Tumpang Sari Bawang Merah Tambah Penghasilan Petani Tembakau Lombok Tengah

Avatar photo

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK TENGAH, ntbkita.com-Petani di Desa Jero Puri, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, memanfaatkan sela tanaman tembakau untuk membudidayakan bawang merah. Pola tumpang sari itu membantu petani menambah penghasilan sambil menunggu masa panen tembakau.

Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah meninjau panen bawang merah milik Kelompok Tani Setia Abadi di Dusun Swaa, Selasa (28/7/2026).

Ia menilai inovasi petani mampu meningkatkan produktivitas lahan. Tanaman bawang merah juga tidak mengganggu pertumbuhan tembakau sebagai komoditas utama.

Petani Panen Bawang Sambil Menunggu Tembakau

Nursiah mengatakan hasil panen bawang merah cukup menggembirakan. Pada saat bersamaan, tanaman tembakau tetap tumbuh optimal.

Baca Juga :  Pemprov NTB Siapkan Petani Muda lewat Sekolah Pertanian

Kondisi itu menunjukkan petani dapat memaksimalkan lahan melalui pola tumpang sari. Petani memperoleh hasil tambahan tanpa mengurangi potensi panen tembakau.

“Dengan sistem ini, petani memperoleh tambahan penghasilan dari panen bawang sambil tetap menunggu masa panen tembakau. Inovasi seperti inilah yang perlu terus kita dorong agar sektor pertanian semakin produktif, efisien, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Dorong Petani Tembakau Berinovasi

Nursiah berharap keberhasilan Kelompok Tani Setia Abadi menginspirasi petani tembakau lain di Lombok Tengah.

Baca Juga :  Ekonomi NTB Tumbuh 13,24 Persen, Kadin Siap Dorong Investasi

Pola tanam inovatif dapat membantu petani meningkatkan produktivitas dan pendapatan dari lahan yang sama.

“Petani yang maju adalah petani yang berani berinovasi. Ketika lahan dikelola lebih produktif, kesejahteraan keluarga petani pun akan semakin meningkat,” kata Nursiah.

Pemkab Lombok Tengah terus mendorong sektor pertanian yang produktif, adaptif, dan berkelanjutan. Pemerintah menjadikan penguatan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mewujudkan Lombok Tengah yang Masmirah.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov NTB Gelar Enam Program Vokasi, Sekda Minta Pelatihan Ikuti Kebutuhan Pasar
Putri Mahkota Swedia Dengarkan Kisah Petani Sajang, Irigasi 450 Meter Perpanjang Masa Tanam
Komisi IV DPR RI Dorong Budidaya Lobster Lombok Timur Naik Kelas
Inflasi NTB Capai 4,03 Persen, NTP Menguat dan Wisnus Tembus 1,41 Juta
Dukung Ketahanan Pangan, Polres Lombok Timur Serahkan Alsintan kepada Petani
55 Desa NTB Terima Rp 16,5 Miliar dari Program Desa Berdaya
Ekonomi NTB Tumbuh 10,42 Persen, Ekonom Unram Ingatkan Manfaatnya Harus Sampai ke Warga
Disparekraf NTB Siapkan Creative Hub dan Ekraf Satu Data

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 20:30 WITA

Pemprov NTB Gelar Enam Program Vokasi, Sekda Minta Pelatihan Ikuti Kebutuhan Pasar

Minggu, 6 September 2026 - 07:54 WITA

Putri Mahkota Swedia Dengarkan Kisah Petani Sajang, Irigasi 450 Meter Perpanjang Masa Tanam

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WITA

Komisi IV DPR RI Dorong Budidaya Lobster Lombok Timur Naik Kelas

Rabu, 2 September 2026 - 08:09 WITA

Inflasi NTB Capai 4,03 Persen, NTP Menguat dan Wisnus Tembus 1,41 Juta

Selasa, 1 September 2026 - 16:48 WITA

Dukung Ketahanan Pangan, Polres Lombok Timur Serahkan Alsintan kepada Petani

Berita Terbaru

Kolaborasi riset BRIDA NTB.

Daerah

BRIDA NTB Gandeng HPPBI dan LITPAM Perkuat Riset dan Inovasi

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:52 WITA