Barat Jadwalkan Pelantikan Sekda pada 4 November, Nama Terpilih Masih Dirahasiakan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:04 WITA

PUPR NTB Mulai Perbaiki Jalan Penujak–Montong Ajan, Sasar Ruas 6,5 Kilometer

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:13 WITA

Sebanyak 754 Hektare Kebun Mete di Dompu Masuk Program Peremajaan Kementan

Berita Terbaru