Putus Rantai Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Sumbawa Gratiskan Penuh Siswa Sekolah Rakyat Berasrama

Avatar photo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumbawa bersama pelajar dari sekolah rakyat.

Bupati Sumbawa bersama pelajar dari sekolah rakyat.

SUMBAWA, ntbkita.com-Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 5 Sumbawa menampung 60 siswa kelas II hingga VI dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa melalui sistem pendidikan berasrama. Pemerintah menempatkan program itu sebagai salah satu upaya membuka akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin ekstrem.

Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot mengatakan Sekolah Rakyat memberi kesempatan kepada anak-anak dari kelompok ekonomi paling rentan untuk tetap memperoleh pendidikan yang layak.

“Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah membuka akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem,” kata Jarot saat menghadiri open house SRD 5 Sumbawa, Sabtu.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menanggung biaya operasional dan fasilitas penunjang siswa selama mengikuti pendidikan berasrama.

Jarot menilai pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, pembinaan di Sekolah Rakyat tidak hanya menyasar kemampuan akademik, tetapi juga mempersiapkan siswa agar lebih mandiri.

Pemkab berharap pendidikan tersebut dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk memperbaiki kondisi kehidupan mereka dan keluarganya pada masa mendatang.

Baca Juga :  Pemkab Lobar Kerucutkan Sasaran Kemiskinan Ekstrem Jadi 4.274 Jiwa lewat Data Digital

SRD 5 Sumbawa Tampung 60 Siswa

Kepala SRD 5 Sumbawa Nani Indrawati mengatakan sekolah mulai beroperasi pada 6 Oktober 2025.

Sejak beroperasi, SRD 5 Sumbawa menampung 60 siswa kelas II hingga VI yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa.

Sekolah menggunakan sistem berasrama sehingga kegiatan siswa tidak berhenti pada proses belajar di kelas. Guru dan tenaga pendukung juga mendampingi kehidupan sehari-hari peserta didik di lingkungan asrama.

Menurut Nani, kegiatan open house digelar untuk memberi kesempatan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan melihat langsung proses pendidikan serta kehidupan siswa di sekolah berasrama.

Melalui kegiatan itu, pihak sekolah juga memperlihatkan layanan pendukung yang tersedia bagi peserta didik.

Pembelajaran Terapkan Sistem Digital

Nani mengatakan sekolah terus membenahi proses belajar dan layanan pendukung bagi siswa.

SRD 5 Sumbawa kini menggunakan sistem pembelajaran digital dan smart learning dalam kegiatan belajar mengajar.

Selain pembelajaran akademik, sekolah mengembangkan pembinaan karakter melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

Baca Juga :  UMMAT Wisuda 997 Lulusan, 226 Raih Cumlaude dan Total Alumni Tembus 29.011

“Sekolah terus melakukan pembenahan, baik dalam proses pembelajaran maupun penyediaan layanan pendukung untuk memenuhi kebutuhan siswa selama mengikuti pendidikan berasrama,” ujar Nani.

Pembinaan siswa selama berada di asrama melibatkan sejumlah unsur. Guru bekerja bersama wali asuh dan wali asrama untuk memantau aktivitas siswa setiap hari.

Selain itu, juru masak dan petugas kebersihan ikut mendukung pemenuhan kebutuhan siswa selama mengikuti pendidikan berasrama.

Sekolah Minta Dukungan Masyarakat

Nani mengatakan keberlangsungan Sekolah Rakyat membutuhkan dukungan berbagai pihak agar pelayanan kepada siswa terus berkembang.

Ia berharap masyarakat ikut mendukung program tersebut sehingga anak-anak dari keluarga prasejahtera memperoleh kesempatan belajar dan meningkatkan daya saing.

Pemkab Sumbawa selanjutnya menempatkan Sekolah Rakyat Sumbawa sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pendidikan.

Melalui pola pendidikan berasrama, dukungan kebutuhan siswa, pembelajaran digital, dan pembinaan karakter, pemerintah ingin memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jawab Masalah 7.000 Anak Putus Sekolah, Lombok Barat Siapkan Sekolah Rakyat 8,6 Hektare
Unram–Massey University Perluas Kerja Sama, Siapkan Riset Pangan dan Joint Master
UMMAT Wisuda 997 Lulusan, 226 Raih Cumlaude dan Total Alumni Tembus 29.011
Kemensos Salurkan Bantuan untuk 35 Anak Yatim dan Keluarga Kurang Mampu di Narmada
Ditlantas Polda NTB Ingatkan Pelajar Jangan Berkendara sebelum Punya SIM
ICMRI UMMAT 2026 Jadi Panggung Peneliti Muda dari 35 Perguruan Tinggi
Gubernur Iqbal Siapkan SMK NTB Go Global lewat Kemitraan Industri
Kuliah Umum FH UMMAT Bedah Hukum dan Budaya dalam Masyarakat Multikultural

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:37 WITA

Jawab Masalah 7.000 Anak Putus Sekolah, Lombok Barat Siapkan Sekolah Rakyat 8,6 Hektare

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:07 WITA

Putus Rantai Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Sumbawa Gratiskan Penuh Siswa Sekolah Rakyat Berasrama

Jumat, 18 September 2026 - 17:23 WITA

Unram–Massey University Perluas Kerja Sama, Siapkan Riset Pangan dan Joint Master

Jumat, 18 September 2026 - 17:03 WITA

UMMAT Wisuda 997 Lulusan, 226 Raih Cumlaude dan Total Alumni Tembus 29.011

Kamis, 17 September 2026 - 10:37 WITA

Kemensos Salurkan Bantuan untuk 35 Anak Yatim dan Keluarga Kurang Mampu di Narmada

Berita Terbaru