Rumah Reyot di Sumbawa Barat Kini Lebih Layak Dihuni

Avatar photo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peresmian RTLH di Sumbawa Barat. (pemkab sumbawa barat)

Peresmian RTLH di Sumbawa Barat. (pemkab sumbawa barat)

SUMBAWA BARAT, ntbkita.com-Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menyelesaikan pembangunan dan rehabilitasi 58 unit rumah tidak layak huni (RTLH). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah mengatakan, puluhan rumah itu telah rampung dan kini lebih layak ditempati. Ia menyampaikan hal itu saat meresmikan pembangunan RTLH di Desa Seran, Kecamatan Brang Rea, Sumbawa Barat, Jumat (19/6/2026).

“Hingga saat ini sebanyak 58 unit pembangunan dan rehabilitasi rumah telah berhasil diselesaikan,” kata Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah.

Amar bersyukur pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi rumah bisa tuntas. Program ini masuk dalam upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

“Rumah yang diresmikan hari ini memiliki nilai pembangunan sekitar Rp 50 juta per unit,” katanya.

Swadaya Warga Ikut Menguatkan

Amar menilai dukungan keluarga dan masyarakat sekitar menjadi kekuatan penting dalam pembangunan rumah warga.

Baca Juga :  Kemendagri Siapkan Formula Remunerasi Kepala Daerah untuk Tekan Korupsi

“Namun yang paling luar biasa adalah adanya swadaya dan dukungan dari keluarga serta masyarakat sekitar sehingga rumah ini dapat berdiri dengan baik dan layak dihuni,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Program Kartu Sumbawa Barat Maju (KSB Maju) dirancang untuk memastikan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. Pemerintah ingin manfaat program bisa langsung dirasakan warga.

“Program ini sekaligus menjadi penyempurnaan dari berbagai program yang telah dijalankan pada periode sebelumnya,” kata Amar.

Menurutnya, Kartu Sumbawa Barat Maju mencakup berbagai layanan strategis. Di bidang pendidikan, pemerintah menyiapkan Kartu Maju Pendidikan untuk mendukung biaya pendidikan, seperti uang pangkal dan beasiswa.

Di bidang kesehatan, program ini mencakup layanan ambulans, bantuan biaya pendampingan pasien, serta fasilitas pemulangan jenazah dari luar daerah.

“Hari ini implementasi Kartu Maju Perumahan,” kata Amar.

Target Rumah Baru dan Rehabilitasi Bertambah

Amar mengatakan, pemerintah juga telah memulai program pembangunan rumah baru pada periode sebelumnya. Namun, program itu masih menghadapi sejumlah keterbatasan.

Baca Juga :  KUA-PPAS 2027 Disepakati, Pendapatan NTB Ditargetkan Rp 6,22 Triliun

“Kini kualitas rumah yang dibangun jauh lebih layak dan memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Amar.

Ia menilai pembangunan rumah baru dengan spesifikasi dan kualitas saat ini menjadi langkah besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada 2025, Pemkab Sumbawa Barat telah merealisasikan pembangunan sekitar 150 unit rumah baru. Pada 2026, pemerintah kembali menggulirkan program pembangunan 250 unit rumah baru.

Selain itu, Sumbawa Barat juga mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui program perumahan sekitar 400 unit. Pemerintah juga menyiapkan rehabilitasi 100 unit RTLH.

“Program ini akan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Kami ingin memastikan penyediaan bahan bangunan dan kebutuhan lainnya berjalan dengan baik sehingga seluruh target pembangunan dapat tercapai,” kata Amar.

Follow WhatsApp Channel ntbkita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KUA-PPAS 2027 Disepakati, Pendapatan NTB Ditargetkan Rp 6,22 Triliun
Pemprov NTB Minta Polemik Warga Lombok di Bali Tak Jadi Sentimen Antardaerah
Karhutla NTB Capai 8.895 Hektare, Pemprov NTB Perkuat Kesiapsiagaan
Titik Panas NTB Melonjak Jadi 139, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran
BRIN dan BRIDA NTB Jajaki SWRO untuk Atasi Krisis Air di Pesisir Sekotong
NTB Kirim 465 Anggota Pramuka ke Jamnas XII 2026
Gubernur Iqbal Minta Manajemen Risiko Jadi Dasar Keputusan Pemprov NTB
Tumpukan Sampah TPS Sandubaya Menyusut Jadi 2.000–3.000 Ton

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:56 WITA

KUA-PPAS 2027 Disepakati, Pendapatan NTB Ditargetkan Rp 6,22 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:46 WITA

Pemprov NTB Minta Polemik Warga Lombok di Bali Tak Jadi Sentimen Antardaerah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Titik Panas NTB Melonjak Jadi 139, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:23 WITA

BRIN dan BRIDA NTB Jajaki SWRO untuk Atasi Krisis Air di Pesisir Sekotong

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:35 WITA

NTB Kirim 465 Anggota Pramuka ke Jamnas XII 2026

Berita Terbaru

Event Ekraf Mania

Ekonomi

Disparekraf NTB Siapkan Creative Hub dan Ekraf Satu Data

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:50 WITA